Truk Batubara Dilarang Melintas di Jalan Umum, Sumsel Terancam Merugi Rp 18,3 Triliun per tahun

Kompas.com - 09/11/2018, 08:22 WIB
Mobil angkutan batubara yang berada di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Setelah Gubernur Sumsel mencabut Pergub nomor 23 tahun 2012, seluruh angkutan batubara di jalan umum dilarang melintas dan berlaku sejak, Kamis (8/11/2018).Dokumen KOMPAS.com/ Aji YK Putra Mobil angkutan batubara yang berada di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Setelah Gubernur Sumsel mencabut Pergub nomor 23 tahun 2012, seluruh angkutan batubara di jalan umum dilarang melintas dan berlaku sejak, Kamis (8/11/2018).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan ( Sumsel) terancam merugi sebesar 1,2 miliar dolar AS atau setara Rp 18,3 triliun per tahun akibat Gubernur Herman Deru mencabut Pergub nomor 23 tahun 2012 sehingga seluruh angkutan batubara dilarang melintas di jalan umum.

Hal tersebut disampaikan Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) menanggapi kebijakan baru dari Gubernur Sumsel tersebut.

Juru bicara APLSI Rizal Calvary mengatakan, larangan truk batubara hanya bisa melintas di jalan khusus dapat menyebabkan tersendatnya pasokan batubara keluar Sumsel. Sebab, akan terjadi antrean panjang dikarenakan hanya satu jalur yang digunakan.


Selain itu, jalan Servo yang dikelola PT Titan Infra Energy sebagai pengelola jalur khusus tidak memiliki stockpile yang dapat menampung batubara yang berasal dari 30 tambang di Sumatera Selatan.

Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel Habiskan Dana APBN Hampir Rp 1 Triliun 

Sebab, setiap tambang memiliki kalori dan spek batubara yang berbeda. Sehingga PT Titan diharapkan untuk memiliki stockpile yang bisa menampung batubara lebih dari 30 tumpukan.

“ Apabila pemerintah Provinsi Sumsel tetap mempertahankan aturan ini dikhawatirkan pemerintah akan kehilangan potensi pendapatan 1,2 miliar dolar AS atau Rp 18,3 triliun per tahun lantaran tidak bisa mengirim 23 juta ton batubaranya akibat pengalihan ini. Itulah sebabnya kami memjnta agar aturan ini dikaji kembali,” kata Rizal, Kamis (8/11/2018).

Dilanjutkan Rizal, pengalihan jalan khusus batubara yang tidak menggunakan jalan umum sangat tidak memungkinkan. Pasalnyakawasan pertambangan memasuki sub station ataupun kereta api, ataupun jalan khusus, harus lebih dulu melalui jalan umum.

“Waktu loading juga tidak memungkinkan, karena jadwal yang tidak fleksibel dikarenakan hanya dua pelabuhan. Sedangkan yang sekarang sejumlah 11 conveyor dan 7 pelabuhan manual. Jelas nantinya akan ada penumpukan,” ujarnya.

Mengapa Istri dan Anak FX Ong Tak Melawan Saat Ditembak? Ini Penjelasan Kapolda Sumsel

Sementara itu, CEO PT Titan Infra Energy Suryo Suwignjo mengaku mereka akan menyiapkan seluruh infrastruktur yang diperlukan pengusaha batubara.

Selain itu, ia pun mengklaim, jika jalan khusus tersebut dapat mengangkut hingga 3,9juta ton lebih batubara dibangingkan jumlah batubara yang diangkut melalui jalan umum sebesar Rp 3,5 juta ton.

"Semuanya akan kami siapkan, kami sudah siap untuk jalan khusus sesuai dengan kebijakan Gubernur,”ujarnya.



Terkini Lainnya

Hoaks, Danramil Sungai Kakap Tertembak dalam Pengamanan Ricuh di Pontianak

Hoaks, Danramil Sungai Kakap Tertembak dalam Pengamanan Ricuh di Pontianak

Regional
Kisah Pengamen Lampu Merah dengan Penghasilan Fantastis, Mulai dari Beli Motor Tunai dan Bangun Rumah 2 Lantai

Kisah Pengamen Lampu Merah dengan Penghasilan Fantastis, Mulai dari Beli Motor Tunai dan Bangun Rumah 2 Lantai

Regional
Sebelum Disekap, Istri Ketua KPU Cianjur Diseret 2 Pria Berpenutup Wajah

Sebelum Disekap, Istri Ketua KPU Cianjur Diseret 2 Pria Berpenutup Wajah

Regional
Cerita di Balik Kerusuhan Lapas Langkat, Napi yang Kelaparan hingga Arogansi Petugas

Cerita di Balik Kerusuhan Lapas Langkat, Napi yang Kelaparan hingga Arogansi Petugas

Regional
Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pakai Bus di Bandung Diprediksi Meningkat

Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pakai Bus di Bandung Diprediksi Meningkat

Regional
Hutan Rusak Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Kabupaten Lebak

Hutan Rusak Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Kabupaten Lebak

Regional
Lebaran 2019, Konsumsi BBM di Jatim Diprediksi Naik 12 Persen

Lebaran 2019, Konsumsi BBM di Jatim Diprediksi Naik 12 Persen

Regional
Selundupkan Ribuan Benih Lobster, Pemilik Melarikan Diri dengan Lompat ke Air

Selundupkan Ribuan Benih Lobster, Pemilik Melarikan Diri dengan Lompat ke Air

Regional
Perketat Keamanan, Kampus di Bandung Ini Dilengkapi 'Command Center' dan 'Panic Button'

Perketat Keamanan, Kampus di Bandung Ini Dilengkapi "Command Center" dan "Panic Button"

Regional
Mahasiswa UGM Jadi Joki Tes Masuk di Surabaya, Ini Tanggapan Rektor

Mahasiswa UGM Jadi Joki Tes Masuk di Surabaya, Ini Tanggapan Rektor

Regional
Pulang Safari Ramadhan, Wabup Rembang Terlibat Kecelakaan Beruntun

Pulang Safari Ramadhan, Wabup Rembang Terlibat Kecelakaan Beruntun

Regional
5 Fakta Penyelundupan 1 Ton Ganja, Disembunyikan di Sasis Truk hingga Hendak Dibawa ke Jakarta

5 Fakta Penyelundupan 1 Ton Ganja, Disembunyikan di Sasis Truk hingga Hendak Dibawa ke Jakarta

Regional
Antisipasi Bencana Kekeringan, BPBD Banyumas Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih

Antisipasi Bencana Kekeringan, BPBD Banyumas Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih

Regional
Mogok Belajar Siswa yang Tolak Kepsek Diganti Berakhir dengan Surat Perjanjian

Mogok Belajar Siswa yang Tolak Kepsek Diganti Berakhir dengan Surat Perjanjian

Regional
Dari Balairung, Dosen UGM Serukan Pesan Persatuan dan Perdamaian

Dari Balairung, Dosen UGM Serukan Pesan Persatuan dan Perdamaian

Regional

Close Ads X