Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel Habiskan Dana APBN Hampir Rp 1 Triliun

Kompas.com - 05/11/2018, 16:37 WIB
Proses pemadaman kebakaran lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. KOMPAS.com/ Aji YK PutraProses pemadaman kebakaran lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Bencana kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan sepanjang 2018 menghabiskan dana yang diperkirakan mencapai Rp 1 triliun yang dikeluarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN).

Anggaran itu tercatat sejak Sumsel mencanangkan siaga kebakaran hutan dan lahan terhitung dari 1 Februari hingga 3 Oktober 2018.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, selain menggunakan dana APBN selama siaga kebakaran hutan dan lahan, APBD juga dikeluarkan untuk biaya operasional. Namun, ia belum mengetahui besaran dana APBD yang dikucurkan tersebut.

“Dari keterangan BNPB dana APBN selama siaga kebakaran hutan dan lahan ya kisaran segitu  (Rp 1 Triliun). Kalau besaran APBD untuk operasional saya belum tahu berapa besarannya, nanti akan dihitung,”kata Deru, Senin ( 5/11/2018).

Baca juga: Kebakaran Lahan di Sisi Tol Palindra Terus Berlanjut hingga Malam Hari 

Deru melanjutkan, Peraturan Daerah (Perda) yang sebelumnya dikeluarkan untuk tidak membakar hutan dan lahan, tak dapat berjalan efektif dikarenakan diluar dari kebiasaan petani.

Ia pun mewacanakan untuk membantu para petani agar tak lagi membuka lahan dengan cara membakar hingga menimbulkan kabut asap.

Wacana itu berupa peminjaman alat berat kepada para petani sehingga tak lagi membakar ketika membuka lahan.

“Bila perlu termasuk BBM, nanti kita pinjamkan alat berat secara gratis jika ada petani yang ingin membuka lahan. Tapi kita lihat dulu, aturannya bagaimana jika ini diterapkan,” ujarnya.

Baca juga: Sumber Air Minim, Pemadaman Kebakaran Lahan di Sumsel Alami Kendala 

Terpisah, Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengungkapkan, bantuan dari BNPB selama penanganan kebakaran hutan dan lahan berupa helikopter, pompa, selang dan alat pemadam lainnya.

"Tidak berupa uang, tetapi bantuan alat pemadam, seperti helikopter dan sebagainya, Tapi saya kurang tahu berapa biaya yang dikeluarkan. APBD sedikit dibandingkan APBN (dananya),”jelas Ansori.

Bencana kebakaran hutan dan lahan di Sumsel selama 2018, tercatat 37.362 hektar lahan terbakar. Dimana lahan paling luas terbakar berada di Kabupaten OKI yakni mencapai 19.402 hektar.

“Sekarang siaga karhutla sudah resmi dicabut, seluruh personel yang diperbantukan sudah kembali ke satuan masing-masing,” ungkapnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peternak di Solo Sumbang 2.000 Telur untuk Bantu Warga Terdampak Virus Corona

Peternak di Solo Sumbang 2.000 Telur untuk Bantu Warga Terdampak Virus Corona

Regional
Sulut Siapkan Laboratorium Pemeriksaan Sampel Corona

Sulut Siapkan Laboratorium Pemeriksaan Sampel Corona

Regional
Kasus Oknum Polwan Sebarkan Hoaks Corona, Polisi Periksa Korban

Kasus Oknum Polwan Sebarkan Hoaks Corona, Polisi Periksa Korban

Regional
Ditelepon Wagub Saat Rapat, Lion Air Hentikan Penerbangan ke Bangka Belitung

Ditelepon Wagub Saat Rapat, Lion Air Hentikan Penerbangan ke Bangka Belitung

Regional
Liang Lahat Sudah Digali, Pemakaman Jenazah Positif Corona di Lampung Ditolak 2 Kali

Liang Lahat Sudah Digali, Pemakaman Jenazah Positif Corona di Lampung Ditolak 2 Kali

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Tolak Jenazah Korban Virus Corona: Jaga Perasaan Korban dan Keluarganya

Ganjar Minta Warga Tak Tolak Jenazah Korban Virus Corona: Jaga Perasaan Korban dan Keluarganya

Regional
UPDATE Pasien Corona di Sulsel: 50 Positif Corona, 5 Orang Meninggal Dunia

UPDATE Pasien Corona di Sulsel: 50 Positif Corona, 5 Orang Meninggal Dunia

Regional
Panen Padi di Tengah Wabah Corona, Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Panen Padi di Tengah Wabah Corona, Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Regional
Sektor Pertanian di Sumedang Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Sektor Pertanian di Sumedang Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Regional
Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Jenazahnya Ditolak Warga Masih Berstatus PDP

Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Jenazahnya Ditolak Warga Masih Berstatus PDP

Regional
Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Regional
Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Regional
Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Regional
Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X