Tanggapan Edy Rahmayadi soal Kejanggalan yang Ditemukan BPK

Kompas.com - 27/05/2021, 22:41 WIB
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memastikan sejumlah WNI yang baru masuk dari luar negeri akan menghabiskan waktu lebaran di lokasi karantina. KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALIGubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memastikan sejumlah WNI yang baru masuk dari luar negeri akan menghabiskan waktu lebaran di lokasi karantina.


MEDAN, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi segera menindaklanjuti hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam laporan keuangan Pemerintah Provinsi Sumut terkait penanganan pandemi Covid-19.

Edy mengatakan, temuan BPK tersebut kemungkinan besar karena perbedaan proses menghitung.

"Bukan penemuan, (tetapi) perbedaan menghitung. Dari mulai jalan ini, itulah yang ditindaklanjuti," kata Edy kepada wartawan di Medan, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: BPK Temukan Kejanggalan Dalam Laporan Keuangan Penanganan Pandemi di Sumut

Edy menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti seluruh temuan BPK tersebut melalui organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada dan terkait.

Jika memang dalam hasil tindak lanjut tersebut ada dana yang harus diganti, menurut Edy, maka harus segera diganti.

"Yang harus mengganti, mengganti. Dan tidak mengganti, dihukum," kata Edy.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Terungkap Motif Pria Bermukena yang Berkelahi dengan Pengurus Masjid

Dia juga menekankan bahwa seluruh OPD yang ada harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan temuan BPK itu.

"Ya sudah pasti dia bertangung jawab. OPD-nya bertanggung jawab. Kalau dia urusan jalan, berarti (Dinas) Pekerjaan Umum. Kalau dia pendidikan, berarti Kepala Dinas Pendidikan," kata Edy.

Namun, Edy tidak merinci dinas-dinas apa saja yang bertanggung jawab terkait temuan BPK itu, terutama soal masalah penanganan pandemi Covid-19.

Baca juga: Kejati Banten Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Masker

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjarmasin dan Banjarbaru Akan Terapkan PPKM Level IV

Banjarmasin dan Banjarbaru Akan Terapkan PPKM Level IV

Regional
PPKM Level IV di Kota Padang Diperpanjang

PPKM Level IV di Kota Padang Diperpanjang

Regional
3 Wakil Direktur RSUD Ini Berubah Jadi Power Rangers dan Spider-Man

3 Wakil Direktur RSUD Ini Berubah Jadi Power Rangers dan Spider-Man

Regional
Fakta Pasien Covid-19 Dianiaya Warga, Berawal Dipaksa Isoman di Hutan hingga Alami Depresi

Fakta Pasien Covid-19 Dianiaya Warga, Berawal Dipaksa Isoman di Hutan hingga Alami Depresi

Regional
Soal Baliho Puan Maharani Dicoreti “Open BO”, Polisi Pandang sebagai Penghinaan Pejabat Tinggi Negara

Soal Baliho Puan Maharani Dicoreti “Open BO”, Polisi Pandang sebagai Penghinaan Pejabat Tinggi Negara

Regional
Kronologi Perusakan Patung Tani di Polewali Mandar, Pelaku Diduga ODGJ, Mengaku Disuruh Camat

Kronologi Perusakan Patung Tani di Polewali Mandar, Pelaku Diduga ODGJ, Mengaku Disuruh Camat

Regional
Update, Sehari Bertambah 848 Kasus Covid-19 di NTT

Update, Sehari Bertambah 848 Kasus Covid-19 di NTT

Regional
Aksi Komplotan Polisi Gadungan, Pura-pura Beli COD lalu Rampas Motor Korban

Aksi Komplotan Polisi Gadungan, Pura-pura Beli COD lalu Rampas Motor Korban

Regional
Anggota DPRD Banyuwangi 'Ngeyel' Gelar Hajatan Saat PPKM, Polisi: 3 Hari Sebelumnya Sudah Diingatkan, tapi...

Anggota DPRD Banyuwangi "Ngeyel" Gelar Hajatan Saat PPKM, Polisi: 3 Hari Sebelumnya Sudah Diingatkan, tapi...

Regional
Pamannya Diikat, Diseret dan Dipukuli Warga karena Positif Corona, Keponakan: Covid-19 Bukanlah Aib...

Pamannya Diikat, Diseret dan Dipukuli Warga karena Positif Corona, Keponakan: Covid-19 Bukanlah Aib...

Regional
Vaksinasi di Kabupaten Tangerang Masih Diminta Bawa Fotokopi KTP, Ini Alasannya

Vaksinasi di Kabupaten Tangerang Masih Diminta Bawa Fotokopi KTP, Ini Alasannya

Regional
Wali Kota Kediri: Isoman di Rumah Tak Selalu Aman, di RS Diawasi Nakes

Wali Kota Kediri: Isoman di Rumah Tak Selalu Aman, di RS Diawasi Nakes

Regional
Mari Bantu Perjuangan Wisnu Penuhi Kebutuhan Warga Isoman

Mari Bantu Perjuangan Wisnu Penuhi Kebutuhan Warga Isoman

Regional
Patung Tani dan Pancasila di Polewali Dihancurkan Orang Tak Dikenal

Patung Tani dan Pancasila di Polewali Dihancurkan Orang Tak Dikenal

Regional
Cerita di Balik Pasien Covid-19 Diikat, Diseret dan Dipukuli, Diduga Peluki Warga Setelah Tahu Positif Corona

Cerita di Balik Pasien Covid-19 Diikat, Diseret dan Dipukuli, Diduga Peluki Warga Setelah Tahu Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X