Kompas.com - 27/05/2021, 22:31 WIB
Petugas kepolisian, Satpol PP dan aparat desa saat meminta warga di lokasi pesta pernikahan untuk membubarkan diri dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, di Desa Batang Malas, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Kamis (27/5/2021). Dok. Polres Kepulauan MerantiPetugas kepolisian, Satpol PP dan aparat desa saat meminta warga di lokasi pesta pernikahan untuk membubarkan diri dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, di Desa Batang Malas, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Kamis (27/5/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, membubarkan acara pesta pernikahan yang digelar warga setempat, Kamis (27/5/2021).

Pesta pernikahan dibubarkan karena menimbulkan kerumunan dan tidak mematuhi protokol kesehatan.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito mengatakan, pesta pernikahan yang dibubarkan berlokasi di Desa Batang Malas, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.

Baca juga: Penyebab Kasus Covid-19 di Riau Meningkat Tinggi

Pembubaran dilakukan kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja dan aparat desa setempat.

"Pesta pernikahan warga kita bubarkan karena mengundang kerumunan. Apalagi, saat ini kita memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)," kata Eko dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis.

Dia menegaskan bahwa pembubaran pesta pernikahan itu dilakukan demi mencegah penularan Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, kerumunan sangat berpotensi terjadinya penularan virus mematikan itu.

"Tindakan tegas ini sebagai upaya bersama memutus mata rantai Covid-19, karena hingga saat ini Kepulauan Meranti kasusnya masih tinggi. Jadi, hal ini kita lakukan karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," sebut Eko.

Baca juga: Terungkap Motif Pria Bermukena yang Berkelahi dengan Pengurus Masjid

Kendati demikian, menurut Eko, pembubaran itu dilakukan dengan cara mendatangi lokasi dan memberikan imbauan agar warga segera membubarkan diri.

Petugas menyampaikan bahwa jangan sampai pesta pernikahan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

"Pembubaran massa di pesta pernikahan dilakukan secara santun oleh petugas dan pelaksana kegiatan juga telah menerima kegiatan dihentikan," kata Eko.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusnawi Mencari Keadilan, Lulus Seleksi Tapi Tak Diakui BKKBN

Rusnawi Mencari Keadilan, Lulus Seleksi Tapi Tak Diakui BKKBN

Regional
Cerita Penderita Stroke yang Tak Mampu Berobat Didatangi Gubernur

Cerita Penderita Stroke yang Tak Mampu Berobat Didatangi Gubernur

Regional
Sempat Diamputasi, KKB Pecatan TNI Senat Soll Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Dokter

Sempat Diamputasi, KKB Pecatan TNI Senat Soll Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Dokter

Regional
Kronologi Pencurian Truk yang Gagal karena Mogok di Jalan, Pelaku Panik dan Tinggalkan Mobil Sewaan

Kronologi Pencurian Truk yang Gagal karena Mogok di Jalan, Pelaku Panik dan Tinggalkan Mobil Sewaan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Kolonel TNI AU Tertipu Jabatan di BKKBN | Jaguar, Merpati Kolong Harga Miliaran

[POPULER NUSANTARA] Mantan Kolonel TNI AU Tertipu Jabatan di BKKBN | Jaguar, Merpati Kolong Harga Miliaran

Regional
Heboh Dugaan Pelecehan Mahasiswa, Purek 3 Unsri: Kabar Itu Masih Abstrak

Heboh Dugaan Pelecehan Mahasiswa, Purek 3 Unsri: Kabar Itu Masih Abstrak

Regional
Rancang Layanan 'Medical Tourism', Eri Cahyadi Ingin Surabaya Jadi Rujukan Wisata Kesehatan

Rancang Layanan "Medical Tourism", Eri Cahyadi Ingin Surabaya Jadi Rujukan Wisata Kesehatan

Regional
Hasil Pemeriksaan Jiwa Keluar, Penyerang Ustaz di Batam Jadi Tersangka

Hasil Pemeriksaan Jiwa Keluar, Penyerang Ustaz di Batam Jadi Tersangka

Regional
Aksi Keprihatinan, Peternak di Blitar Bagikan 25.000 Butir Telur Gratis Pagi Ini

Aksi Keprihatinan, Peternak di Blitar Bagikan 25.000 Butir Telur Gratis Pagi Ini

Regional
'Nomor Kepegawaian yang Saya Terima Setelah Menjabat Kepala BKKBN Ternyata Bodong'

"Nomor Kepegawaian yang Saya Terima Setelah Menjabat Kepala BKKBN Ternyata Bodong"

Regional
Tradisi Maranggir, Menyucikan Diri di Bah Damanik Simalungun, Konon Tempat Mandi Raja

Tradisi Maranggir, Menyucikan Diri di Bah Damanik Simalungun, Konon Tempat Mandi Raja

Regional
Pencuri di Surabaya Tinggalkan Truk Rampasan di Jalan gara-gara Mogok

Pencuri di Surabaya Tinggalkan Truk Rampasan di Jalan gara-gara Mogok

Regional
Soal Perseteruan Bupati dan Wabup Bojonegoro, Ini Langkah PDI-P Jatim

Soal Perseteruan Bupati dan Wabup Bojonegoro, Ini Langkah PDI-P Jatim

Regional
Kisah Rusnawi, Tanggalkan Pangkat Kolonel TNI demi Jabatan Kepala BKKBN, tapi Kini Malah Jadi Pegawai Kontrak

Kisah Rusnawi, Tanggalkan Pangkat Kolonel TNI demi Jabatan Kepala BKKBN, tapi Kini Malah Jadi Pegawai Kontrak

Regional
Modus Tersangka Kasus Korupsi Studi Kelayakan Lahan SMA/SMK, Pecah Paket Pengerjaan Proyek Agar Tak Dilelang

Modus Tersangka Kasus Korupsi Studi Kelayakan Lahan SMA/SMK, Pecah Paket Pengerjaan Proyek Agar Tak Dilelang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.