Kompas.com - 03/09/2018, 13:16 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sedang menjelaskan aplikasi Area Traffic Control System (ATCS) Kota Semarang kepada Duta Besar Suriname untuk Indonesia Ricardo Wilfred, di kantor Wali Kota, Jumat (31/08/2018) Dok Pemerintah Kota SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prihadi sedang menjelaskan aplikasi Area Traffic Control System (ATCS) Kota Semarang kepada Duta Besar Suriname untuk Indonesia Ricardo Wilfred, di kantor Wali Kota, Jumat (31/08/2018)

SEMARANG, KOMPAS.com - Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, Hendrar Prihadi menargetkan pembangunan tanggul laut untuk menahan banjir rob di Kota Semarang selesai tahun 2021.

Tanggul laut akan dibangun di sepanjang pantai Semarang dan Kabupaten Demak.

"Tanggul laut saat ini masih proses lelang, di Demak dan Kota Semarang, nilai proyeknya lebih dari Rp 1 triliun," ujar Hendrar, di sela kuliah umum di Universitas Dian Nuswantoro, Senin (3/9/2018).

Salah seorang mahasiswa asal Sayung, Kabupaten Demak sebelumnya bertanya serta meminta bantuan kepada Pemerintah terkait rumah orang tuanya yang terus terkena banjir rob.

Baca juga: Kota Semarang atasi Banjir dengan Bongkar WC Terpanjang di Dunia

Setiap tahun, rumahnya dilakukan renovasi agar halaman tidak terkena air pasang. Imbasnya, tiap tahun uang puluhan juta dikeluarkan untuk renovasi.

"Rumah saya tiap tahun ditinggikan agar tidak kena (banjir) rob. Uang kami habis untuk meninggikan rumah. Apa enggak ada bantuan ke warga seperti kami?" ujar mahasiswa asal Sayung ini.

Wali Kota menanggapi keluhan itu. Di depan 3.857 mahasiswa baru, Hendrar mengatakan bahwa Pemerintah tidak bisa membantu pendanaan untuk rumah yang terkena rob karena tidak masuk kategori rumah tidak layak huni.

Namun demikian, Pemerintah tetap dapat membantu, salah satunya dengan menjamin lingkungan tidak terkena banjir rob lagi.

Baca juga: Cerita Anak-anak SD yang Bertahun-tahun Belajar di Tengah Banjir Rob di Semarang...

"Kalau bantuan rumah yang bukan untuk warga miskin tidak bisa dibantu. Kalau daerah Sayung Pemerintah tidak bantu rumahnya, tapi lingkungan agar tidak kena rob dan banjir," ujar Hendrar.

"Dengan begitu tidak perlu lagi dana untuk memperbaiki (meninggikan) rumah," tambahya.

Terkait tanggul laut, Hendrar menegaskan bahwa proyek itu akan dibangun selama 2 tahun. Jika proses lelang selesai, maka mulai tahun 2019 proyek bisa dilaksanakan.

"Pekerjaan (tanggul laut) dua tahun. Kalau tahun depan dimulai, 2021 akan jadi," tandasnya.

Proyek tanggul laut sendiri rencananya akan dibangun bersamaan dengan jalan Tol Semarang-Demak. Lelang proyek untuk ruas tersebut tengah dipersiapkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X