Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Kompas.com - 26/11/2020, 22:40 WIB
Ilustrasi sekolah. ShutterstockIlustrasi sekolah.

KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul Isdarmoko mengaku tidak ingin gegabah menggelar pembelajaran tatap muka.

Pihaknya terlebih dahulu akan melihat kesiapan sekolah serta mendapat izin dari bupati dan orangtua.

"Kesiapan sekolah di Bantul untuk KBM tatap muka, sangat siap. Saya yakin dari SD hingga SMP sudah siap," katanya dikutip dari Tribun Jogja, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Menurut dia, sejauh ini kesiapan sekolah di Bantul tidak ada masalah.

Pasalnya, dari awal sebenarnya telah mempersiapkan pembelajaran tatap muka, dengan menerapkan terlebih dahulu Layanan Konsultasi Pelajaran (KLP).

KLP di Bantul sendiri diluncurkan pada bulan Oktober.

Program tersebut memperbolehkan siswa dan guru seminggu sekali datang ke sekolah dan belajar bersama, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat.

Pihaknya juga telah mengecek penerapan protokol kesehatan di seluruh sekolah.

Bahkan, kata dia, sejumlah sekolah di Bantul telah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 tingkat sekolah.

"Kami juga sudah menjalin kerjasama dengan puskesmas. Ada SOP (bagi satgas) sehingga harapannya ada langkah terukur seandainya terjadi sesuatu di sekolah," ucapnya.

Baca juga: Sudah 2 Bulan Luwu Gelar Sekolah Tatap Muka, Jumlah Siswa Dibatasi 50 Persen

Sementara itu, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul Budi Wibowo mengungkapkan, masih mempertimbangkan grafik perkembangan kasus konfirmasi positif Covid-19 di wilayahnya sebelum memutuskan menggelar pembelajaran tatap muka di sekolah.

Menurut dia, jika tren kasus konfirmasi terinfeksi Covid-19 harian di Bantul hingga akhir tahun menunjukkan penurunan dan dibarengi dengan angka kesembuhan, maka pembelajaran tatap muka di sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat bisa dilaksanakan.

"Kalau akhir Desember grafik naik kami tidak akan berani mengambil risiko," kata Budi.

Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul, Budi Wibowo mengatakan, sebelum memutuskan menggelar kbm tatap muka, pihaknya mengaku akan mempertimbangkan grafik perkembangan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Bantul.

Menurut dia, jika tren kasus harian di Bantul hingga akhir tahun menunjukkan penurunan dan dibarengi dengan angka kesembuhan, maka memungkinkan diterapkan pembelajaran tatap muka di sekolah, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Kalau akhir Desember grafik naik kami tidak akan berani mengambil risiko," ucapnya.

 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Meski Sekolah Sudah Siap, Bantul Tidak Ingin Gegabah Gelar Sekolah Tatap Muka



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X