Kompas.com - 26/11/2020, 22:33 WIB
Suasana pembuatan batik tulis Virus Corona serta motif lain di rumah Kartini (38) di Dusun Cangkring, Desa Grabagan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (26/11/2020).  KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHOSuasana pembuatan batik tulis Virus Corona serta motif lain di rumah Kartini (38) di Dusun Cangkring, Desa Grabagan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (26/11/2020). 

GROBOGAN, KOMPAS.com - Apa yang diupayakan oleh ibu-ibu petani di Dusun Cangkring, Desa Grabagan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19 patut diapresiasi.

Kondisi perekonomian yang tak menentu menggugah inisiatif sejumlah ibu kreatif ini untuk mencari tambahan penghasilan dengan memproduksi kain batik tulis secara mandiri.

Menariknya, sebagian besar batik yang diciptakan oleh tangan-tangan lentik mereka bermotifkan penampakan virus corona jenis baru.

Semula mereka cukup ragu apakah batik bercorak virus yang menggemparkan masyarakat dunia tersebut akan diminati oleh konsumen.

Baca juga: Catat, Akhir Pekan Ada Fesyen Batik di Pantai Solong Banyuwangi

Namun ternyata di luar perkiraan, batik virus Corona kreasinya itu justru perlahan laris di pasaran.

"Kami awalnya enggan, karena virus Corona itu kan penyakit, namun Alhamdulilah laku dan banyak yang pesan. Awalnya kami buat hanya tiga helai dan langsung ludes. Akhirnya kami produksi sesuai kebutuhan," terang Kartini (38), penggagas kreasi batik tulis di Dusun Cangkring saat ditemui Kompas.com, Kamis (26/11/2020).

Suasana pembuatan batik tulis Virus Corona serta motif lain di rumah Kartini (38) di Dusun Cangkring, Desa Grabagan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (26/11/2020). KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO Suasana pembuatan batik tulis Virus Corona serta motif lain di rumah Kartini (38) di Dusun Cangkring, Desa Grabagan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (26/11/2020). 
Pandemi Covid-19

Dijelaskan Kartini, dua tahun lalu, ibu-ibu di Dusun Cangkring sempat diberikan pelatihan membatik oleh Pemerintah Kabupaten Grobogan.

Keterampilan yang mereka dapatkan tersebut kemudian disepakati untuk diasah secara rutin di rumah Kartini dengan modal patungan.

Baca juga: Mengenal Batik Corona Khas Jambi, Ide Perajin Muncul dari Berita Covid-19

Saat itu mereka hanya fokus untuk berlatih serta belajar bagaimana caranya menciptakan produk batik tulis berkualitas.

Kain batik hasil coretan tangan mereka saat itu juga belum berani untuk dikomersilkan.

"Dan kebetulan karena kondisi ekonomi yang buruk saat pandemi virus Corona, kami kemudian berniat untuk memproduksi batik tulis. Hanya tujuh orang ibu-ibu yang minta dan semuanya petani," ungkap Kartini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silahkan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silahkan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X