Perjuangan Warga Kampung Long Isun Lawan Alih Fungsi Lahan demi Lestarinya Hutan Adat

Kompas.com - 27/10/2020, 19:39 WIB
Salah satu dinding batu karst yang dilewati saat menuju ke Tiong Ohang, Long Apari, Kabupaten Mahakam Hulu, Kalimantan Timur. KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOLSalah satu dinding batu karst yang dilewati saat menuju ke Tiong Ohang, Long Apari, Kabupaten Mahakam Hulu, Kalimantan Timur.

SAMARINDA, KOMPAS.com – Suatu sore pada Mei 2014 suasana di Kampung Long Isun, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, masih cerah.

Sore itu, Theodorus Tekwan Ajat (44) bersama 26 warga kampung mendatangi lokasi hutan adat mereka yang dirusak salah satu perusahaan kayu.

Keberangkatan mereka atas keputusan rapat adat bersama kepala kampung.

“Kami berangkat 26 orang didampingi oleh hansip kampung,” kenang Tekwan kepada Kompas.com saat dihubungi belum lama ini.

Baca juga: Cerita Warga yang Tergerus Alih Fungsi Lahan, Terpaksa Tanam Sayur di Bot Bekas

Dari kampung mereka menuju lokasi operasi perusahaan kayu ini sekitar empat kilometer.

Rombongan ini berjalan kaki menyusuri hutan adat yang masih primer. Pohon-pohon menjulang tinggi nan hijau. Tutupan hutan masih utuh.

“Sesampai di sana pekerja perusahaan tebang pohon. Saat mereka tahu kami datang. Mereka berhenti kerja, kumpul sama kami,” jelas Tekwan.

Masyarakat adat Long Isun didampingi koalisi kemanusian saat memberikan keterangan pers di Samarinda, Rabu (6/2/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON Masyarakat adat Long Isun didampingi koalisi kemanusian saat memberikan keterangan pers di Samarinda, Rabu (6/2/2020).

Kepada para pekerja, Tekwan menyampaikan tujuan kedatangan mereka meminta agar berhenti menebang kayu-kayu di hutan adat ini.

“Lalu mereka (pekerja) menyerahkan kunci dua unit traktor dan chainsaw secara sukarela ke kami. Kebetulan, operator alat traktor saudara sepupu saya,” terang Tekwan.

Baca juga: Banjir Rusak Ratusan Hektar Sawah di Bengkulu, Disebabkan Alih Fungsi Lahan Jadi Perkebunan Sawit

Pascakejadian itu, perusahaan membuat laporan ke Polres Kutai Barat. Tepat 1 September 2014, Tekwan ditetapkan tersangka.

Dia dijerat Pasal 368 KUHP Jo Pasal 335 Ayat (1) KUHP dan ditahan.

“Saya dituduh melakukan pemerasan disertai kekerasan. Padahal operator perusahaan kayu itu saudara saya sendiri. Tidak mungkin saya lakukan kekerasan,” terang Tekwan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pencoblosan, Ada TPS Rawan Banjir di 9 Daerah di Riau

Jelang Pencoblosan, Ada TPS Rawan Banjir di 9 Daerah di Riau

Regional
Guru dan KPAI Jabar Minta Sekolah Tatap Muka Digelar setelah Vaksinasi Covid-19

Guru dan KPAI Jabar Minta Sekolah Tatap Muka Digelar setelah Vaksinasi Covid-19

Regional
Masa Pandemi Sepanjang Oktober, Turis Malaysia Serbu Wisata di Sumut

Masa Pandemi Sepanjang Oktober, Turis Malaysia Serbu Wisata di Sumut

Regional
Buntut Wahana yang Viral, Dusun Semilir Ditutup karena Langgar Protokol Kesehatan

Buntut Wahana yang Viral, Dusun Semilir Ditutup karena Langgar Protokol Kesehatan

Regional
Debat Pilkada Serang Soal Kesehatan, Nasrul Siapkan Kartu Serang Sehat, Tatu Andalkan Jamkesda

Debat Pilkada Serang Soal Kesehatan, Nasrul Siapkan Kartu Serang Sehat, Tatu Andalkan Jamkesda

Regional
5 Fakta Sosok Penyerang Demonstran Penolak Rizieq Shihab, Bawa Panah, Membonceng Sepeda Motor hingga Ditemukan Air Keras

5 Fakta Sosok Penyerang Demonstran Penolak Rizieq Shihab, Bawa Panah, Membonceng Sepeda Motor hingga Ditemukan Air Keras

Regional
Jelang Vaksinasi, Bio Farma dan Telkom Bangun Infrastruktur Digital Vaksin Covid-19

Jelang Vaksinasi, Bio Farma dan Telkom Bangun Infrastruktur Digital Vaksin Covid-19

Regional
Kapal Ikan China Rusak Kemudi di Natuna hingga Terapung-apung, Dievakuasi Bakamla

Kapal Ikan China Rusak Kemudi di Natuna hingga Terapung-apung, Dievakuasi Bakamla

Regional
Debat Pamungkas Pilkada Serang: Soal Pelayanan Publik, Ratu Tatu Punya 54 Aplikasi Berbasis Online, Nasrul Siapkan 326 Desa Digital

Debat Pamungkas Pilkada Serang: Soal Pelayanan Publik, Ratu Tatu Punya 54 Aplikasi Berbasis Online, Nasrul Siapkan 326 Desa Digital

Regional
Disuruh Cuci Piring dan Diimingi Uang Rp 10.000, Murid SD Dicabuli Tetangga

Disuruh Cuci Piring dan Diimingi Uang Rp 10.000, Murid SD Dicabuli Tetangga

Regional
Debat Pilkada Pematangsiantar, Paslon Tunggal Bicara Revitalisasi Posyandu hingga Rumah Adat

Debat Pilkada Pematangsiantar, Paslon Tunggal Bicara Revitalisasi Posyandu hingga Rumah Adat

Regional
Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kepala BNPB: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi

Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kepala BNPB: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi

Regional
Bos Arisan Bodong Rp 9 M Ditetapkan Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis

Bos Arisan Bodong Rp 9 M Ditetapkan Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Ada Dugaan Korupsi, Kejari Sabang Geledah Kantor Dishub, Amankan Sejumlah Dokumen

Ada Dugaan Korupsi, Kejari Sabang Geledah Kantor Dishub, Amankan Sejumlah Dokumen

Regional
Gubernur Riau dan Istri Punya Komorbid, Satgas Covid-19 Sebut Kondisinya Masih Stabil

Gubernur Riau dan Istri Punya Komorbid, Satgas Covid-19 Sebut Kondisinya Masih Stabil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X