10 Hari Setelah Tragedi Pembantaian KM Mina Sejati di Laut Aru...

Kompas.com - 26/08/2019, 06:04 WIB
Seorang ABK KM Mina Sejati dengan kepala diperban diturunkan dari KRI Teluk Lada ke Speedboat untuk diantar ke Pelabuhan Dobo,Kepulauan Aru,  Selasa (20/8/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYSeorang ABK KM Mina Sejati dengan kepala diperban diturunkan dari KRI Teluk Lada ke Speedboat untuk diantar ke Pelabuhan Dobo,Kepulauan Aru, Selasa (20/8/2019)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Ko Awi mungkin tidak menyangka bahwa Jumat, 16 Agustus 2019 menjadi awal tragedi di atas kapal yang dinahkodainya.

Entah karena alasan apa, terjadi perkelahian antar ABK. Hari itu KM Mina Sejati sedang berlayar di Laut Aru dan ada 36 orang  di atas kapal

Perkelahian pun sempat berhenti setelah sejumlah ABK melerai dan mendinginkan suasana

Namun perkelahian hari tersebut ternyata memicu pembantaian di atas kapal yang sedang berlayar di Laut Aru.

Baca juga: Pembantaian di KM Mina Sejati Berawal dari Perkelahian ABK, Ada 36 Orang di Atas Kapal

Sabtu, 17 Agustus 2019. ABK terbangun saat lonceng di kapal berbunyi. Namun mereka melihat teman-temannya telah dibunuh. Para ABK yang masih selamat berusaha menyelamatkan diri, salah satu caranya dengan menceburkan diri ke laut.

Ko Awi sang nahkoda tercatat sebagai salah satu dari 11 korban yang selamat dari insiden pembantaian di atas kapal.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ko Awi bersama 10 ABK memilih melompat ke laut dan dan ditolong oleh KM Gemilang Sejahtera yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Baca juga: Selamat dari Maut, Nahkoda KM Mina Sejati Terluka Saat Lompat ke Laut

Meski selamat, sang nahkoda mengalami luka di bagian kaki saat melompat ke laut dan sempat dirawat di Rumah Sakit Cenderawasih Dobo.

Sementara itu Angger, salah satu ABK yang selamat mengalami luka di bagian kepala dan wajah karena dibacok oleh pelaku denga parang. Angger pun harus dirujuk ke Jakarta untuk perawatan,

Tapi nasib naas menimpa Waridin dan Masrohin. Walaupun mereka berdua menyelamatkan diri dengan loncat ke laut, namun nyawa meraka tidak berhasil diselamatkan karena mereka mengalami banyak luka.

Saat dievakusi, pada tubuh Waridin dan Masrohin ditemukan luka bacok di bagian pelipis, belakang kepala, dan leher.

“Tidak dimutilasi, tapi memang ada sayatan juga di bagian leher korban,” jelas Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Aru Letkol Laut Suharto Silaban.

Baca juga: Satu Korban Pembantaian di KM Mina Sejati Akan Dirujuk ke Jakarta

 

Misteri 3 pelaku dan 20 ABK yang hilang

Sebanyak 35 Anak Buah Kapal (ABK) KM Gemilang Samudera dibawa ke Kantor Polres Kepulauan Aru, Maluku untuk dimintai keterangan soal insiden pembunuhan di atas KM Mina Sejati, Kamis (22/8/2019)KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY Sebanyak 35 Anak Buah Kapal (ABK) KM Gemilang Samudera dibawa ke Kantor Polres Kepulauan Aru, Maluku untuk dimintai keterangan soal insiden pembunuhan di atas KM Mina Sejati, Kamis (22/8/2019)
Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Aru Letkol Laut Suharto Silaban mengatakan tiga pelaku pembantaian di atas KM Mina Sejati memiliki hubungan keluarga yang sangat dekat yakni bapak, anak, dan paman.

Mereka bernama Nurul Huda, Ferri Dwi Lesmana, dan Qersim Ibnu Malik,

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X