Selamat dari Maut, Nahkoda KM Mina Sejati Terluka Saat Lompat ke Laut

Kompas.com - 24/08/2019, 19:43 WIB
sejumlah  ABK KM Mina Sejati dengan saat dievakuasi dengan menggunakan Speedboat dari KRI Teluk Lada untuk dibawa ke  Pelabuhan Dobo, Kepulauan Aru, Selasa (20/8/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYsejumlah ABK KM Mina Sejati dengan saat dievakuasi dengan menggunakan Speedboat dari KRI Teluk Lada untuk dibawa ke Pelabuhan Dobo, Kepulauan Aru, Selasa (20/8/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Nahkoda Kapal Motor (KM) Mina Sejati, Ko Awi tercatat menjadi salah satu dari 11 korban selamat saat insiden pembantaian di atas kapal yang dinahkodainya tersebut.

Ko Awi bersama 10 ABK lainnya selamat setelah mereka memilih melompat ke laut dan ditolong oleh KM Gemilang Sejahtera yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Meski selamat dari maut, namun sang nahkoda ikut terluka.

”Nahkoda kapal ikut terluka. Dia mengalami luka di bagian kakinya saat melompat ke laut,” kata Koko Rianto Perwakilan Perusahan pemilik KM Mina Jaya di Dobo ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (24/8/2019).

Baca juga: Terungkap, Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati, Begini Awal Mulanya

Dia mengatakan, Ko Awi menderita luka lecet di bagian kakinya dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit Cenderawasih Dobo.

Selain nahkoda kapal, Koko mengatakan, beberapa ABK selamat juga ikut terluka dalam insiden tersebut, salah satunya Angger yang mengalami luka di bagian wajah dan kepala.

“Ada sekitar dua atau tiga orang yang terluka, kalau Angger itu terluka karena dibacok. Besok dia akan dirujuk ke Jakarta,” ujarnya.

Baca juga: Misteri Pembantaian di KM Mina Sejati, ke Mana Hilangnya 20 ABK dan 3 Pelaku?

Dia memastikan para ABK KM Mina Sejati dalam kondisi sehat. Namun saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan di Kantor Polres Kepulauan Aru.

”Semuanya sehat dan masih menjalani pemeriksaan oleh polisi,” ujarnya.

Kepolisian sebelumnya menyebut, insiden berdarah itu bermula dari perkelahian yang terjadi antara sesama ABK di atas kapal tersebut.

Namun, apa yang melatarbelakangi terjadinya perkelahian hingga berujung pembantaian itu, polisi hingga kini masih terus mendalaminya.

“Jadi penyebabnya itu. Untuk motif dan penyebab lainnya kita masih mendalaminya karena waktunya (pemeriksaan saksi) juga bari 1x24 jam,” ujar Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Adolof Bormasa.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, 5 Kecamatan Zona Merah

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, 5 Kecamatan Zona Merah

Regional
Mulai 8 Juni 2020, Karawang Gelar Tes Swab Massal

Mulai 8 Juni 2020, Karawang Gelar Tes Swab Massal

Regional
Bertambah 71 Pasien Positif, Kasus Corona di Kalsel Capai 1.213

Bertambah 71 Pasien Positif, Kasus Corona di Kalsel Capai 1.213

Regional
Disangka Perampok ATM, Ternyata Polisi Lagi Menghisap Sabu

Disangka Perampok ATM, Ternyata Polisi Lagi Menghisap Sabu

Regional
Update Covid-19 di Sumut, Jumlah Pasien Semakin Bertambah

Update Covid-19 di Sumut, Jumlah Pasien Semakin Bertambah

Regional
Sepuluh Pasien Baru Covid-19 di Sulut, 1 dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Sepuluh Pasien Baru Covid-19 di Sulut, 1 dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan Saat Sedang Tidur

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan Saat Sedang Tidur

Regional
Jelang PSBB Tahap III Berakhir, Pasien Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah di Gresik

Jelang PSBB Tahap III Berakhir, Pasien Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah di Gresik

Regional
Terungkap, Motif Pembunuhan PSK Online di Hotel di Sleman

Terungkap, Motif Pembunuhan PSK Online di Hotel di Sleman

Regional
Berusia 84 Tahun, Nenek Ini Jadi Pasien Tertua yang Sembuh dari Covid-19 di Ambon

Berusia 84 Tahun, Nenek Ini Jadi Pasien Tertua yang Sembuh dari Covid-19 di Ambon

Regional
Ayah Perkosa Anak Gadisnya hingga Hamil, Modus Cek Keperawanan, Terungkap setelah Melapor ke Ibu

Ayah Perkosa Anak Gadisnya hingga Hamil, Modus Cek Keperawanan, Terungkap setelah Melapor ke Ibu

Regional
Seorang Ibu Tewas Ditusuk Tetangga, Diduga Persoalan Batas Tanah

Seorang Ibu Tewas Ditusuk Tetangga, Diduga Persoalan Batas Tanah

Regional
Remaja 19 Tahun Jadi Tersangka, Jual 167 Ekor Burung Cucak Hijau yang Dilindungi

Remaja 19 Tahun Jadi Tersangka, Jual 167 Ekor Burung Cucak Hijau yang Dilindungi

Regional
Risma Blusukan ke RS Temui Cleaning Service hingga Tenaga Medis, Ini yang Dilakukan

Risma Blusukan ke RS Temui Cleaning Service hingga Tenaga Medis, Ini yang Dilakukan

Regional
Klaster Jemaat HOG di Batam Bertambah, Satu Keluarga Terjangkit Corona

Klaster Jemaat HOG di Batam Bertambah, Satu Keluarga Terjangkit Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X