Thomas Bangke, Kepala BPBD NTT Dicopot dari Jabatan di Tengah Situasi Bencana, Ini Alasannya

Kompas.com - 09/04/2021, 06:15 WIB
Seorang bocah membawa karung berisi bantuan logistik untuk korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (8/4/2021). Sebanyak 55 orang meninggal, satu orang masih dalam pencarian, dan ratusan orang mengungsi akibat tanah longsor dari Gunung Ile Boleng pada Minggu (4/4).  ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRASeorang bocah membawa karung berisi bantuan logistik untuk korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (8/4/2021). Sebanyak 55 orang meninggal, satu orang masih dalam pencarian, dan ratusan orang mengungsi akibat tanah longsor dari Gunung Ile Boleng pada Minggu (4/4). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

KOMPAS.com- Di tengah bencana banjir bandang dan longsor yang melanda NTT, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT) Thomas Bangke dicopot dari jabatannya.

Gubernur secara resmi telah mencopot jabatan Thomas sebagai Kepala BPBD NTT pada Rabu (7/4/2021) malam.

Apa alasannya?

Baca juga: Gubernur Copot Kepala BPBD NTT karena Lamban Merespons Bencana

Inginkan yang bisa bekerja responsif di saat darurat

Sejumlah warga berusaha melewati jalan yang tertutup lumpur akibat banjir bandang di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/4/2021). Cuaca ekstrem akibat siklon tropis Seroja telah memicu bencana alam di sejumlah wilayah di NTT dan mengakibatkan rusaknya ribuan rumah warga dan fasilitas umum. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA Sejumlah warga berusaha melewati jalan yang tertutup lumpur akibat banjir bandang di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/4/2021). Cuaca ekstrem akibat siklon tropis Seroja telah memicu bencana alam di sejumlah wilayah di NTT dan mengakibatkan rusaknya ribuan rumah warga dan fasilitas umum. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu membenarkan perihal pencopotan tersebut.

Alasannya, Gubernur menginginkan dalam masa darurat ini, Kepala BPBD dan jajarannya seharusnya bertindak cekatan.

"Dalam penilaian Bapak Gubernur, ini kan masa darurat atau emergensi sehingga Bapak Gubernur ingin bekerja lebih cepat dan responsif," tutur Marius.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya pencopotan ini juga menjadi pelajaran bagi pimpinan organisasi perangkat daerah lainnya.

Mereka diminta cekatan memecahkan masalah, lebih-lebih mengenai bencana yang menyangkut nyawa banyak orang.

Baca juga: Ira Menerima Lamaran karena Bora Sudah Tua, Tinggal Sendiri, Ingin Rawat sampai Akhir Hayat

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Anak Terinfeksi Covid-19 Meningkat, Ganjar Minta PTM Terbatas Ditunda

Jumlah Anak Terinfeksi Covid-19 Meningkat, Ganjar Minta PTM Terbatas Ditunda

Regional
Soal KBM Tatap Muka, Dinkes Lampung Sarankan Cek Status Covid-19 di Lokasi Sekolah

Soal KBM Tatap Muka, Dinkes Lampung Sarankan Cek Status Covid-19 di Lokasi Sekolah

Regional
3 Ambulans Jemput 15 Orang Sekeluarga di Tegal yang Terpapar Covid-19

3 Ambulans Jemput 15 Orang Sekeluarga di Tegal yang Terpapar Covid-19

Regional
Ular Nyaris Merambat ke Tangan Perempuan Ini Saat Kendarai Motor, Bermula Parkir Dekat Pohon

Ular Nyaris Merambat ke Tangan Perempuan Ini Saat Kendarai Motor, Bermula Parkir Dekat Pohon

Regional
Cerita Dusun Karanglo, Warganya Sepakat “Lockdown” agar Covid-19 Tidak Meluas

Cerita Dusun Karanglo, Warganya Sepakat “Lockdown” agar Covid-19 Tidak Meluas

Regional
Larang Hajatan, Bupati Lamongan: yang Bawa Virus adalah Tamu dari Luar

Larang Hajatan, Bupati Lamongan: yang Bawa Virus adalah Tamu dari Luar

Regional
5.757 RT di Jateng Zona Merah Covid-19, Ganjar: Langsung Lockdown Saja

5.757 RT di Jateng Zona Merah Covid-19, Ganjar: Langsung Lockdown Saja

Regional
Juli 2021, Bupati Sleman Berencana Buka Sekolah Tatap Muka Terbatas

Juli 2021, Bupati Sleman Berencana Buka Sekolah Tatap Muka Terbatas

Regional
Kadinkes Pontianak Positif Covid-19, Diisolasi di RS karena CT 12,6

Kadinkes Pontianak Positif Covid-19, Diisolasi di RS karena CT 12,6

Regional
36 Anak di Surabaya Terinfeksi Covid-19, Sebagian Tertular dari Orangtua

36 Anak di Surabaya Terinfeksi Covid-19, Sebagian Tertular dari Orangtua

Regional
Upacara Kasada 2021 Suku Tengger, Jumlah Warga Dibatasi, Dijaga 200 Anggota Petugas

Upacara Kasada 2021 Suku Tengger, Jumlah Warga Dibatasi, Dijaga 200 Anggota Petugas

Regional
Satu Ruangan dengan Anggota DPRD yang Positif Covid-19, 1 Legislator Terinfeksi

Satu Ruangan dengan Anggota DPRD yang Positif Covid-19, 1 Legislator Terinfeksi

Regional
Universitas Brawijaya Terima 5.400 Peserta Seleksi Mandiri Gelombang Pertama, Masih Ada 2 Gelombang Lagi

Universitas Brawijaya Terima 5.400 Peserta Seleksi Mandiri Gelombang Pertama, Masih Ada 2 Gelombang Lagi

Regional
Banyak Pasien Covid-19 Sembuh, 'Lockdown' Desa Sidodowo Lamongan Mulai Dibuka

Banyak Pasien Covid-19 Sembuh, "Lockdown" Desa Sidodowo Lamongan Mulai Dibuka

Regional
Gempa M 5,4 Guncang Pulau Seram Maluku, Warga Panik Berhamburan

Gempa M 5,4 Guncang Pulau Seram Maluku, Warga Panik Berhamburan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X