Buah Manis Usaha Suku Bajau Jaga Hutan Bakau untuk Anak Cucu

Kompas.com - 04/10/2020, 17:17 WIB
Foto dirilis Senin (7/9/2020), memperlihatkan ratusan ikan berenang di sekitar permukiman Suku Bajau di Desa Torosiaje. Suku Bajau terkenal sebagai suku pengembara laut dan nelayan ulung dalam mencari ikan, yang kental menjaga budaya leluhur seperti tradisi, ritual dan pantangan. ANTARA FOTO/ADIWINATA SOLIHINFoto dirilis Senin (7/9/2020), memperlihatkan ratusan ikan berenang di sekitar permukiman Suku Bajau di Desa Torosiaje. Suku Bajau terkenal sebagai suku pengembara laut dan nelayan ulung dalam mencari ikan, yang kental menjaga budaya leluhur seperti tradisi, ritual dan pantangan.

Menanam bakau itu tidak mudah, apalagi di lakukan di daerah yang penuh lumpur, licin dan digenangi air.

Setelah itu juga perlu dijaga agar bibit bisa tumbuh sehat, jika ada yang mati perlu dilakukan penyulaman.

Menjaga dan merawat bakau muda ini sepeti mengasuh anak, dilakukan penuh dedikasi oleh warga Bajau.

Sambil bersampan mereka membawa bibit anakan bakau untuk disulamkan mengganti bibit yang mati.

Baca juga: Tak Punya Ladang, Suku Bajau Torosiaje Berlatih Sistem Tanam Hidroponik

Perjuangan memulihkan ekosistem perairan ini tidak mudah, bahkan niat untuk merawat kawasan hutan bakau ini berhadapan dengan upaya penebangan yang dilakukan oleh orang tertentu untuk dijadikan tambak seperti di wilayah lain di daerah ini.

Tambak udang atau bandeng memang sedang bersinar di Pohuwato.

Umar Pasandre, Ketua kelompok sadar lingkungan PaddakauangKOMPAS.COM/IST Umar Pasandre, Ketua kelompok sadar lingkungan Paddakauang

Bujuk rayu yang halus hingga ancaman kekerasan fisik diterima oleh KSL Paddakauang, tapi itu tidak menyurutkan mereka untuk terus melanjutkan keinginan mereka memiliki hutan desa yang subur dan hijau.

Hutan bakau bagi masyarakat Bajau adalah pendukung sumber penghidupan mereka.

Di hutan ini ekosistem laut akan terjaga, menyediakan ruang bagi ikan dan mata rantai makanannya untuk berkembang biak.

Iming-iming uang besar sudah biasa diterima agar mereka mau membabat hutan bakau, tapi itu tidak membuat pendirian mereka berubah.

Tahun 2009-2010 adalah marak-maraknya pembabatan hutan bakau untuk dijadikan tambak.

Baca juga: Film Dokumenter The Call From the Sea Ungkap Masalah Laut dan Suku Bajau

Bahkan hutan bakau Cagar Alam Tanjung Panjang yang jelas-jelas dijaga oleh aparat negara yang tidak jauh dari Desa Torosiaje mengalami nasib tragis, lebih dari 80 persen dibabat habis.

Bagi warga kelompok KSL Paddakauang perjuangan konservasi bukan semata-mata dinilai dengan uang, yang utama adalah membangun kebersamaan antar warga Bajau bukan kepentingan jangka panjang, menjaga bakau tetap lestari dinilai lebih bermanfaat.

Akhirnya satu persatu oknum tertentu diam, tidak lagi mengumbang iming-iming.

“Tahun 2011 kami kerja sama dengan masyarakat nelayan untuk menanam bakau seluas 2 hektar, tahun berikutnya kami mengelola Kebun Bibit Rakyat (KBR) kerja sama dengan BPDASHL Bone Bolango seluas 10 hektar,” ujar Umar Pasandre.

BPDASHL merupakan kepanjangan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

Regional
Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Regional
Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Regional
Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Regional
Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X