Buah Manis Usaha Suku Bajau Jaga Hutan Bakau untuk Anak Cucu

Kompas.com - 04/10/2020, 17:17 WIB
Kondisi hutan bakau warga bajau serumpun yang subur. Mereka memperjuangkan pelestarian hutan ini untuk kehidupan masa depan yang lebih baik. KOMPAS.COM/ROSYID A AZHARKondisi hutan bakau warga bajau serumpun yang subur. Mereka memperjuangkan pelestarian hutan ini untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.

Pemekaran desa Torosiaje ini melahirkan desa baru, Torosiaje Jaya yang berada di darat pada 2004.

Pada 2008 Dusun Beringin Jaya di Torosiaje Jaya ini berdiri sebagai desa tersendiri dengan nama Bumi Bahari.

Umar Pasandre menceritakan pada 1960 hingga 1970 banyak warga Bajau yang mengambil karang untuk dijadikan timbunan fondasi rumah mereka. 

Bahkan ada yang mencoba membuat daratan di permukiman mereka. Pengambilan karang ini dilakukan secara masif sehingga banyak merusak gugusan karang.

Baca juga: Rayakan Lebaran Hari Ke-7, Suku Bajau Serumpun Makan Ketupat dengan Ikan

Pada 8 Oktober 2009, masyarakat Desa Bajau Serumpun secara swadaya mendirikan KSL Paddakauang.

Ini adalah awal mereka secara kolektif melirik lingkungan sebagai daya dukung sumber-sumber penghidupan nelayan.

Kebersamaan ini timbul setelah warga Bajau melihat ada ancaman dan tantangan di sekitar permukiman mereka, daya dukung sumber daya alam semakin kritis.

Siswa sekolah yang tergabung dalam Pramuka dilibatkan dalam penanaman bakau di desa. Mereka akan ingat betapa sulitnya menanam bakau, mereka juga akan menjaganya.KOMPAS.COM/UMAR PASANDRE Siswa sekolah yang tergabung dalam Pramuka dilibatkan dalam penanaman bakau di desa. Mereka akan ingat betapa sulitnya menanam bakau, mereka juga akan menjaganya.

Banyak bakau ditebang untuk keperluan membangun rumah, bahan bakar atau dijual kepada orang lain.

Semakin menurunnya daya dukung lingkungan ini berdampak pada mata pencarian mereka, ikan semakin sulit didapat.

Baca juga: Harapan dari Jaring Apung di Halaman Rumah Suku Bajau...

Akhirnya mereka menyadari pemanfaatan sumber daya alam harus mendukung kehidupan warga Bajau hingga anak cucu, tidak hanya bakau, terumbu karang habitat ikan juga harus lestari.

“Pada tahun 2010 kami melalui program Susclam (Sustainable Coastal Livelihoods and Management) melakukan penanaman bakau seluas 5 hektar, ini awal PSL Paddakauang melaksanakan penghijauan,” tutur Umar Pasandre.

Suclam atau Tomini Bay Sustainable Coastal Livelihoods and Management merupakan program yang bertujuan untuk menguatkan pengelolaan ekosistem Teluk Tomini yang lestari dalam kerangka untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Semoga Meringankan Hukuman, atau...

Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Semoga Meringankan Hukuman, atau...

Regional
Oknum Perangkat Desa Paksa Anaknya Pukul Bocah yang Menangis Minta Maaf, Ini Kata Polisi

Oknum Perangkat Desa Paksa Anaknya Pukul Bocah yang Menangis Minta Maaf, Ini Kata Polisi

Regional
Puting Beliung di Pekalongan, Belasan Rumah dan Satu Mushala Rusak

Puting Beliung di Pekalongan, Belasan Rumah dan Satu Mushala Rusak

Regional
Ratusan Warga Desa Mengungsi karena Tanah Retak, Sekda Nganjuk: Kami Baru Edukasi Soal Mitigasi

Ratusan Warga Desa Mengungsi karena Tanah Retak, Sekda Nganjuk: Kami Baru Edukasi Soal Mitigasi

Regional
Usai Dilantik, Bupati Kendal Dibawa ke Pendopo dengan Kereta Kencana

Usai Dilantik, Bupati Kendal Dibawa ke Pendopo dengan Kereta Kencana

Regional
Wali Kota Pekalongan Ziarah ke Makam Ayah dan Kakaknya Usai Dilantik

Wali Kota Pekalongan Ziarah ke Makam Ayah dan Kakaknya Usai Dilantik

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Febuari 2021

Regional
Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Regional
Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Regional
Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

Regional
Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

Regional
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X