Kaleidoskop 2019: 9 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Bupati Mesuji Khamami hingga Bupati Bengkayang Suryadman

Kompas.com - 27/12/2019, 06:07 WIB
Bupati Mesuji Khamami mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan terkait operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (25/1/2019). KPK menahan lima tersangka terkait OTT kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji, yakni Bupati Mesuji Khamami dan adiknya Taufik Hidayat, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji Wawan Suhendra, pemilik PT Jasa Promix Nusantara dan PT Secilia Putri Sibron Azis serta Kardinal selaku swasta. ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGABupati Mesuji Khamami mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan terkait operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (25/1/2019). KPK menahan lima tersangka terkait OTT kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji, yakni Bupati Mesuji Khamami dan adiknya Taufik Hidayat, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji Wawan Suhendra, pemilik PT Jasa Promix Nusantara dan PT Secilia Putri Sibron Azis serta Kardinal selaku swasta.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Saat memperingati Hari Antikorupsi Sedunia di SMK 57 Jakarta, Senin (9/12/2019) lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa korupsi menghancurkan kehidupan negara dan masyarakat.

Di hadapan para siswa yang hadir, Jokowi mengatakan nilai-nilai antikorupsi harus ditanamkan sejak usia dini. Selain itu ia mengingatkan pada siswa bahwa korupsi sekecil apa pun tidak dibenarkan.

Namun sepanjang tahun 2019, ada beberapa kepala daerah di sejumlah daerah di Indonesia terjerat kasus korupsi.

Di awal tahun 2019, tepatnya Rabu (23/1/2019) Bupati Mesuji Khamami terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi ( OTT KPK)

Khamami diduga menerima uang Rp 1,28 miliar sebagai fee pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji tahun anggaran 2011.

Kasus OTT KPK yang juga mendapatkan perhatian publik adakah penangkapan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun pada Rabu, 10 Juli 2019.

Ia disebut menerima suap sebesar Rp 45 juta dan 11.000 dolar Singapura dari pengusaha bernama Kock Meng dan seorang nelayan bernama Abu Bakar terkait izin lokasi rencana reklamasi di Kepulauan Riua.

Berikut 9 kasus OTT KPK sepanjang tahun 2019 yang dirangkum Kompas.com:

1. Bupati Mesuji Khamami

Rabu (23/1/2019). Bupati Mesuji Khamami ditangkap saat OTT KPK. Selain Khamami, KPK juga mengamankan adik Khamami, Taufik Hidayat dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wawan Suhendra yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Selain itu KPK juga menetapkan pemilik PT Jasa Promix Nusantara (PT JPN) dan PT Secilia Putri (PT SP) Sibron Azis dan seorang swasta bernama Kardinal sebagai tersangka pemberi suap.

Khamami adalah kepala daerah ke-107 yang dijerat KPK. Ia diduga menerima uang sebesar Rp 1,28 miliar terkait fee pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji tahun anggaran 2018.

Khamami awalnya adalah pengembang pupuk dan pestisida di Kabupaten Tulang Bawang dan Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah sejak tahun 1998.

Baca juga: OTT Bupati Mesuji, Uang Miliaran Dititipkan di Toko Ban hingga Ditahan KPK

Ia kemudian maju menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2009-2014 dari Partai Demokrasi Kebangsaan.

Khamami lolos dalam Pilkada 2012 dan menjadi Bupati Mesuji periode 2012-2016 bersama (almarhum) Ismail Ishak.

Namun pelantikan pasangan ini dilakukan di rumah tahanan di Menggala karena Ismail tersandung kasus korupsi.

Pada Pilkada 2017, Khamami kembali lolos sebagai Bupati Mesuji dengan dukungan PKB, Nasdem, PKS, Golkar, Demokrat, dan PAN.

Berdasarkan pantauan pada aplikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), harta kekayaan Khamami mengalami peningkatan dari tahun 2011 hingga 2016.

Saat 2011 tercatat harta kekayaan Khamami adalah Rp 14 miliar. Lalu pada tahun 2016 meningkat menjadi Rp 22 miliar.

Baca juga: Profil Bupati Mesuji Khamami: Pengusaha Pupuk yang 2 Kali Menang Pilkada hingga Kena OTT KPK

 

2. Bupati Talaud Sri Wahyumi

Bupati nonaktif Talaud, Sri Wahyumi Maria bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jumat (17/5/2019). Sri Wahyumi Maria Manalip menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan barang atau jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun Anggaran 2019. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz.ANTARA FOTO/Aprillio Akbar Bupati nonaktif Talaud, Sri Wahyumi Maria bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jumat (17/5/2019). Sri Wahyumi Maria Manalip menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan barang atau jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun Anggaran 2019. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz.
Selasa (30/4/2019), Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penyalahgunaan APBD 2018 Kabupaten Talaud.

Ia ditangkap jam 11.20 WITA di Kantor Bupati Kabupaten Talaud.

Kala itu, tim KPK mengamankan barang bukti berupa barang dan uang dengan nilai sekitar 512 juta.

Barang yang diamankan antara lain tas merk Channel senilai Rp 97,36 juta, jam tangan merk Rolex senilai Rp 224,5 juta, tas merek Balenciaga senilai Rp 32,99 juta, anting berlian senilai Rp 32,07 juta, cincin berlian senilai Rp 76,92 juta dan uang tunai sekitar Rp 50 juta.

Baca juga: Seusai Makan di Restoran, Saksi Sebut Bupati Talaud Minta Dibelikan Tas

Sri Wahyumi diduga meminta fee sekitar 10 persen kepada kontraktor terkait dua proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Talaud yakni Pasar Lirung dan Pasar Beo.

"Sempat dibicarakan permintaan tas bermerk Hermes dan bupati tidak mau tas yang dibeli sama dengan tas yang sudah dimiliki oleh seorang pejabat perempuan lain di sana," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Selain jadi bupati, Sri Wahyumi adalah istri seorang hakim aktif di Pengadilan Tinggi Manado bernama Armindo Pardede.

Armindo Armindo pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Manado pada periode 2013-2014.

Baca juga: Bupati Talaud Sri Wahyumi Ditangkap KPK, Anak-anak Tinggal di Kontrakan dan Suami Dirawat

 

3. Bupati Kudus Mohammad Tamzil

Tersangka terkait dugaan kasus suap pengisian jabatan perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Kudus tahun 2019,  Bupati Kudus 2018-2023 Muhammad Tamzil (kiri) memasuki mobil yang akan membawa ke penjara usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (27/7/2019). Pasca terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan barang bukti senilai Rp170 juta, Muhammad Tamzil akan ditahan bersama Plt Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus Akhmad Sofyan dan Staf Khusus Bupati Kudus Agus Soeranto. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Tersangka terkait dugaan kasus suap pengisian jabatan perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Kudus tahun 2019, Bupati Kudus 2018-2023 Muhammad Tamzil (kiri) memasuki mobil yang akan membawa ke penjara usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (27/7/2019). Pasca terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan barang bukti senilai Rp170 juta, Muhammad Tamzil akan ditahan bersama Plt Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus Akhmad Sofyan dan Staf Khusus Bupati Kudus Agus Soeranto. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.
Jumat (26/7/2019), Bupati Kudus Mohammad Tamzil terjaring operasi tangkap tangan oleh KPK.

Penangkapan itu bukan yang pertama. Tamzil sebelumnya pernah ditahan terkait kasus korupsi pengadaan sarana dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus tahun 2014.

Setelah keluar dari penjara, ia kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus pada Pilkada 2018. Ia dan Hartopo diusung Partai Hanura, PPP, dan PKB.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan Tamzil diamankan bersama 9 orang lainnya antara lain staf dan ajudan serta calon kepala dinas setempat.

Baca juga: Jual Beli Jabatan hingga Jadi Tersangka KPK, Bupati Kudus Dinilai Nekat

"Dugaan pemberian suap ini terkait dengan pengisian jabatan di Kabupaten Kudus. Ada uang yang sudah diamankan oleh tim KPK, yang masih dihitung. Kami menduga terjadi sejumlah pemberian terkait pengisian jabatan ini," kata dia.

KPK menduga akan terjadi transaksi suap terkait pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Saat OTT, tim KPK mengamankan uang sekitar Rp 200 juta dalam pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000.

Dikutip dari situs Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 17 Januari 2018, kekayaan Tamzil senilai Rp 912.991.616.

Baca juga: 4 Fakta Kasus Dugaan Suap Bupati Kudus, Terancam Hukuman Mati hingga Periksa Mobil Terrano

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ngebut, Pajero Tabrak 1 Mobil dan 2 Motor di Jembatan Ampera, 2 Terluka

Ngebut, Pajero Tabrak 1 Mobil dan 2 Motor di Jembatan Ampera, 2 Terluka

Regional
Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Regional
Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Regional
3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

Regional
Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Regional
Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Regional
Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Regional
Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Regional
Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Regional
Video Viral Warga Jarah Muatan Truk yang Terguling, Ini Faktanya

Video Viral Warga Jarah Muatan Truk yang Terguling, Ini Faktanya

Regional
Melihat Rumah Singgah Anak Penderita Kanker di Aceh, Saat Pasien Layaknya Keluarga

Melihat Rumah Singgah Anak Penderita Kanker di Aceh, Saat Pasien Layaknya Keluarga

Regional
'Jangan Sia-siakan Pengorbanan Tenaga Kesehatan'

"Jangan Sia-siakan Pengorbanan Tenaga Kesehatan"

Regional
Gunung Semeru Meletus, Seluruh Pendaki Dipastikan Sudah Turun

Gunung Semeru Meletus, Seluruh Pendaki Dipastikan Sudah Turun

Regional
Gunung Semeru Meletus, Truk dan Alat Berat Penambang Pasir di Lumajang Terjebak Lahar Panas

Gunung Semeru Meletus, Truk dan Alat Berat Penambang Pasir di Lumajang Terjebak Lahar Panas

Regional
Status Tanggap Darurat Bencana Merapi di Sleman Diperpanjang hingga Akhir Desember

Status Tanggap Darurat Bencana Merapi di Sleman Diperpanjang hingga Akhir Desember

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X