5 Fakta Dampak Kabut Asap Karhutla, Udara Tak Sehat hingga Menyiksa Rakyat

Kompas.com - 16/09/2019, 06:16 WIB
Kabut asap masih pekat menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (15/9/2019). KOMPAS.COM/IDONKabut asap masih pekat menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (15/9/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Provinsi Riau, menimbulkan dampak yang sangat besar. Salah satunya kabut asap yang pekat menyelimuti Bumi Lancang Kuning.

Sebagaimana diketahui, hingga kini, masih terdapat sejumlah titik api di lahan gambut, yang tersebar di beberapa wilayah di Bumi Lancang Kuning. Seperti di Pekanbaru, Pelalawan, Siak, Bengkalis, Dumai, Kampar, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

Sementara tim Satgas Karhutla di Riau, yang terdiri dari TNI, kepolisian, BPBD, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api, masih berjibaku memadamkan api. Bahkan, ada petugas yang sampai tidur di hutan demi memadamkan api.

Baca juga: Pemprov Riau Buka 14 Posko Bagi Korban Asap Pekanbaru, Ini Daftarnya

Namun, berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kabut asap tidak hanya akibat karhutla di Riau sendiri. Tapi juga disebut asap kiriman dari karhutla di Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel).

Berikut ini 5 fakta dampak kabut asap karhutla, yang dirangkum Kompas.com, Senin (16/9/2019).

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X