Duduk Perkara Rencana Kontroversi Gubernur NTT Tutup Pulau Komodo

Kompas.com - 08/09/2019, 09:10 WIB
Pulau Komodo di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) akan ditutup pemerintah mulai 2020 untuk kepentingan konservasi AntaranewsPulau Komodo di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) akan ditutup pemerintah mulai 2020 untuk kepentingan konservasi

KUPANG, KOMPAS.com - Suasana pagi itu cukup ramai. Berkumpul puluhan pengusaha muda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), di lantai empat gedung Graha Pena Timor Expres, Jawa Pos Grup.

Udara dalam ruangan terasa sejuk, lantaran hembusan pendingin ruangan terasa kuat hingga menembus tulang.

Hari itu, Rabu (16/1/2019), digelar kegiatan diskusi tentang ekonomi, yang menghadirkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai pembicara.

Selain orang nomor satu di provinsi kepulauan, ada juga sejumlah pembicara lainnya yang turut hadir.

Sebut saja Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Prof Fredrik Lukas Benu dan Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto.

Kehadiran Viktor, memang sangat dinantikan oleh para pengusaha muda, karena memang latar belakang politisi partai Nasdem itu adalah seorang pengusaha sukses di Tanah Air.

Selain itu, gaya bicara Viktor yang ceplas ceplos yang kerap menjadi kontroversi, membuat sosok itu sebagai magnet tersendiri bagi warganya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Viktor kemudian bicara tentang ekonomi nasional dan potensi ekonomi di NTT.

Puncaknya, dalam pembicaraan itu, Viktor sempat menyinggung soal rencana ingin menutup Pulau Komodo di Kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

"Kami akan tutup Pulau Komodo. Kami menyiapkan dana sebesar Rp 100 miliar untuk membenahi Pulau Komodo dan kami akan mendesainnya lebih bagus lagi," tegas Viktor.

Baca juga: Warga Tolak Direlokasi dari Pulau Komodo, Ini Kata Gubernur NTT

Menurut Viktor, dana itu disiapkan jika pengelolaan Taman Nasional Komodo diserahkan Pemerintah Pusat ke Pemerintah Provinsi NTT.

"Kalau dikelola oleh Pemerintah Pusat, tentu akan sedikit bermasalah karena rentang kendalinya jauh. Kalau diserahkan ke provinsi, maka Tahun 2019 kita langsung anggarakan Rp 100 miliar," tegas Viktor.

Viktor mengaku, jika diserahkan pengelolaan ke provinsi, pihaknya akan langsung menutupnya.

Setelah ditutup dan tidak dikunjungi wisatawan, maka pihaknya tetap bersyukur karena Taman Nasional Komodo, tidak boleh sembarang dikunjungi orang.

Dana ratusan miliar itu kata Viktor, disiapkan untuk menata Taman Nasional Komodo, termasuk makanan untuk komodo, yang kata Viktor, selama ini kurang tersedia.

"Nanti setelah ditutup, lalu kita akan ribut dan tentu presiden akan turun tangan supaya punya daya magis," ujar Viktor.

Setelah membuat pernyataan tersebut, seminggu kemudian, Viktor lalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat soal rencana besarnya itu, karena pengelolaan Taman Nasional Komodo adalah kewenangan pemerintah pusat.

"Tapi pandangan ibu Menteri Lingkungan Hidup, secara pribadi beliau sangat setuju karena kita ingin agar ada revitalisasi dan konservasi Pulau Komodo," tegas Viktor Laiskodat kepada sejumlah wartawan di Kupang, Selasa (22/1/2019).

Viktor menyebut, revitalisasi dan konservasi menjadi alasan utama dirinya menutup Taman Nasional Komodo.

"Pulau Komodo ini kita revitalisasi sehingga menjadi taman yang indah, kemudian rantai makan seperti kerbau dan rusa itu selalu tersedia dan banyak," ucap dia.

Untuk revitalisasi, Pemprov NTT akan memperbaiki ketersediaan makanan untuk komodo. Juga, akan menata taman bunga di wilayah Taman Nasional Komodo secara baik.

Viktor secara tegas menyebutkan bahwa Pulau Komodo ada ditutup per 1 Januari 2020 mendatang.

Hanya Pulau komodo yang akan ditutup selama setahun. Sedangkan sejumlah pulau lainnya di Kawasan Taman Nasional Komodo seperti Pulau Rinca, Pulau Padar dan sejumlah pulau lainnya tetap dikunjungi.

Lapor ke Presiden Jokowi

Komitmen Viktor untuk menutup Pulau Komodo tetap kuat. Buktinya pada Senin (8/4/2019), Viktor pun langsung menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo, saat kampanye pemilihan presiden di Kupang.

"Saya kemarin bicara serius dengan Presiden Jokowi tentang Pulau Komodo. Saya sampaikan bahwa Bapak harus tutup dan beliau sepakati untuk tutup," ucap Viktor, saat berbicara dalam dialog dengan pimpinan lembaga keagamaan NTT, di Hotel Aston Kupang, Selasa (9/4/2019).

Jokowi, kata Viktor, menyampaikan bahwa memang lebih baik Pulau Komodo ditutup selama satu tahun agar ditata ulang.

Di hadapan Presiden Jokowi, Viktor menyampaikan Pulau Komodo masuk kategori wisata kelas mewah, karena itu wisatawan pun harus kelas menengah ke atas.

"Kita butuh 50.000 orang kaya yang tersebar di dunia untuk berkunjung ke Pulau Komodo, tentu dengan catatan setiap orang per tahunnya 1.000 dollar AS," ujar dia.

Sedangkan untuk pembiayaan Pulau Komodo, lanjut Viktor, Jokowi mengaku akan berbicara dengan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Kontroversi

Rencana penutupan Pulau Komodo, menjadi kontroversi yang panjang. Ada yang menolak, ada pula yang mendukung.

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours dan Travel Agencies (Asita) cabang Kabupaten Manggarai Barat, menolak keras rencana itu.

"Kami sudah melakukan pertemuan dengan seluruh pelaku pariwisata di Manggarai tentang rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang disampaikan Gubernur NTT untuk menutup Taman Nasional Komodo selama setahun. Hasil pertemuan itu, Asita Manggarai Barat dan seluruh pelaku pariwisata menolak rencana itu," kata Ketua Pelaksana Harian Asita Cabang Manggarai Barat, Donatur Matur kepada Kompas.com, Selasa (22/1/2019).

Matur mengatakan, pernyataan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di publik tentang rencana menutup TN Komodo selama setahun, membuat pelaku pariwisata di Manggarai Barat serta Asita cabang Manggarai Barat tidak tenang.

Wisatawan asing dan agen perjalanan wisata dunia terus bertanya kepada Asita Manggarai Barat tentang rencana tersebut.

"Kami mendapatkan surat elektronik melalui email dan pesan WhatsApp yang berkaitan dengan rencana penutupan Taman Nasional Komodo tersebut. Banyak wisatawan mancanegara yang membatalkan perjalanan wisata ke Taman Nasional Komodo. Sebaiknya pemimpin NTT membuat kajian-kajian terlebih dahulu sebelum membuat pernyataan di publik," kata dia.

Matur mengatakan, awal tahun 2019 ini, ada tiga pernyataan Gubernur NTT tentang Manggarai Barat.

Pertama, rencana menaikkan tarif masuk ke TN Komodo. Kedua, rencana tidak memberikan izin untuk membangun hotel melati di Labuan Bajo.

Ketiga, rencana penutupan TN Komodo selama setahun. Pernyataan-pernyataan ini, memberikan dampak yang merugikan masyarakat Manggarai Barat, pelaku pariwisata, dan lembaga pariwisata.

Menurut Matur, sebaiknya Gubernur NTT sebagai pemimpin harus fokus dalam memberikan pernyataan publik. Satu pernyataan belum dilaksanakan, muncul pernyataan berikutnya.

Pihaknya berharap, pernyataan publik seorang pemimpin memberikan kesejukan kepada rakyat dan pelaku pariwisata di Manggarai Barat.

Baca juga: Polemik Suku Komodo di Pulau Komodo, Dianggap Penduduk Liar hingga Wacana Relokasi

"Pemimpin NTT sebaiknya membuat kajian-kajian terlebih dahulu sebelum membuat pernyataan di publik," harap dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.