Kapolda Sumsel Sebut Anak Buahnya yang Diduga Terlibat Salah Tangkap Kasus Pemerkosaan Bidan Terancam Pidana

Kompas.com - 03/03/2019, 08:30 WIB
Harismail alias Ujang (25) korban aksi salah tangkap yang diduga dilakukan oleh oknum polisi kondisinya kini mulai membaik setelah empat hari menjalani perawatan di rumah sakit Bhayangkara Palembang, Selasa (26/2/2019). ISTIMEWAHarismail alias Ujang (25) korban aksi salah tangkap yang diduga dilakukan oleh oknum polisi kondisinya kini mulai membaik setelah empat hari menjalani perawatan di rumah sakit Bhayangkara Palembang, Selasa (26/2/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Oknum Polisi yang diduga melakukan penculikan serta penganiayaan terhadap Harismail alias Ujang (25), saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumatera Selatan .

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnian Adinegara mengatakan, oknum polisi yang diduga terlibat dalam kasus penculikan buruh batu tersebut bakal dikenakan pidana atas tindakan mereka.

"Keterlibatan oknum yang menculik, saya tindak pidana umum. Namanya menculik, itu mengambil seseorang, mengambil kemerdekaan. Dia di bawah kekuasaan seseorang, bisa kenakan pasal penculikan," kata Zulkarnian, saat berada di Polresta Palembang, Sabtu (2/3/2019).


Baca juga: Fakta Kasus Pemerkosaan Bidan Y: Korban Salah Tangkap Oknum Polisi Minta Keadilan

Zulkarnain menyebut, keterlibatan anggota dalam aksi penculikan terhadap Haris sangat kuat. Di mana korban dipaksa untuk mengaku telah memperkosa seorang bidan berinisial Y.

Ia menyayangkan tindakan gegabah yang dilakukan oleh anak buahnya tersebut.

"Propam sudah diturunkan. Ya mungkin saja walaupun dia tidak bisa menjelaskan, siapa yang menculik itu, tapi ini kan ada korelasi (kaitan dengan polisi), mungkin ada semangatnya pak polisi yang mau mengungkap, tapi ini dia tangkap dasarnya enggak jelas," ujar dia.

Kasus bidan Y sendiri menurut Zulkarnain sulit diungkap lantaran minimnya alat bukti oleh penyidik. Sebab, barang bukti berupa sperma tak ditemukan petugas baik dari tubuh korban maupun di lokasi rumah.

"Kasus bidan itu enggak ada bukti, pengakuan itu cuma satu bukti loh. Kalau dalam kasus perlu dua alat bukti," ungkap dia. 

Haris sebelumnya ditemukan dalam kondisi lemas dan babak belur dipinggir jalan kawasan Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, pada Sabtu (23/2/2019) kemarin. Kala itu, korban ditemukan oleh warga dan melaporkannya ke polsek setempat.

Baca juga: 6 Fakta Salah Tangkap di Palembang, Korban Babak Belur hingga Pelaku Diduga Oknum Polisi

Pihak polsek pun langsung membawa korban ke RS Bhayangkara Palembang lantaran diduga menjadi korban pengeroyokan.

Setelah menjalani perawatan, barulah diketahui jika Haris diculik sekelompok orang diduga okum polisi dan memaksanya mengaku sebagai pelaku pemerkosa bidan berinisial Y.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara juga tak menampik jika aksi penculikan buru itu melibatkan oknum polisi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diusung PDI-P di Pilkada Ngawi, Ini Kata Dwi Rianto Jatmiko

Diusung PDI-P di Pilkada Ngawi, Ini Kata Dwi Rianto Jatmiko

Regional
Viral Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang, Pemkab Akan Laporkan Penyebar Video ke Polisi

Viral Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang, Pemkab Akan Laporkan Penyebar Video ke Polisi

Regional
Final Persija Vs Persebaya, Polisi Siapkan 7.000 Personel hingga Gelar Nonbar

Final Persija Vs Persebaya, Polisi Siapkan 7.000 Personel hingga Gelar Nonbar

Regional
Kisah Pelajar Pedalaman Flores, Bertaruh Nyawa Menyeberangi Sungai

Kisah Pelajar Pedalaman Flores, Bertaruh Nyawa Menyeberangi Sungai

Regional
Dituduh Menculik Anak, Nenek Pemulung: Untuk Apa, Hidup Saya Sendiri Sudah Susah

Dituduh Menculik Anak, Nenek Pemulung: Untuk Apa, Hidup Saya Sendiri Sudah Susah

Regional
Seorang Ibu Pergoki Anaknya yang Berusia 8 Tahun Dicabuli Tetangga

Seorang Ibu Pergoki Anaknya yang Berusia 8 Tahun Dicabuli Tetangga

Regional
Ini Upaya Pemerintah Kota Semarang Perangi Narkoba

Ini Upaya Pemerintah Kota Semarang Perangi Narkoba

Regional
Pilkada Sulut 2020, Pengamat: PDI-P Paling Siap, Nasdem Dilema

Pilkada Sulut 2020, Pengamat: PDI-P Paling Siap, Nasdem Dilema

Regional
Remas Payudara Remaja Putri Lagi Joging, Mahasiswa Ini Diburu Polisi

Remas Payudara Remaja Putri Lagi Joging, Mahasiswa Ini Diburu Polisi

Regional
Calon Kepala Daerah dari PDI-P di 6 Daerah di Jateng Berpotensi Lawan Kotak Kosong

Calon Kepala Daerah dari PDI-P di 6 Daerah di Jateng Berpotensi Lawan Kotak Kosong

Regional
Stok Air di Batam Hanya Cukup Sampai Mei, Warga Batam Diimbau Berdoa

Stok Air di Batam Hanya Cukup Sampai Mei, Warga Batam Diimbau Berdoa

Regional
Oknum Polisi Jadi Kurir 35 Kg Sabu di Riau, BNN Minta Pelaku Digantung

Oknum Polisi Jadi Kurir 35 Kg Sabu di Riau, BNN Minta Pelaku Digantung

Regional
Jalan Pangkal Flyover di Muara Enim Ambles, 4.700 Warga Terancam Terisolasi

Jalan Pangkal Flyover di Muara Enim Ambles, 4.700 Warga Terancam Terisolasi

Regional
Diperiksa, Penganiaya Bocah 7 Tahun hingga Tewas Malah Tidur Pulas sampai Ngorok

Diperiksa, Penganiaya Bocah 7 Tahun hingga Tewas Malah Tidur Pulas sampai Ngorok

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Olahraga Pagi di Pantai Kuta Mandalika

Wapres Ma'ruf Amin Olahraga Pagi di Pantai Kuta Mandalika

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X