Protes Komentar di Facebook, Warga Blokade Jalan Trans-Sulawesi

Kompas.com - 15/08/2018, 11:37 WIB
Protes komentar di Facebook, warga Mamasa Sulawesi Barat memblokade akses Jalan Trans Sulawesi sambil membakar kayu dan sampah di tengah jalan hinga tak bisa dilalui kendaraan, Rabu (15/8/2018). KOMPAS.ComProtes komentar di Facebook, warga Mamasa Sulawesi Barat memblokade akses Jalan Trans Sulawesi sambil membakar kayu dan sampah di tengah jalan hinga tak bisa dilalui kendaraan, Rabu (15/8/2018).

MAMASA, KOMPAS.com — Akses Jalan Trans-Sulawesi di Km 5 Desa Bombonglambe, Kecamatan Mamasa, diblokade warga, Rabu (15/8/2018). Warga memasang palang jalan sambil membakar kayu dan sampah di jalan tersebut.

Aksi warga ini dipicu komentar sejumlah netizen di media sosial Facebook yang dinilai memfitnah dan memojokkan salah seorang kerabat mereka. 

Awalnya, beberapa hari lalu, seorang siswa SMP atas nama Marleni terjatuh ke sungai dan terseret arus hingga meninggal dunia.

Sejumlah pengguna Facebook mengunggah foto Marleni di Facebook yang dikomentari oleh salah satu akun bernama Jerni Lean.

Baca juga: Ada Truk Terperosok, Jalan Trans Sulawesi Macet Total Selama 2 Jam

 

Dalam komentarnya, Jerni mengaitkan kematian Marleni dengan penemuan mayat bayi yang dibuang di tong sampah hingga menghebohkan warga Mamasa beberapa hari lalu.

Keluarga Marleni tak terima dengan komentar tersebut. Mereka melakukan aksi palang jalan di Jalan Poros–Mamasa, tepat di depan rumah Marleni.

Protes cuitan di facebook warga Mamasa sulawesi barat memblokade akses jalan trans sulawesi sambil membakar kayu dna smpah di tengah jalan hinga tak bisa dilalui kendaraan, Rabu (15/8/2018)KOMPAS.Com Protes cuitan di facebook warga Mamasa sulawesi barat memblokade akses jalan trans sulawesi sambil membakar kayu dna smpah di tengah jalan hinga tak bisa dilalui kendaraan, Rabu (15/8/2018)
Akibat aksi palang dengan membakar sejumlah kayu dan sampah di tengah jalan ini, kemacetan kendaraan tak terhindarkan.

Seorang keluarga korban, Jhonson, mengatakan bahwa aksi palang jalan itu dilakukan sebagai bentuk protes keluarganya terhadap sejumlah komentar di akun Facebook yang memfitnah dan memojokkan martabat dan kehormatan keluarganya.

“Komentar-komentar yang tidak bertanggung jawab itu sangat mencederai kehormatan keluarga almarhum yang saat ini sedang berduka,” kata Jhonson.

Berkat negosiasi aparat desa dan petugas kepolisan, keluarga Marleni akhirnya bersedia membuka palang dan menghentikan bakar kayu dan sampah di tengah jalan. Polisi berjanji akan mengusut kasus tersebut.

Baca juga: Banjir di Luwu, 2 Rumah Rusak, Jalan Trans Sulawesi Sempat Lumpuh

Kasus peghinaan ini juga sudah dilaporkan ke pihak Polres Mamasa. 

Protes cuitan di facebook warga Mamasa sulawesi barat memblokade akses jalan trans sulawesi sambil membakar kayu dna smpah di tengah jalan hinga tak bisa dilalui kendaraan, Rabu (15/8/2018)KOMPAS.Com Protes cuitan di facebook warga Mamasa sulawesi barat memblokade akses jalan trans sulawesi sambil membakar kayu dna smpah di tengah jalan hinga tak bisa dilalui kendaraan, Rabu (15/8/2018)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X