BBKSDA Riau dan Warga Selamatkan Tapir yang Terjebak Selama 5 Hari

Kompas.com - 31/07/2018, 11:30 WIB
Seekor Tapir yang terjebak ke dalam lobang galian WC di Desa Cipang Kanan, Rokan IV Koto, Rohul, Riau. Dok BBKSDA Riau KOMPAS.com/IDON TANJUNGSeekor Tapir yang terjebak ke dalam lobang galian WC di Desa Cipang Kanan, Rokan IV Koto, Rohul, Riau. Dok BBKSDA Riau

PEKANBARU, KOMPAS.com - Seekor tapir ditemukan terjebak ke dalam lobang di Dusun Kubang Buaya, Desa Cipang Kanan, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Satwa dengan nama latin Tapirus indicus itu akhirnya berhasil diselamatkan petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ( BBKSDA) dan warga tempatan.

" Tapir ini terjebak ke dalam lobang galian pembuangan (WC) dengan kedalaman 2,5 meter selama lima hari. Kemudian dievakuasi dengan cara menggali bagian samping lobang agar Tapir bisa keluar sendiri," ucap Suharyono pada Kompas.com, Selasa (31/7/2018).

Dia menjelaskan, penyelamatan Tapir ini berawal dari laporan Kepala Desa Cipang Kanan, Abdi, Sabtu (21/7/2018) bahwa seekor Tapir terjebak ke dalam lobang galian (WC).

"Selama lima hari Tapir terjebak di lobang, warga tidak berani mengambil tindakan. Hanya saja warga memberikan makan dedaunan. Kondisinya sehat," ungkap Suharyono.

Baca juga: 2 Kambing Warga Dimangsa Anak Harimau yang Sedang Belajar Berburu

Di desa itu warga mengenal Tapir dengan nama Cipan. Tapir adalah salah satu satwa dilindungi dengan UU nomor 7 tahun 1999. Hewan ini tergolong langka di wilayah Sumatera.

"Secara umum, pengetahuan warga desa terhadap Tapir ini sangat minim. Warga juga mengaku Tapir salah satu satwa berhantu," kata Suharyono.

Dia menuturkan, Desa Cipang Kanan terletak di ujung Provinsi Riau yang berbatasan dengan Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) yang dibatasi pegunungan Bukit Barisan.

"Desa ini dulunya hanya dapat dijangkau melalui angkutan sungai dari Ujung Batu, Rokan hulu dengan waktu tempuh satu hari," kata Suharyono.

Namun, sambung dia, sekarang sudah dapat dijangkau dengan jalan darat walaupun sulit untuk dilalui.

"Kalau dari Pekanbaru jarak tempuh sekitar 7 jam," kata Suharyono.

Baca juga: Ditinggal Induknya, Anak Gajah Ini Alami Gizi Buruk

Dia mengatakan, warga Desa Cipang Kanan secara umum sangat takut dengan Tapir. Karena cerita yang turun temurun, Tapir dianggap satwa misterius.

Suharyono mengaku sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh aparat dan masyarakat Desa Cipang Kanan.

"Saya berterima kasih dan apresiasi warga yang telah membantu kita menyelamatkan Tapir ini," ucapnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X