Kompas.com - 07/09/2021, 11:00 WIB
Ilustrasi siswa DOK. PIXABAYIlustrasi siswa

MADIUN, KOMPAS.com- Pemerintah Kota Madiun segera menggelar pembelajaran tatap muka dengan skala terbatas.

Hal ini dilakukan setelah pemerintah pusat menurunkan level PPKM untuk bumi pecel dari empat ke level tiga.

“Kami sudah siap (menggelar PTM). Tinggal menunggu status saja karena sarana dan prasarana sudah siap. Apalagi tenaga pendidikan dan tenaga sekolah sudah divaksin semua,” kata Walikota Madiun, Maidi kepada Kompas.com, Selasa (7/9/2021) pagi.

Baca juga: Uniknya Kereta Kafe dan Museum di Madiun, Bisa Makan di Dalam Kereta

Maidi menyatakan secepatnya Pemkot Madiun menggelar PTM dengan skala terbatas.

Bahkan sambil menyiapkan pelaksanaan PTM skala terbatas, Pemkot Madiun masif memvaksinasi anak-anak SMP.

Mantan Sekda Kota Madiun itu menargetkan seluruh siswa SMP di bumi pecel sudah disuntik vaksin covid-19 minggu ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya itu, Maidi juga akan melakukan rapid antigen seluruh siswa SMP setelah satu minggu siswa mengikuti PTM terbatas.

“Satu minggu masuk, tim rapid antigen saya turunkan. Jadi anak-anak yang ada disini itu anak sehat ketemu anak sehat,” ungkap Maidi.

Baca juga: Cari Warga Positif Covid-19, Wali Kota Madiun Gencarkan Rapid Antigen

Pengecekan rapid antigen bagi siswa yang mengikuti PTM, kata Maidi, untuk memastikan agar semua siswa dan guru yang mengikuti PTM dalam kondisi bebas dari covid-19.

Ia tidak menginginkan ada satu atau beberapa anak tidak sehat dapat menularkan ke siswa lainnya.

“Jangan sampai anak sehat ketemu satu anak yang tidak sehat. Bahaya itu. Kalau nanti dalam satu minggu kita antigen gratis maka tidak ada yang sakit berarti akan ketemu anak yang sehat,” jelas Maidi.

 

Maidi menambahkan, saat PTM digelar, satu kelas hanya boleh diisi 50 persen dari total jumlah siswa.

Tak hanya itu, jam belajar dan mengajar pun dikurangi serta kantin belum diperbolehkan dibuka.

“Kalau di sini satu kelas jumlahnya 30 orang maka siswa yang masuk hanya 15 orang saja. Agar siswa tidak buka masker maka kantin sementara ditutup dulu," katanya.

Ia menyebutkan, total siswa SMP di Kota Madiun yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama mencapai 50 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahun 2022, Bandung Menjadi Kota Angklung

Tahun 2022, Bandung Menjadi Kota Angklung

Regional
Jamu yang Langsung Cespleng Belum Tentu Aman, Bisa Jadi Bahaya

Jamu yang Langsung Cespleng Belum Tentu Aman, Bisa Jadi Bahaya

Regional
Kontak Senjata dengan KKB Kembali Terjadi di Distrik Suru-suru, Satu Prajurit TNI Alami Luka Tembak

Kontak Senjata dengan KKB Kembali Terjadi di Distrik Suru-suru, Satu Prajurit TNI Alami Luka Tembak

Regional
Polisi Buru Perampok Bank di Karawang yang Gasak Uang Rp 300 Juta

Polisi Buru Perampok Bank di Karawang yang Gasak Uang Rp 300 Juta

Regional
Kronologi Penangkapan Pentolan KKB Temianus Magayang

Kronologi Penangkapan Pentolan KKB Temianus Magayang

Regional
Banjir Bandang Terjang 9 Desa di Garut, Ratusan Rumah Rusak dan 5 Jembatan Putus

Banjir Bandang Terjang 9 Desa di Garut, Ratusan Rumah Rusak dan 5 Jembatan Putus

Regional
Sempat Kabur, Sopir Truk Trailer Tabrakan Maut Kediri Ditangkap di Sidoarjo

Sempat Kabur, Sopir Truk Trailer Tabrakan Maut Kediri Ditangkap di Sidoarjo

Regional
1,8 Juta Warga NTT Belum Disuntik Vaksin Covid-19

1,8 Juta Warga NTT Belum Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Melihat Pengelolaan Sampah di 6 Desa Pesisir Banyuwangi, Bernilai Jual hingga Untungkan Warga Sekitar

Melihat Pengelolaan Sampah di 6 Desa Pesisir Banyuwangi, Bernilai Jual hingga Untungkan Warga Sekitar

Regional
Gara-gara Tak Sengaja Tendang Gelas Kopi, 2 Kelompok Pemuda Berkelahi hingga Berujung Penusukan

Gara-gara Tak Sengaja Tendang Gelas Kopi, 2 Kelompok Pemuda Berkelahi hingga Berujung Penusukan

Regional
Polda Lampung Gelar Lomba Orasi Unjuk Rasa Berhadiah Uang

Polda Lampung Gelar Lomba Orasi Unjuk Rasa Berhadiah Uang

Regional
Kronologi Kecelakaan Maut Minibus dan Truk di Kediri

Kronologi Kecelakaan Maut Minibus dan Truk di Kediri

Regional
Rekam Jejak Tokoh KKB Temianus Magayang, Terlibat Pembunuhan Staf KPU Yahukimo hingga Prajurit TNI

Rekam Jejak Tokoh KKB Temianus Magayang, Terlibat Pembunuhan Staf KPU Yahukimo hingga Prajurit TNI

Regional
Selama Satu Pekan, RS di Kulon Progo Nihil Kasus Covid-19

Selama Satu Pekan, RS di Kulon Progo Nihil Kasus Covid-19

Regional
PWNU Jatim Keluarkan SK Dukung Perintah Rais Aam Gelar Muktamar 17 Desember

PWNU Jatim Keluarkan SK Dukung Perintah Rais Aam Gelar Muktamar 17 Desember

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.