Kompas.com - 12/08/2021, 10:20 WIB
Lokasi kerangkeng di Pesanggrahan Menumbing, Bangka Barat, Rabu (11/8/2021). KOMPAS.com/HERU DAHNURLokasi kerangkeng di Pesanggrahan Menumbing, Bangka Barat, Rabu (11/8/2021).

BANGKA BARAT, KOMPAS.com - Garis penanda berukuran 4x6 meter masih terpampang jelas di Pesanggrahan Menumbing, Puncak Menumbing, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung.

Di situ dulunya dibangun sebuah kerangkeng atau sejenis ruang tahanan bagi tokoh proklamator bangsa, Mohammad Hatta.

Penahanan Bung Hatta dilakukan Belanda demi meredam percikan api kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 di Jakarta.

Baca juga: Sejarah Hari Lahir Pancasila: Wasiat Bung Hatta untuk Putra Soekarno

"Di sini dulunya ada kerangkeng tempat Bung Hatta yang dulunya Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri dan Sekretaris Negara AG Pringgodigdo ditahan," kata Kepala Seksi Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat M Ferhad Irvan kepada Kompas.com di Pesanggrahan Menumbing, Rabu (11/8/2021).

Lokasi kerangkeng dan sketsanya kini masih terpajang di salah satu ruangan di Pesanggrahan Menumbing.

Ferhad memperkirakan, kerangkeng tersebut dibuat dari kayu dalam keadaan tergesa-gesa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, sejatinya Pesanggrahan Menumbing dibuat untuk tempat bersantai para bangsawan Belanda.

Namun, buntut dari agresi militer Belanda II di Yogyakarta, Pesanggrahan Menumbing dijadikan sebagai lokasi tahanan para pendiri bangsa.

Baca juga: Sejarah Masjid Jamik Pangkalpinang, Ada Sumbangan Bung Hatta dan Kubah dari Etnis Tionghoa

Ketika itu, para pemimpin bangsa di bawah todongan senjata pasukan Belanda, dipaksa meninggalkan Yogyakarta.

"Kerangkeng ini dibuat karena desain ruangan ini memang bukan untuk tahanan. Rombongan Bung Hatta tiba 22 Desember 1948," ujar Ferhad.

Namun, penahanan Bung Hatta dalam kerangkeng tidak berlangsung lama.

Utusan Perserikatan Banga-Bangsa (PBB) datang ke Pesanggarahan Menumbing dan melihat kondisi ruang tahanan yang tidak layak.

Bahkan, kondisi ruang tahanan tidak sesuai dengan laporan Belanda yang disampaikan ke PBB.

"Akhirnya kerangkeng dibongkar dan para pemimpin bangsa tinggal di kamar masing-masing selayaknya tinggal di rumah," ujar Ferhad.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Minta KLHK dan Perusahaan Swasta Tanam Pohon di Sungai Kapuas dan Melawi

Jokowi Minta KLHK dan Perusahaan Swasta Tanam Pohon di Sungai Kapuas dan Melawi

Regional
Cerita Lengkap Nakes Didenda Rp 2 Miliar Usai Sidak Makanan Berformalin di Luwu Timur

Cerita Lengkap Nakes Didenda Rp 2 Miliar Usai Sidak Makanan Berformalin di Luwu Timur

Regional
Ribuan TKI Akan Tiba di Batam pada Akhir Tahun

Ribuan TKI Akan Tiba di Batam pada Akhir Tahun

Regional
Guru Pesantren di Bandung Perkosa 12 Santriwati, 8 Sudah Melahirkan dan 2 Hamil

Guru Pesantren di Bandung Perkosa 12 Santriwati, 8 Sudah Melahirkan dan 2 Hamil

Regional
Melawan Saat Dibekap, Gadis Ini Lolos dari Pemerkosaan di Salon Langganan

Melawan Saat Dibekap, Gadis Ini Lolos dari Pemerkosaan di Salon Langganan

Regional
Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Regional
21 Kecamatan di Medan Berpotensi Besar Banjir, BNPB: Paling Parah di Medan Belawan

21 Kecamatan di Medan Berpotensi Besar Banjir, BNPB: Paling Parah di Medan Belawan

Regional
Driver Ojol Tiba-tiba Jatuh dari Motor, Kejang, Lalu Meninggal, Warga Panik Dikira Kena Covid-19

Driver Ojol Tiba-tiba Jatuh dari Motor, Kejang, Lalu Meninggal, Warga Panik Dikira Kena Covid-19

Regional
Keluarga Korban Covid-19 di Kabupaten Madiun Diminta Biaya Pemakaman, Disebut untuk Mandikan Jenazah

Keluarga Korban Covid-19 di Kabupaten Madiun Diminta Biaya Pemakaman, Disebut untuk Mandikan Jenazah

Regional
Banjir Rob di Pesisir Karawang, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Banjir Rob di Pesisir Karawang, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Regional
Tengkleng Porsi Jumbo Bu Harsi Dianggap Mahal dan Viral, Ini Faktanya

Tengkleng Porsi Jumbo Bu Harsi Dianggap Mahal dan Viral, Ini Faktanya

Regional
Obyek Wisata di Jombang Boleh Buka Saat Libur Nataru, Ini Sejumlah Syarat yang Harus Dipatuhi

Obyek Wisata di Jombang Boleh Buka Saat Libur Nataru, Ini Sejumlah Syarat yang Harus Dipatuhi

Regional
Cari Uang Bayar Utang, Bapak-bapak Satu Geng Rampas Truk Pasir, Sopir Dibuang di Kebun Sawit

Cari Uang Bayar Utang, Bapak-bapak Satu Geng Rampas Truk Pasir, Sopir Dibuang di Kebun Sawit

Regional
Pemkab Tasikmalaya Berencana Tetap Buka Tempat Wisata Saat Nataru 2021

Pemkab Tasikmalaya Berencana Tetap Buka Tempat Wisata Saat Nataru 2021

Regional
Kapal Ikan Tanpa Awak Terombang-ambing di Perairan Karangasem Bali, Diduga Terseret Gelombang Saat Cuaca Buruk

Kapal Ikan Tanpa Awak Terombang-ambing di Perairan Karangasem Bali, Diduga Terseret Gelombang Saat Cuaca Buruk

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.