Polres Sumba Barat Dirikan 2 Pos Penyekatan PPKM Level 3, Ini Syarat bagi Pelaku Perjalanan

Kompas.com - 12/08/2021, 08:30 WIB
Kapolres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), AKBP FX Irwan Arianto meninjau pos penyekatan PPKM level 3 di dekat perbatasan Kabupaten Sumba Tengah dengan Kabupaten Sumba Timur pada Rabu (11/8/2021). KOMPAS.com/DOKUMEN POLRES SUMBA BARATKapolres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), AKBP FX Irwan Arianto meninjau pos penyekatan PPKM level 3 di dekat perbatasan Kabupaten Sumba Tengah dengan Kabupaten Sumba Timur pada Rabu (11/8/2021).

WAIKABUBAK, KOMPAS.com - Kapolres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), AKBP FX Irwan Arianto mengatakan, ada dua posko penyekatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di wilayah hukum polres itu yang mulai beroperasi sejak Rabu (11/8/2021).

Adapun daerah yang masuk dalam wilayah hukum Polres Sumba Barat adalah Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Tengah.

Arianto menjelaskan, dua kabupaten tersebut merupakan daerah yang menerapkan PPKM level 3 sejak 10-23 Agustus 2021.

Hal tersebut berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 32 Tahun 2021.

Arianto menyebutkan, dua pos penyekatan itu terdiri dari pos barat, yaitu di perbatasan Kabupaten Sumba Barat dengan Kabupaten Sumba Barat Daya.

Baca juga: Motif Penculikan Pengusaha Asal Jakarta, Pelaku Sakit Hati Terima Upah Kerja Tak Sesuai Harapan

Kemudian pos timur dibangun di dekat perbatasan Kabupaten Sumba Tengah dengan Kabupaten Sumba Timur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Posko penyekatan tersebut dijaga Tim Satgas Covid-19 di wilayah hukum Polres Sumba Barat selama 12 jam, mulai pukul 08.00-20.00 Wita.

"Sementara ini saya coba satu minggu dulu, nanti kita evaluasi. Kalau ratingnya tetap atau bahkan naik, akan saya perketat lagi selama 24 jam," kata Arianto kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu malam.

Tim Satgas Covid-19 di pos penyekatan terdiri dari TNI, Polri, Sat Pol PP, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah.

Persyaratan bagi pelaku perjalanan

Arianto menyebutkan, pelaku perjalanan yang melintasi atau bepergian ke wilayah hukum Polres Sumba Barat harus menunjukkan kartu vaksin atau hasil nonreaktif Covid-19 berdasarkan swab antigen.

Sampel dari hasil tes cepat antigen itu diambil dalam kurun waktu maksimal dua hari sebelum keberangkatan.

Apabila tidak bisa menunjukkan minimal salah satu dari dua persyaratan tersebut, petugas akan meminta pelintas untuk balik arah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Cemburu, Bripka MN Tembak Briptu HT hingga Tewas, Ponsel Istri Disita Penyidik, Ini Penjelasannya

Diduga Cemburu, Bripka MN Tembak Briptu HT hingga Tewas, Ponsel Istri Disita Penyidik, Ini Penjelasannya

Regional
Pemda Targetkan 445 ODGJ di Manggarai Barat Tervaksin

Pemda Targetkan 445 ODGJ di Manggarai Barat Tervaksin

Regional
21 Rumah di Banjarbaru Kalsel Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

21 Rumah di Banjarbaru Kalsel Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Ancam Sebar Foto Bugil Pacarnya, Sudah Dikirim ke Orangtua Korban

Polisi Tangkap Pria yang Ancam Sebar Foto Bugil Pacarnya, Sudah Dikirim ke Orangtua Korban

Regional
Kapal Cepat Tanjungpandan - Pangkalbalam Tambah Frekuensi

Kapal Cepat Tanjungpandan - Pangkalbalam Tambah Frekuensi

Regional
Kampus di Magelang Mulai Kuliah Tatap Muka, Hanya untuk Mahasiswa Tertentu

Kampus di Magelang Mulai Kuliah Tatap Muka, Hanya untuk Mahasiswa Tertentu

Regional
Waspada, 24 Kecamatan di Kabupaten Bandung Rawan Longsor

Waspada, 24 Kecamatan di Kabupaten Bandung Rawan Longsor

Regional
Mengenal Candisari, Desa Tertua di Lamongan yang Ada Sejak 1.000 Tahun Lalu

Mengenal Candisari, Desa Tertua di Lamongan yang Ada Sejak 1.000 Tahun Lalu

Regional
Buntut Meninggalnya Mahasiswa Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Bentuk Tim Evaluasi

Buntut Meninggalnya Mahasiswa Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Bentuk Tim Evaluasi

Regional
Dibantu Pemkab Ngawi Bangun Rumah, Sri Hartuti Akan Lebih Fokus Berantas Buta Huruf

Dibantu Pemkab Ngawi Bangun Rumah, Sri Hartuti Akan Lebih Fokus Berantas Buta Huruf

Regional
Pohon Tua Tumbang dan Menimpa Rumah Warga di Cianjur

Pohon Tua Tumbang dan Menimpa Rumah Warga di Cianjur

Regional
Tanggapan Adik Gus Yaqut soal Pernyataan Kemenag Hadiah Khusus untuk NU

Tanggapan Adik Gus Yaqut soal Pernyataan Kemenag Hadiah Khusus untuk NU

Regional
Educa, Studio Asal Salatiga yang Hasilkan Miliaran Rupiah dari Video Game dan Animasi

Educa, Studio Asal Salatiga yang Hasilkan Miliaran Rupiah dari Video Game dan Animasi

Regional
Petani di Gresik Mengaku Anggota Interpol dan Bergaji Rp 9 Juta, Ini Ceritanya

Petani di Gresik Mengaku Anggota Interpol dan Bergaji Rp 9 Juta, Ini Ceritanya

Regional
Insos of Papua, Karya Desainer Magelang Sukses Pukau Pencinta Mode di New York

Insos of Papua, Karya Desainer Magelang Sukses Pukau Pencinta Mode di New York

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.