"Wajah" Bung Karno dan Bung Hatta di Kampung Pelangi - Kompas.com

"Wajah" Bung Karno dan Bung Hatta di Kampung Pelangi

Kontributor Malang, Andi Hartik
Kompas.com - 13/08/2017, 08:53 WIB
Sejumlah pelukis saat melukis sosok Bung Karno dan Bung Hatta di Kampung Pelangi, RW 9 Kelurahan Merjosari, Kota Malang, Sabtu (12/8/2017)KOMPAS.com / Andi Hartik Sejumlah pelukis saat melukis sosok Bung Karno dan Bung Hatta di Kampung Pelangi, RW 9 Kelurahan Merjosari, Kota Malang, Sabtu (12/8/2017)

MALANG, KOMPAS.com - Gambar di dinding bangunan setinggi lima meter itu hampir sempurna, Sabtu (12/8/2017). Dua sosok yang sedang digambar menunjukkan bahwa para seniman sedang melukis wajah Soekarno alias Bung Karno dan Moh Hatta alias Bung Hatta.

Sementara di tengahnya ada gambar burung Garuda dan di bagian pojok bawah terdapat teks proklamasi dengan format mirip seperti aslinya.

Dinding itu merupakan tembok gedung RW 9 Kelurahan Merjosari, Kota Malang. Mural itu khusus dibuat untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72.

"Sebelum 17 Agustus sudah harus selesai semua," kata Alisa Hayatun Nufus, mahasiswa semester 3 Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang (UM).

Ada sejumlah elemen yang turut mewujudkan mural pahlawan kemerdekaan itu. Diantaranya adalah warga setempat, sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) dan mahasiswa dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

(Baca juga: Air Mata Megawati di Makam Bung Karno)

Ketua RW 9 Kelurahan Merjosari, Suryo Tri Harjanto mengaku sengaja menghadirkan mural pahlawan bagi warganya.

Selain untuk menyambut HUT Kemerdekaan ke-72 RI, mural itu juga untuk mempersiapkan RW yang memiliki 9 RT itu sebagai kampung tematik, yakni Kampung Pelangi.

Ada sejumlah alasan pihaknya memberi nama Kampung Pelangi. Alasan yang utama adalah kampung tersebut dikatakannya sebagai Indonesia mini yang terdiri dari beragam suku.

Sebab, penghuni RW 9 rata-rata adalah pendatang di Kota Malang. Mereka datang dari sejumlah daerah di Indonesia dengan latar suku dan agama yang berbeda.

"Pelangi artinya beranekaragam. Disini ada yang dari Papua, Manado, Sulawesi. Sumatera juga ada, Lombok ada, Bali dan Kalimantan. Jadi kampung yang beragam," kata pria kelahiran Kabupaten Pamekasan, Madura itu.

Pihaknya sengaja merintis Kampung Pelangi di Bulan Agustus. Sebab menurutnya, HUT Kemerdekaan ke-72 RI merupakan momentum untuk meneguhkan keberagaman.

"Ini kan momentum kemerdekaan kita. Apalagi baru-baru ini ada yang mengusik kebinnekaan kita," katanya.

Selain itu, tujuan dibuatnya kampung pelangi itu juga untuk membuat hunian yang layak di tempati dan membikin betah penghuninya. Suryo mengatakan, Kampung Pelangi itu nantinya akan penuh dengan simbol keberagaman.

Sejumlah gambar pahlawan Nasional sudah dirancang untuk dijadikan mural pada setiap dinding rumah warga. Selain gambar Bung Karno dan Bung Hatta, pada dinding yang sama akan dilukis gambar Bung Tomo. Akan ada pula gambar Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman, KH Hajar Dewantara dan R.A Kartini.

"Setiap gambar akan dilengkapi dengan quote yang menjadi semboyan. Ditulis bersama fotonya," katanya.

Tidak hanya itu, teks Sumpah Pemuda juga akan ditulis pada dinding yang sudah disediakan. Saat ini, pengerjaan masih pada proses menggambar sosok Bung Karno dan Bung Hatta dengan disertai teks proklamasi kemerdekaan.

"Saya harap ini nanti bisa mengedukasi masyarakat. Supaya tidak lupa sama pahlawannya," katanya.

Rencananya, di pintu gerbang masuk ke kampung tersebut akan dibangun patung Bung Karno dengan semboyannya, "Jasmerah", jangan sekali-sekali melupakan sejarah.

 

Kompas TV Bung Karno Baca Isi Pancasila di AS Tahun 1956

PenulisKontributor Malang, Andi Hartik
EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM