Diminta Bupati Hentikan Pembangunan Tembok yang Halangi Akses 4 Keluarga, Pemilik Tanah: Tak Ada yang Saya Langgar

Kompas.com - 17/03/2021, 05:30 WIB
Tri Budi melihat tembok rumah yang menutup akses jalan di Desa Widodaren, Pemalang Jawa Tengah. Kompas.com/Ari HimawanTri Budi melihat tembok rumah yang menutup akses jalan di Desa Widodaren, Pemalang Jawa Tengah.

 

Pemilik tanah tak merasa melanggar

Mengenai pendirian bangunan, pemilik tanah Sukendro merasa tak melanggar aturan.

Sebab, ia merasa membanggun di atas tanahnya sendiri.

"Saya membangun rumah di tanah milik sendiri, ada sertifikat dan ada IMB, tidak ada yang dilanggar," kata dia.

Dia pun merasa, empat keluarga tersebut masih bisa keluar masuk dengan akses jalan yang ada.

Namun, untuk membongkar bangunan tersebut, Sukendro kukuh pada keputusan meminta ganti rugi Rp 150 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya juga sudah membuka jalan untuk bisa lewat jalan kaki. Sedang untuk membuka satu meter, saya tetap pada keputusan keluarga yaitu meminta ganti rugi bangunan dan immaterial Rp 150 juta, lebar satu meter panjang 25 meter," kata Sukendro.

Baca juga: Uang Miliaran di BMT Semarang Tak Bisa Diambil, Nasabah Menangis Histeris, Ini Penjelasan Pihak BMT

Mediasi sebelumnya belum menemukan titik temu

Tembok yang dibangun menutup akses tiga rumah warga di Desa Widodaren, Petarukan, Pemalang Jawa Tengah.Kompas.com/Ari Himawan Tembok yang dibangun menutup akses tiga rumah warga di Desa Widodaren, Petarukan, Pemalang Jawa Tengah.
Sebelumnya, sebanyak empat keluarga merasa kesulitan keluar masuk lantaran akses menuju ke rumah mereka dibangun tembok dan bangunan permanen.

Mediasi yang difasilitasi oleh Polsek Petarukan pun tidak menemukan titik temu.

Pihak pemilik tanah Sukendro mengatakan, bersedia membongkar bangunan dengan kompensasi Rp 150 juta. Sebab, mereka merasa tanah itu adalah tanah sendiri dan telah dibagi waris.

"Saya terus terang tidak ada masalah apapun diviralkan di media elektronik dan cetak. Saya membangun di situ, ini saya ada IMB dan sertifikat tanah. Saya hanya memberi 1x25 meter persegi, tapi dengan ketentuan ganti rugi tanah bangunan dan immaterial Rp 150 juta. Tapi ditawar Rp 16 juta," kata Sukendro di Mapolsek Petarukan, Sabtu (13/3/2021).

Keluarganya juga merasa keberatan lantaran persoalan ini dikait-kaitkan dengan persoalan Pilkades.

Di sisi lain, perwakilan empat keluarga Tri Budi mengaku hanya bisa membayar Rp 16,5 juta dari permintaan kompensasi Rp 150 juta.

"Ganti rugi kami memang tidak sanggup untuk membayar sebesar Rp 150 juta tersebut dan hanya bisa menawar Rp 16 juta. Permintaan maaf untuk keluarga sudah dilakukan dan melalui media TV juga cetak dan online juga telah dilakukan,” ungkap Tri Budi.

Tri Budi menjelaskan, pihak keluaga kini meminta izin pada tetangga di samping rumahnya yang bagian rumahnya dijadikan akses jalan sementara.

Jalan itu adalah pagar kandang ayam milik Amsori yang menyisakan jalan menyempit.

"Tahun depan pekarangan akan dibangun rumah oleh anak Pak Amsori. Kami inginkan permasalahan ini cepat selesai," kata dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Pekalongan, Ari Himawan Sarono | Editor : Khairina)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buruh Tani Ini Tega Perkosa Anak Kandung Usia 17 Tahun hingga Hamil 7 Bulan

Buruh Tani Ini Tega Perkosa Anak Kandung Usia 17 Tahun hingga Hamil 7 Bulan

Regional
Hidup Sebatang Kara Setelah Ayah Ibu Meninggal karena Covid-19, Bocah Vino Dijemput Pulang ke Sragen

Hidup Sebatang Kara Setelah Ayah Ibu Meninggal karena Covid-19, Bocah Vino Dijemput Pulang ke Sragen

Regional
Kakek yang Bersepeda 15 KM demi Vaksin Dapat Hadiah Motor: Satu dari Pak Gubernur, Satunya Ivan Gunawan

Kakek yang Bersepeda 15 KM demi Vaksin Dapat Hadiah Motor: Satu dari Pak Gubernur, Satunya Ivan Gunawan

Regional
6 Bulan Kerja di Arab, TKW Cianjur Diduga Dianiaya Majikan, Suami: Ingin Istri Kembali Pulang

6 Bulan Kerja di Arab, TKW Cianjur Diduga Dianiaya Majikan, Suami: Ingin Istri Kembali Pulang

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 31 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 31 Juli 2021

Regional
150 Nakes Terinfeksi Covid-19, RSD Idaman Banjarbaru Kalsel Tutup Pelayanan ICU

150 Nakes Terinfeksi Covid-19, RSD Idaman Banjarbaru Kalsel Tutup Pelayanan ICU

Regional
Tiga Desa di Lembata Dilanda Hujan Pasir dari Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Tiga Desa di Lembata Dilanda Hujan Pasir dari Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Regional
Mobil Rescue Berpelat Merah Tabrak Pesepeda, Sopir yang Sempat Kabur Ditangkap Polisi

Mobil Rescue Berpelat Merah Tabrak Pesepeda, Sopir yang Sempat Kabur Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Juli 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Juli 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Juli 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Juli 2021

Regional
Disebut Ada Pemotongan Bansos di Klaten, Dinsos P3AKB: Terjadi Data Ganda Penerima

Disebut Ada Pemotongan Bansos di Klaten, Dinsos P3AKB: Terjadi Data Ganda Penerima

Regional
'Vaksin Sampai, Besok Juga Sudah Habis'

"Vaksin Sampai, Besok Juga Sudah Habis"

Regional
Ratusan Orang Disebut Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Kapolres Mataram: Kami Antar Pulang

Ratusan Orang Disebut Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Kapolres Mataram: Kami Antar Pulang

Regional
26.761 Nakes di Kalbar Bakal Divaksin Dosis Ketiga Pakai Moderna

26.761 Nakes di Kalbar Bakal Divaksin Dosis Ketiga Pakai Moderna

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X