Serunya Mencicipi Dapur Difabel, Makan Sekaligus Belajar Bahasa Isyarat

Kompas.com - 05/03/2021, 15:40 WIB
Nabila Tyasani (20) difabel tuli yang menjadi pramusaji di Dapur Difabel Lampung mengenalkan namanya dalam bahasa isyarat, Jumat (5/3/2021). Dapur Difabel ini menjadi sarana interaksi antara kaum difabel dan nondifabel dalam kehidupan sehari-hari. KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYANabila Tyasani (20) difabel tuli yang menjadi pramusaji di Dapur Difabel Lampung mengenalkan namanya dalam bahasa isyarat, Jumat (5/3/2021). Dapur Difabel ini menjadi sarana interaksi antara kaum difabel dan nondifabel dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pengunjung kantin seolah takjub. Dia bertanya bagaimana bahasa isyarat jika ingin memesan kopi.

Etik menunjukkan gestur huruf K seperti beras kencur, namun dengan posisi huruf menghadap ke bawah.

Kemudian tangan bergestur huruf K itu diputar searah jarum jam dua kali.

“Bisa juga secara alfabet, melafalkan kopi pakai jari tangan,” kata Etik.

Warga difabel lebih percaya diri

Kantin itu bernama Dapur Difabel, berada di Jalan Diponegoro, sekitar 200 meter dari Tugu Adipura, ikon Kota Bandar Lampung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapur Difabel yang berada di lingkungan kompleks Kantor PLN Tanjung Karang tersebut baru saja menggelar soft launching dan berdiri dengan bantuan CSR PLN.

“Tempat ini juga sekaligus tempat berinteraksi antara teman-teman difabel dengan warga. Bisa belajar bahasa isyarat juga di sini,” kata Etik yang juga Ketua Sahabat Difabel Lampung (Sadila).

Menu-menu yang menjadi unggulan di Dapur Difabel ini adalah nasi ijo, nasi jahe, nasi kuning daun jeruk yang harganya berkisar Rp 18.000 per porsi.

“Semua dimasak oleh teman-teman difabel. Kami dapat bantuan dampingan dari chef di salah satu hotel di Bandar Lampung,” kata Etik.

Dengan berkecimpung di sektor kuliner yang membutuhkan interaksi itu, Etik mengatakan, diharapkan sekitar 10 – 15 difabel di kantin ini bisa semakin percaya diri dan termotivasi.

Salah satu difabel yang bekerja di Dapur Difabel itu, Nabila Tyasani mengungkapkan, dia sempat tidak percaya diri dalam menghadapi konsumen.

“Sempat deg-degan, ya karena kendala bahasa. Tapi lama-lama jadi terbiasa,” kata Nabila dalam bahasa isyarat yang diterjemahkan Etik.

Berawal dari lontong sayur

General Manager PLN Lampung Pandapotan Manurung mengapresiasi dibukanya Dapur Difabel tersebut, yang bisa membantu warga difabel untuk memaksimalkan potensinya.

Manurung mengatakan, dia mengenal produk dari kaum difabel itu saat membeli lontong sayur yang dipasarkan di media sosial.

“Saya pernah coba lontong sayur mereka, rasanya enak. Lalu saya tanya, di mana tempatnya, ternyata belum ada tempat,” kata Manurung.

Kebetulan, PLN Lampung memiliki bangunan kosong di PLN Unit Tanjung Karang.

“Kenapa tidak dimanfaatkan saja untuk kafe atau kantin. Kebetulan juga ada program CSR PLN Peduli,” kata Manurung.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Ombudsman soal Kejanggalan Proses Pergantian Anggota Paskibraka Sulbar karena Positif Covid-19

Kata Ombudsman soal Kejanggalan Proses Pergantian Anggota Paskibraka Sulbar karena Positif Covid-19

Regional
BOR RS di Pontianak Kini 60 Persen, Kasus Covid-19 Didominasi Klaster Keluarga

BOR RS di Pontianak Kini 60 Persen, Kasus Covid-19 Didominasi Klaster Keluarga

Regional
DPPAD Papua Kembalikan Dana Rp 3,566 Miliar yang Diduga Diselewengkan

DPPAD Papua Kembalikan Dana Rp 3,566 Miliar yang Diduga Diselewengkan

Regional
Nakesnya Meninggal Positif Covid-19, Seminggu Pegawai RSUD Wonogiri Kenakan Pita Hitam

Nakesnya Meninggal Positif Covid-19, Seminggu Pegawai RSUD Wonogiri Kenakan Pita Hitam

Regional
Viral, Video Bus 'Oleng', Sopir Mengaku Beraksi Ugal-ugalan karena Disuruh Penumpang

Viral, Video Bus "Oleng", Sopir Mengaku Beraksi Ugal-ugalan karena Disuruh Penumpang

Regional
Tradisi Kibarkan Ribuan Bendera Merah Putih di Sawah yang Tak Luntur Meski Pandemi

Tradisi Kibarkan Ribuan Bendera Merah Putih di Sawah yang Tak Luntur Meski Pandemi

Regional
Vaksinasi Dosis Ketiga, 40.768 Tenaga Kesehatan di Bali Disuntik Vaksin Moderna

Vaksinasi Dosis Ketiga, 40.768 Tenaga Kesehatan di Bali Disuntik Vaksin Moderna

Regional
Penyaluran BST di Solo Capai 92 Persen, Dinsos: Belum Ada Laporan 'Double' Penerima

Penyaluran BST di Solo Capai 92 Persen, Dinsos: Belum Ada Laporan "Double" Penerima

Regional
Penyandang Disabilitas di Malang Disuntik Vaksin Sinopharm

Penyandang Disabilitas di Malang Disuntik Vaksin Sinopharm

Regional
Anak Akidi Tio, Tersangka Hoaks Sumbangan Rp 2 Triliun Terancam 10 Tahun Penjara

Anak Akidi Tio, Tersangka Hoaks Sumbangan Rp 2 Triliun Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
Ini Peran 3 Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Perawat Puskesmas yang Pertahankan Tabung Oksigen

Ini Peran 3 Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Perawat Puskesmas yang Pertahankan Tabung Oksigen

Regional
Kronologi Mantan Cabup Todongkan Pistol ke Tukang Galon, Saksi: Cekcok Usai Senggolan, Pelaku Tembakkan Senjata

Kronologi Mantan Cabup Todongkan Pistol ke Tukang Galon, Saksi: Cekcok Usai Senggolan, Pelaku Tembakkan Senjata

Regional
Kakek di Semarang Dipenjara karena Batal Jual Tanah Seluas 2.300 Meter Persegi, Ini Kronologinya

Kakek di Semarang Dipenjara karena Batal Jual Tanah Seluas 2.300 Meter Persegi, Ini Kronologinya

Regional
Berawal dari Raket Kayu Buatan Ayah dan Shuttlecock Jerami, Apriyani Raih Emas Olimpiade

Berawal dari Raket Kayu Buatan Ayah dan Shuttlecock Jerami, Apriyani Raih Emas Olimpiade

Regional
Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Ternyata Penipuan, Gubernur Sumsel: Sudah Bikin Gaduh, Harus Ditindak Tegas

Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Ternyata Penipuan, Gubernur Sumsel: Sudah Bikin Gaduh, Harus Ditindak Tegas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X