Uang Rp 1 M dari Bacabup Merauke ke PKS dan Dugaan Pelanggaran Pilkada

Kompas.com - 12/09/2020, 16:01 WIB
Bacalon Bupati Merauke, Hendrikus Mahuze KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIBacalon Bupati Merauke, Hendrikus Mahuze

JAYAPURA, KOMPAS.com - Baru memasuki tahapan pendaftaran, pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Merauke, Papua, dibuat panas dengan adanya video seorang bakal calon bupati (Bacabup) yang memberikan uang ke Partai Keadilan Sejahtera ( PKS).

Video tersebut disebar melalui kanal youtube oleh akun yang bernama "Merauke Bersatu" pada 8 September 2020 dan hingga Sabtu (12/9/2020) siang telah ditonton hingga 13.000 kali.

Dari judul yang diberikan dalam video tersebut, Hendrikus Mahuze, dituduh memberikan uang ke PKS untuk mendapatkan surat rekomendasi partai.

Baca juga: Bakal Cabup Merauke Beri Uang Rp 1 M kepada PKS, Bawaslu Usut Potensi Pelanggaran

Hendrikus Mahuze mengakui memang memberikan uang sekitar Rp 1 miliar kepada pengurus PKS Merauke untuk membeli atribut yang akan digunakan sebagai alat peraga kampanye (APK).

"Saya mau luruskan untuk seluruh masyarakat khususnya di Merauke, perlu diketahui uang itu bukan uang mahar atau sogokan untuk mendapatkan rekomendasi partai, melainkan uang itu untuk persiakan kebutuhan kampanye kami nantinya," ujar Hendrikus kepada awak media di Jayapura, Kamis (10/9/2020).

Tangkapan Kayar video yang berjudul NGERI.... CALON BUPATI MERAUKE HENDRIKUS MAHUZE SUAP PKS MILIARAN RUPIAH.... DEMI MENDAPATKAN SUR yang beredar di kanal youtube, Jayapura, Papua, Rabu (9/9/2020)KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI Tangkapan Kayar video yang berjudul NGERI.... CALON BUPATI MERAUKE HENDRIKUS MAHUZE SUAP PKS MILIARAN RUPIAH.... DEMI MENDAPATKAN SUR yang beredar di kanal youtube, Jayapura, Papua, Rabu (9/9/2020)

Namun ketika coba dikonfirmasi kembali mengenai asal sumber dana tersebut, dia menolak untuk menjawabnya.

"Saya sudah jelaskan kemarin toh adik, nanti selanjutnya tunggu laporan polisi saja ya. Saya sudah punya kuasa hukum yang tangani," tulisnya melalui pesan singkat, Sabtu (12/9/2020).

Baca juga: Bukan Mahar Politik, PKS Klaim Uang Rp 1 Miliar dari Bacabup Merauke untuk Beli Atribut

Anggota Komisioner KPU Papua, Adam Arisoi menjelaskan, aturan mengenai sumber dana kampanye dan penggunaannya telah ada dan seluruh peserta Pilkada harus mematuhinya.

Terkait video tersebut, Adam memandang hal tersebut lumrah asalkan sumber dananya jelas.

"Itu kan uangnya dia yang diserahkan kepada tim sukses untuk bekerja, saya pikir tidak masalah, cuma sumbernya itu yang kita tidak tahu dari mana," kata Adam saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (11/9/2020) malam.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prajurit TNI Masuk Gorong-gorong di Sumedang, Angkut 5 Kuintal Sampah, Ini Faktanya

Prajurit TNI Masuk Gorong-gorong di Sumedang, Angkut 5 Kuintal Sampah, Ini Faktanya

Regional
Kisah Perempuan Asal Sorong yang Tidak Bisa Bangun Gara-gara Vertigo

Kisah Perempuan Asal Sorong yang Tidak Bisa Bangun Gara-gara Vertigo

Regional
Kisah Ibu Tunanetra Dampingi Anak Sekolah Daring Saat Pandemi: Ada Perasaan Waswas...

Kisah Ibu Tunanetra Dampingi Anak Sekolah Daring Saat Pandemi: Ada Perasaan Waswas...

Regional
Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Regional
Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Regional
IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Regional
Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X