Cerita Petani Kacang di Gunungkidul, Bertahun-tahun Tanamannya Diserang Monyet

Kompas.com - 23/06/2020, 18:39 WIB
Monyet Ekor Panjang Saat Menyebrang Jalan di Kalurahan Kemadang Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul beberapa waktu lalu Dokumentasi WargaMonyet Ekor Panjang Saat Menyebrang Jalan di Kalurahan Kemadang Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul beberapa waktu lalu

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Petani di kawasan pesisir Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak beberapa tahun terakhir harus konflik dengan monyet ekor panjang.

Berbagai upaya dilakukan mulai menyalakan petasan hingga memasang jaring, tapi monyet tetap mencabuti tanaman milik petani.

Salah satu serangan paling masif terjadi di Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari.

Baca juga: Menyelamatkan Ribuan Monyet di Alas Kedaton akibat Wabah Corona...

Setiap hari monyet ekor panjang yang berjumlah ratusan menyambangi ladang penduduk untuk mengambil tanaman kacang tanah yang sebentar lagi akan dipanen pemiliknya.

"Sudah sekitar lima sampai enam tahun terakhir serangan monyet terjadi, dan turun saat seperti ini hampir panen kacang sejak beberapa pekan. Kalau datang rombongan bisa 50-an ekor," kata Jogo Boyo (keamanan desa), Kalurahan Kemadang, Daldiyo saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon Selasa (23/6/2020).

Pada awalnya, monyet berada di sisi utara Pantai Baron, tapi karena ditebangi kawanan monyet ekor panjang menyerang ke kawasan timur.

Gerombolan satwa itu biasanya menyerang pagi dan malam hari sebelum para petani datang ke ladang.

"Anehnya itu, mereka datang ketika tidak ada orang. Saat orang datang membawa senapan angin mereka seperti ketakutan," ucap Daldiyo.

Baca juga: Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Meski demikian, para petani dan warga tidak berani membunuh atau melukai kawanan monyet itu. Biasanya mereka hanya ditakut-takuti menggunakan mercon.

Warga yang memiliki ladang tidak luas biasanya memasang jaring pengaman, sedangkan lahan untuk yang luas hanya diusir secara manual.

"Monyetnya itu seperti main petak umpet, ketika petani datang mereka pergi, ketika petani pulang mereka datang," kata Daldiyo.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angka Realisasi Vaksinasi di Brebes Masih Rendah, Kadinkes: Besok Kita Eksekusi

Angka Realisasi Vaksinasi di Brebes Masih Rendah, Kadinkes: Besok Kita Eksekusi

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov NTT Bantu Tracing 10.000 Warga Kota Kupang

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov NTT Bantu Tracing 10.000 Warga Kota Kupang

Regional
Danrem 162/WB dan Kadinkes Mataram Tak Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Ini Alasannya

Danrem 162/WB dan Kadinkes Mataram Tak Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Ini Alasannya

Regional
Vaksinasi Baru Jalan 0,13 Persen, Kabupaten Brebes Diminta Kejar Target

Vaksinasi Baru Jalan 0,13 Persen, Kabupaten Brebes Diminta Kejar Target

Regional
Hujan-hujanan di Dekat Telaga, 3 Remaja Putri Tewas Tenggelam

Hujan-hujanan di Dekat Telaga, 3 Remaja Putri Tewas Tenggelam

Regional
Polsek Sungai Pagu Diserang 200 Orang, gara-gara DPO Kasus Judi Tewas Ditembak Polisi

Polsek Sungai Pagu Diserang 200 Orang, gara-gara DPO Kasus Judi Tewas Ditembak Polisi

Regional
Hujan Deras, Air Meluap dari Proyek Bandara Jenderal Sudirman Purbalingga, Jalan dan Sawah Tergenang

Hujan Deras, Air Meluap dari Proyek Bandara Jenderal Sudirman Purbalingga, Jalan dan Sawah Tergenang

Regional
Pemuda Ini Gunakan Uang Bansos Prakerja Untuk Beli Ribuan Pil Koplo

Pemuda Ini Gunakan Uang Bansos Prakerja Untuk Beli Ribuan Pil Koplo

Regional
Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Wali Kota Madiun: Baik-baik Saja, yang Ada Hanya Senang

Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Wali Kota Madiun: Baik-baik Saja, yang Ada Hanya Senang

Regional
6 Lagi Pekerja Terjebak di Lubang Galian Tambang Ditemukan Meninggal,Tubuhnya Bengkak

6 Lagi Pekerja Terjebak di Lubang Galian Tambang Ditemukan Meninggal,Tubuhnya Bengkak

Regional
Seorang Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah di Labuan Bajo Dijerat Pasal Pencucian Uang

Seorang Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah di Labuan Bajo Dijerat Pasal Pencucian Uang

Regional
Waspada Angin Kencang di Jateng Selatan 2 Hari ke Depan, Kecepatan hingga 61 Km/Jam

Waspada Angin Kencang di Jateng Selatan 2 Hari ke Depan, Kecepatan hingga 61 Km/Jam

Regional
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Reklame 2 ASN Bakeuda Kota Tegal

Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Reklame 2 ASN Bakeuda Kota Tegal

Regional
Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Regional
Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X