Jadi Tersangka, Pemilik "Wedding Organizer" Bodong di Cianjur Tak Ditahan, Ini Alasannya

Kompas.com - 21/02/2020, 06:01 WIB
Pemilik wedding organizer HL Cianjur, BJM (27) saat menjalani pemeriksaan di Unit 1 Sat Reskrim Polres Cianjur, Kamis (20/2/2020). BJM telah dijadikan tersangka atas perkara dugaan penipuan dan penggelapan tersebut. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANPemilik wedding organizer HL Cianjur, BJM (27) saat menjalani pemeriksaan di Unit 1 Sat Reskrim Polres Cianjur, Kamis (20/2/2020). BJM telah dijadikan tersangka atas perkara dugaan penipuan dan penggelapan tersebut.

KOMPAS.com - Polisi telah menetapkan BJM (27), pemilik wedding organizer (WO) HL Cianjur jadi tersangka atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan, Kamis (20/2/2020).

Namun, polisi tidak menahan tersangka kerena atas petimbangan kemanusian.

“Tersangka sedang hamil tua, dan informasi dari medis akan segera melahirkan. Namun, tentunya proses hukum tetap berjalan,” kata Niki kepada wartawan di Polres Cianjur, Kamis (20/2/2020).

Baca juga: Segera Melahirkan, Pemilik Wedding Organizer Bodong di Cianjur Jadi Tersangka tapi Tidak Ditahan

Meskipun tak ditahan, Niki menjamin tersangka tidak akan berupaya melarikan diri serta menghilangkan barang bukti.

“Saya garansi itu. Selama ini, tersangka juga cukup kooperatif,” ujarnya.

Menurut polisi, hingga saat ini, baru dua korban yang melaporkan kasus tersebut ke polisi walau pun sudah dibuka posko pengaduan.

“Nilai kerugiannya kalau berdasarkan yang telah melapor sebesar Rp 80 juta," katanya.

Baca juga: Tipu 24 Calon Pengantin, Pemilik Wedding Organizer di Cianjur Minta Maaf

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X