Fakta Pelaku Mutilasi di Banyumas, Sang Ibu Naik Angkot Saat Sidang hingga Anak Kirim Surat ke Jaksa

Kompas.com - 12/12/2019, 10:11 WIB
Sidang lanjutan kasus mutilasi dengan terdakwa Deni Priyanto (37) di Pengadilan Negeri (PN) Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (10/12/2019). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINSidang lanjutan kasus mutilasi dengan terdakwa Deni Priyanto (37) di Pengadilan Negeri (PN) Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (10/12/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Deni Priyanto (37), terdakwa kasus mutilasi, dituntut hukuman mati dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (3/12/2019).

Sebelumnya sidang pembacaan tuntutan sempat ditunda dua kali karena jaksa masih belum siap.

Deni Priyanto adalah warga Dusun Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Pada 7 Juli 2019 lalu, ia membunuh dan mutilasi Wachidah (51) PNS Kota Bandung asal Cileunyi, Jawa Barat.

Baca juga: Utang Piutang Berakhir Mutilasi di Banyumas, Terdakwa Bicara HAM Saat Dituntut Hukuman Mati

Setelah itu Deni membuang dan membakar potongan tubuh Wachidah di dua lokasi yakni di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas dan Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen.

Antonius Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyumas saat membacakan tuntutan mengatakan tidak ada alasan pembenar yang dilakukan Deni Priyanto.

Ia menyebut alasan yang memberatkan adalah perbuatan yang dilakukan Deni meresahkan masyarakat, berbelit saat persidangan, dan kejahatan pembunuhan dengan mutilasi sudah direncanakan.

Baca juga: Anak Terdakwa Mutilasi: Om Jaksa, Tolong Kasihani Ayah Kami

Selain itu, Deni pernah menjalani hukuman penjara selama 8 bulan di Rutan Salemba dengan kasus pencurian dengan pemberatan pada tahun 2008 lalu.

Antonius juga menjelaskan bahwa Deni masih dalam masa pembebasan bersyarat hingga 2020 mendatang setelah ia menjalani hukuman kasus penculikan dengan kekerasan di Lapas Purwokerto.

Selain itu, tindakan yang dilakukan Deni merupakan perbuatan yang sadis.

"Tidak ada hal-hal yang meringankan terdakwa," ujar Antonius.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Divonis 3 Tahun Penjara, Penyuap Bupati Nonaktif Muara Enim: Saya Jalani dengan Ikhlas

Divonis 3 Tahun Penjara, Penyuap Bupati Nonaktif Muara Enim: Saya Jalani dengan Ikhlas

Regional
Penyuap Bupati Muara Enim Divonis 3 Tahun Penjara

Penyuap Bupati Muara Enim Divonis 3 Tahun Penjara

Regional
Menambang Pasir Ilegal di Sungai Progo Yogya dengan Mesin Sedot, Pria Ini Ditangkap

Menambang Pasir Ilegal di Sungai Progo Yogya dengan Mesin Sedot, Pria Ini Ditangkap

Regional
Antisipasi Virus Corona, Gubernur Olly Tunda Penerbangan dari China ke Manado

Antisipasi Virus Corona, Gubernur Olly Tunda Penerbangan dari China ke Manado

Regional
Polisi: Klaim yang Dilontarkan Petinggi Sunda Empire Tak Berdasar

Polisi: Klaim yang Dilontarkan Petinggi Sunda Empire Tak Berdasar

Regional
Kepala BNN Sebut Heroin dan Kokain Hanya Ada di Bali, Ini Kata Gubernur

Kepala BNN Sebut Heroin dan Kokain Hanya Ada di Bali, Ini Kata Gubernur

Regional
Penyebab Ratusan Ekor Kerbau Moa Mati Sepanjang 2019

Penyebab Ratusan Ekor Kerbau Moa Mati Sepanjang 2019

Regional
Virus Corona Merebak, Warga Tetap Gemar Makan Olahan Daging Kelelawar

Virus Corona Merebak, Warga Tetap Gemar Makan Olahan Daging Kelelawar

Regional
Mobil Patroli Digembok Dishub karena Parkir di Jalan, Polisi Minta Maaf

Mobil Patroli Digembok Dishub karena Parkir di Jalan, Polisi Minta Maaf

Regional
Gali Parit di Ladang Jagung, Warga Sragen Temukan Fosil Gading Gajah Purba Sepanjang 4 Meter

Gali Parit di Ladang Jagung, Warga Sragen Temukan Fosil Gading Gajah Purba Sepanjang 4 Meter

Regional
Istri Gubernur Akui Angka Stunting di Maluku Tinggi, Ini Penyebabnya

Istri Gubernur Akui Angka Stunting di Maluku Tinggi, Ini Penyebabnya

Regional
Risma Diduga Dihina di Facebook, Polisi Periksa 9 Orang

Risma Diduga Dihina di Facebook, Polisi Periksa 9 Orang

Regional
Polisi Kesulitan Ungkap Penyebab Tewasnya Siswi SMP di Tasikmalaya

Polisi Kesulitan Ungkap Penyebab Tewasnya Siswi SMP di Tasikmalaya

Regional
4 Begal Sadis di Timika Diringkus Polisi, Salah Satunya Perempuan

4 Begal Sadis di Timika Diringkus Polisi, Salah Satunya Perempuan

Regional
Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X