Pemkot Surabaya Kaji Pembangunan Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Kompas.com - 15/11/2019, 14:01 WIB
Risma ikut melukis di dinding bekas wisma lokalisasi Dolly KOMPAS.com/Achmad FaizalRisma ikut melukis di dinding bekas wisma lokalisasi Dolly

SURABAYA, KOMPAS.com - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot Surabaya masih membuat perencanaan dan pematangan konsep untuk membangun kompleks sekolah di kawasan eks lokalisasi Dolly.

Eri mengaku Pemkot Surabaya sudah memiliki lahan di kawasan Dolly dan tinggal menunggu proses pembangunan.

Tahap realisasi, Eri mengaku masih akan membahasnya dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya Dinas Pendidikan.

"Kita (Pemkot Surabaya) sudah banyak melakukan pembebasan lahan di lokasi Dolly. Sehingga untuk kawasan Dolly memang direncanakan untuk dijadikan sekolah," kata Eri dihubungi, Jumat (15/11/2019).

Baca juga: Risma Akan Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Dia menambahkan, untuk membangun sekolah di kawasan Dolly, pihaknya harus mengetahui berapa jumlah murid yang akan bersekolah.

"Karena kalau modelnya seperti yang zonasi, kan harus tahu. Karena ada kecamatan di Surabaya tidak ada sekolah, ada juga kecamatan kekurangan sekolah, karena muridnya banyak. Kita lagi diskusikan," tutur Eri.

Senada dengan Eri, Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono setuju dengan rencana pemkot membangun sekolah di kawasan Dolly.

Namun, di sisi lain, dia ingin mengembalikan amanah dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2012 tentang wajib belajar 12 tahun di Kota Surabaya.

Baca juga: Selain Kawasan Laundry, Dolly Akan Disulap Menjadi Kampung Wisata

Ia menyampaikan, sejak SMA/SMK diambil alih Provinsi Jawa Timur (Jatim), ada banyak keluhan dari wali murid perihal biaya pendidikan yang tidak lagi ditanggung pemerintah.

"Kalau (Perda tentang wajib belajar 12 tahun dikembalikan), Pemkot Surabaya bisa membantu siswa SMA dan SMK karena banyaknya keluhan," ujar dia.

Bantiono menuturkan, selama ini Pemprov Jatim hanya mengambil kewenangan SMA/SMK, namun bantuan kepada murid, seperti menggratiskan biaya pendidikan tidak ada.

"Sehingga sekolahnya bukan wajib belajar 12 tahun seperti yang dicanangkan pak presiden. Sekolah bayar ini memberatkan warga Surabaya," imbuhnya.

Baca juga: Dijenguk Wali Kota Jayapura, Risma Bercerita Soal Penutupan Dolly

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebutkan bahwa prioritas APBD Kota Surabaya tahun anggaran 2020 akan difokuskan pada sektor pendidikan.

 

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

170 Petani Sumut Jalan Kaki ke Jakarta: Kami Dianggap Gila, Tapi Negara yang Buat Seperti Ini

170 Petani Sumut Jalan Kaki ke Jakarta: Kami Dianggap Gila, Tapi Negara yang Buat Seperti Ini

Regional
Kebun Raya Cibodas Dikunjungi 5.000 Orang, Gugus Tugas Khawatir Jadi Klaster Baru

Kebun Raya Cibodas Dikunjungi 5.000 Orang, Gugus Tugas Khawatir Jadi Klaster Baru

Regional
11 Tenaga Medis dan 2 Anggota Satpol PP di Banyumas Positif Corona

11 Tenaga Medis dan 2 Anggota Satpol PP di Banyumas Positif Corona

Regional
Balita Ini Kena Tumor yang Menutup Separuh Wajah, Butuh Biaya Berobat

Balita Ini Kena Tumor yang Menutup Separuh Wajah, Butuh Biaya Berobat

Regional
Kisah Yohana Mengajar Anak Rimba di Masa Pandemi, Tengah Malam Siswa Bangun dan Minta Belajar (1)

Kisah Yohana Mengajar Anak Rimba di Masa Pandemi, Tengah Malam Siswa Bangun dan Minta Belajar (1)

Regional
Mbah Lindu Sempat Cerita Perjalanan Berjualan Gudeg ke Cucunya

Mbah Lindu Sempat Cerita Perjalanan Berjualan Gudeg ke Cucunya

Regional
Tak Punya Ponsel, Siswa Miskin Tetap Belajar Tatap Muka di Zona Kuning

Tak Punya Ponsel, Siswa Miskin Tetap Belajar Tatap Muka di Zona Kuning

Regional
1 Pasien Positif Corona Pergi ke Sejumlah Tempat, Gugus Tugas Diminta Bergerak Cepat

1 Pasien Positif Corona Pergi ke Sejumlah Tempat, Gugus Tugas Diminta Bergerak Cepat

Regional
Pemuda ini Nekat Curi Sepeda Motor demi Biaya Menikah

Pemuda ini Nekat Curi Sepeda Motor demi Biaya Menikah

Regional
Gowes Massal dan Dangdutan, Ganjar Geram, Kirim WhatsApp ke Bupati Brebes: Itu Berbahaya

Gowes Massal dan Dangdutan, Ganjar Geram, Kirim WhatsApp ke Bupati Brebes: Itu Berbahaya

Regional
Dibangun Bertahap dan Bantah Ada Mistis, Cerita Giman tentang Rumahnya yang Disebut Bisa Berpindah Tempat

Dibangun Bertahap dan Bantah Ada Mistis, Cerita Giman tentang Rumahnya yang Disebut Bisa Berpindah Tempat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Penjelasan Pemilik Soal Rumah Berpindah Tempat | Awal Mula 1.280 Orang di Secapa AD Diketahui Positif Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Penjelasan Pemilik Soal Rumah Berpindah Tempat | Awal Mula 1.280 Orang di Secapa AD Diketahui Positif Covid-19

Regional
Cerita Ganjar soal Hobinya Bersepeda dan Pengalamannya Pingsan Saat Menggowes

Cerita Ganjar soal Hobinya Bersepeda dan Pengalamannya Pingsan Saat Menggowes

Regional
Di Selat Philip, Nyawa Hasan Hilang di Tangan Mandor Kapal China

Di Selat Philip, Nyawa Hasan Hilang di Tangan Mandor Kapal China

Regional
Ditolak Bidan, Seorang Ibu Jadi Tontonan Warga Saat Melahirkan, Ini Cerita Sang Suami

Ditolak Bidan, Seorang Ibu Jadi Tontonan Warga Saat Melahirkan, Ini Cerita Sang Suami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X