Akhir September, Pertamina Janji Selesaikan Tumpahan Minyak di Laut Karawang

Kompas.com - 12/08/2019, 11:09 WIB
Tim Oil Spill Combat Team (OSCT) menarik Oil Boom SL 25 untuk dipasang di beberapa titik strategis di Pantai Sedari, Karawang, Jawa Barat, Kamis (01/08). dok BBC IndonesiaTim Oil Spill Combat Team (OSCT) menarik Oil Boom SL 25 untuk dipasang di beberapa titik strategis di Pantai Sedari, Karawang, Jawa Barat, Kamis (01/08).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Karliansyah, menyebut setidaknya 12 desa di Karawang dan Bekasi serta tujuh pulau di Kepulauan Seribu, terkena dampak tumpahan minyak Pertamina.

"Itu ada Pulau Air, Pulau Untung Jawa, Bidadari, Lancang, Pulau Rambut, Pulau Damar," kata Karliansyah kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (11/08).

Dari pengamatan KLHK, tumpahan minyak di pantai sudah ditangani dengan baik oleh Pertamina dengan memasang oil boom, atau peralatan yang digunakan untuk melokalisir atau mengurung tumpahan minyak di air, sepanjang 500 meter. Petugas juga menggunakan 44 kapal untuk menghadang tumpahan minyak ke bibir pantai.

Baca juga: Polisi Minta Keterangan Sejumlah Pihak untuk Dalami Penyebab Minyak Tumpah di Karawang

"Kalau di pantai sudah dibersihkan langsung, minyaknya dikarungin langsung dibawa ke pusat limbah B3," ujarnya.

Meski begitu KLHK, kata dia, masih menghitung luasan wilayah perairan yang terkena pencemaran minyak. Begitu pula jumlah kerugian lingkungan dan yang diderita masyarakat.

"Belum (bisa dipastikan luasannya), karena berubah terus tergantung pasang gelombang laut," tukasnya.

Ia pun sangat berharap akhir Agustus ini proses penutupan sumur yang bocor itu rampung dilakukan Pertamina. Sebab, jika proses perbaikan makin lama, sebaran minyak akan meluas.

"Kalau minyak itu sampai tenggelam di laut, ada biota yang terpengaruh seperti terumbu karang bisa terpengaruh," jelasnya.

Baca juga: Warga Terdampak Tumpahan Minyak Pertamina Dapat Kompensasi, Ini Mekanismenya


Akhir september selesai

Dua pekerja Oil Spill Combat Team (OSCT) memeriksa Oil Boom di sepanjang Pantai Sedari, Karawang, Jawa Barat. dok BBC Indonesia Dua pekerja Oil Spill Combat Team (OSCT) memeriksa Oil Boom di sepanjang Pantai Sedari, Karawang, Jawa Barat.
VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, menjanjikan penanganan kebocoran sumur minyak dan gas di lepas pantai Karawang, rampung pada akhir September dengan melibatkan perusahaan dari AS, Boot & Coots.

Proses perbaikan, kata dia, membutuhkan waktu lama karena pengerjaannya yang sulit, di mana mereka harus mengebor satu sumur bantuan hingga kedalaman 2.700 meter atau mendekat sumur yang bocor. Nantinya, sumur yang bocor itu akan dimasukkan lumpur berat supaya tekanan gasnya hilang. Setelah itu, ditutup dengan semen.

Baca juga: Dampak Tumpahan Minyak Mentah Pertamina di Kepulau Seribu, Laut Tercemar, Ikan-ikan Mati

"Sekarang prosesnya mencapai kedalaman 1.400 meter. Kita estimasikan sekitar delapan minggu sejak dilakukan pengeboran," ujar Fajriyah Usman kepada BBC Indonesia.

Hingga saat ini, sumur YYA-1 masih mengeluarkan semburan minyak. Kendati seberapa banyak, belum bisa dipastikan. Dari analisa pandangan mata, menurut Fajriyah, minyak yang keluar dari sumur mulai berkurang.

"Dari akhir Juli, likuid yang keluar dari sumur berkurang drastis. Tidak sekuat awal-awal," ujarnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Regional
Saksi Mata: Helikopter Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Saksi Mata: Helikopter Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Regional
Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Regional
Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Regional
Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Regional
Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Regional
Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Regional
2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

Regional
Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Regional
Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Regional
Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Regional
Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Juni 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X