Akhir September, Pertamina Janji Selesaikan Tumpahan Minyak di Laut Karawang

Kompas.com - 12/08/2019, 11:09 WIB
Seorang perawat memeriksa kesehatan warga di Posko Pelayanan Kesehatan PHE ONWJ, Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/07). dok BBC IndonesiaSeorang perawat memeriksa kesehatan warga di Posko Pelayanan Kesehatan PHE ONWJ, Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/07).
Editor Rachmawati

"Dari akhir Juli, likuid yang keluar dari sumur berkurang drastis. Tidak sekuat awal-awal," ujarnya.

Sementara itu, area anjungan lepas pantai Karawang masih tersisolasi. Itu mengapa pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab sumur gas dan minyak tersebut bocor. Sumur minyak YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) lepas pantai Karawang ini ditargetkan beroperasi pada September mendatang dengan jumlah produksi perharinya 3000 barrel.

Kendati ia memastikan, ketika peristiwa itu terjadi, Pertamina belum sampai pada tahap eksplorasi. Tapi baru pada tahap "membuka sumur".

"Investigasi masih dilakukan. Karena di sana masih diisolir. Kita belum bisa ada yang masuk. Peralatan untuk memonitor ada di sana, ditinggalkan."

"Jadi belum dipasang peralatan pompa supaya produksi minyak sesuai target," tukasnya.

Baca juga: 5 Fakta Tumpahan Minyak Pertamina, Desakan Ridwan Kamil hingga Dituding Tak Transparan

Pasca insiden 12 Juli itu, Pertamina telah "menangkap" setidaknya 4000 barrel tumpahan minyak dengan menggunakan jala dan oil boom sepanjang 500 meter yang dipasang dari anjungan.

"Di laut pakai oil boom yang bentuknya melingkar dan statis. Kita langsung hadang di 500 meter dari anjungan dengan oil spill yang melingkar. Ada juga yang moveable, artinya disangkutkan di dua vessel nanti dibawa oil boom," jelasnya.

Setelah peristiwa itu pula, Pertamina telah mendirikan pos pengaduan dan kesehatan untuk masyarakat yang terkena dampak. Total ada enam posko yang dioperasikan di Jembar Jaya, Sungai Buntu, Sedari, Tambak Sari, dan Kepulauan Seribu.

Sedangkan proses ganti rugi kepada masyarakat dan kerugian yang diderita Pertamina, akan ditangani oleh Komite yang berisi Pertamina Hulu Energi ONWJ dan pemerintah daerah.

"Masih on-process," katanya.

Baca juga: 234 Hektare Terumbu Karang di Laut Karawang Terindikasi Terdampak Tumpahan Minyak


Jatam minta Pertamina buka informasi ke publik

Petugas mengumpulkan tumpahan minyak mentah yang tercecer di Pesisir Pantai Mekarjaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis (8/8/2019)dok BBC Indonesia Petugas mengumpulkan tumpahan minyak mentah yang tercecer di Pesisir Pantai Mekarjaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis (8/8/2019)
Koordinator Jaringan Aksi Tambang (Jatam) Nasional, Merah Johansyah, mendesak Pertamina segera membuka kepada publik penyebab kebocoran minyak dan gas di sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) di lepas pantai Karawang. Sebab ada indikasi, Pertamina menutup-nutupi hal itu.

"Karena tidak pernah ada yang mempublikasikan peristiwa di anjungan. Pertamina hanya publikasikan peristiwa oil spill, penanganan tumpahan minyaknya, baik di perairan dan pesisir," kata Merah Johansyah kepada BBC Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Gali Kubur, Warga Ngawi Temukan Orang Diduga Gantung Diri

Hendak Gali Kubur, Warga Ngawi Temukan Orang Diduga Gantung Diri

Regional
Bus Rombongan Pelajar SMA Banyuwangi Terguling di Lumajang, 20 Siswa Terluka

Bus Rombongan Pelajar SMA Banyuwangi Terguling di Lumajang, 20 Siswa Terluka

Regional
Jelang Pelantikan Jokowi, 595 Personel TNI-Polri Sisir Pulau Bali

Jelang Pelantikan Jokowi, 595 Personel TNI-Polri Sisir Pulau Bali

Regional
Fakta Baru Motivator Tempeleng 10 Siswa, Mengaku Khilaf hingga Dikecam KPAI

Fakta Baru Motivator Tempeleng 10 Siswa, Mengaku Khilaf hingga Dikecam KPAI

Regional
Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Wakil Bupati Belitung Berharap Ekonomi Pariwisata Diperhatikan

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Wakil Bupati Belitung Berharap Ekonomi Pariwisata Diperhatikan

Regional
Ratusan Warga Doa Bersama Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Ratusan Warga Doa Bersama Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Regional
Cerita di Balik Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung Adik-adiknya

Cerita di Balik Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung Adik-adiknya

Regional
Mabuk Miras, Pemuda Ini Perkosa Mahasiswi

Mabuk Miras, Pemuda Ini Perkosa Mahasiswi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pasutri Tewas Digigit Ular | Pilkada Solo, Gibran Berjuang Maju Lewat PDI-P

[POPULER NUSANTARA] Pasutri Tewas Digigit Ular | Pilkada Solo, Gibran Berjuang Maju Lewat PDI-P

Regional
Fakta Kecelakaan Tol Lampung, Sopir Diduga Mengantuk hingga 4 Orang Tewas Terbakar

Fakta Kecelakaan Tol Lampung, Sopir Diduga Mengantuk hingga 4 Orang Tewas Terbakar

Regional
Tempeleng 10 Siswa, Motivasi Berujung Jeruji Besi: Saya Khilaf...

Tempeleng 10 Siswa, Motivasi Berujung Jeruji Besi: Saya Khilaf...

Regional
KPK Sita Sejumlah Dokumen di Kantor Dishub Medan

KPK Sita Sejumlah Dokumen di Kantor Dishub Medan

Regional
Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Regional
Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X