Kompas.com - 12/08/2019, 11:09 WIB
Editor Rachmawati

Semua informasi itu, kata Merah, telah diajukan ke Pertamina agar dibuka.

"Kita minta data dan informasi itu diungkap ke publik. Karena Pertamina itu BUMN, dia tunduk pada UU KIP. Bahkan kami sudah kirim surat membuat poin-poin yang intinya menanyakan hal-hal yang berkaitan peristiwa di anjungan."

Baca juga: Ridwan Kamil Minta Pertamina Tangani Tumpahan Minyak dalam Waktu 10-14 Hari

Kalaupun kini Pertamina tengah melakukan investigasi internal, Jatam berharap ada tim independen yang melakukannya.

"Ini kan kegagalan pengeboran, ada indikasi kelalaian. Kita heran, penegak hukum kok diam saja. Tidak melakukan penyelidikan. Polisi kemana? Harusnya ada penyelidikan, kita minta ada tim independen."

Namun demikian, VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, mengatakan tidak bisa membuka semua informasi itu. Selain karena masih diselidiki, juga tak bisa diakses lantaran area itu terisolir.

"Kita belum bisa sampaikan karena masih di bawah investigasi. Belum tentu juga terjadi pelanggaran SOP. Yang bisa saya sampaikan bahwa Pertamina punya banyak working area dan baru kali ini terjadi begini. Kita tidak tahu ini adalah reaksi natural atau ada sesuatu di situ," jelasnya.

Di sisi lain, pengamat perminyakan, Kurtubi, menilai kebocoran sumur minyak dan gas di sumur tua seperti yang terjadi di lepas pantai Karawang, memiliki risiko lebih tinggi dibanding sumur baru. Itu sebabnya, Pertamina, harus memperhatikan dan memperhitungkan betul SOP yang ada. Apalagi jika sumur minyak itu berada di bawah laut.

"Di hulu tinggi sekali risikonya. Itu sebab sejauh ini kita undang investor untuk mau eksplorasi di sektor hulu mencari cadangan baru. Karena (sumur tua) risikonya tinggi sekali," ujar Kurtubi kepada BBC Indonesia.

Dari pengamatannya, sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) sudah berusia sekitar 30 sampai 40 tahun yang mula-mula dikerjakan oleh pihak swasta. Sumur tua itu lantas diambil Pertamina dengan harapan, bisa meningkatkan produksi minyak --yang dalam catatan Kurtubi, terus turun setiap tahun.

Baca juga: Ridwan Kamil Imbau Nelayan Tak Jual Ikan yang Terpapar Limbah Minyak

"Jadi membutuhkan pengeboran baru dan butuh waktu untuk tingkatkan produksi. Karena sudah belasan tahun produksinya terus turun dan hampir tidak ada cadangan baru. Jadi yang sudah ada diupayakan untuk tingkatkan produksi dengan pengeboran baru di lapangan," jelasnya.

Kurtubi juga mengatakan, cadangan minyak di sumur tersebut masih terbilang besar. Kendati diperlukan "pengeboran tambahan" agar minyak "bisa naik ke atas atau berproduksi".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-77 RI, Bupati Blora Berkunjung ke Rumah Veteran dan Purnawirawan

Peringati HUT Ke-77 RI, Bupati Blora Berkunjung ke Rumah Veteran dan Purnawirawan

Regional
Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Regional
Kasus Covid-19 Naik, Bupati Wonogiri Minta Warga Taati Prokes

Kasus Covid-19 Naik, Bupati Wonogiri Minta Warga Taati Prokes

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Bupati Jekek Ajak Warga Bangun Kembali Harapan yang Hilang

Momen HUT Ke-77 RI, Bupati Jekek Ajak Warga Bangun Kembali Harapan yang Hilang

Regional
HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

Regional
Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Regional
HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

Regional
Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Regional
Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Regional
Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Regional
Mantan Anggota Khilafatul Muslimin Lampung Ucap Ikrar Setia ke NKRI, Begini Respons Gubernur Arinal

Mantan Anggota Khilafatul Muslimin Lampung Ucap Ikrar Setia ke NKRI, Begini Respons Gubernur Arinal

Regional
Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Regional
Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Regional
Bupati Arief Rohman Beri Sinyal Jalan Blora-Randublatung Selesai Tahun 2022

Bupati Arief Rohman Beri Sinyal Jalan Blora-Randublatung Selesai Tahun 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.