NEWS
Salin Artikel

Akhir September, Pertamina Janji Selesaikan Tumpahan Minyak di Laut Karawang

"Itu ada Pulau Air, Pulau Untung Jawa, Bidadari, Lancang, Pulau Rambut, Pulau Damar," kata Karliansyah kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (11/08).

Dari pengamatan KLHK, tumpahan minyak di pantai sudah ditangani dengan baik oleh Pertamina dengan memasang oil boom, atau peralatan yang digunakan untuk melokalisir atau mengurung tumpahan minyak di air, sepanjang 500 meter. Petugas juga menggunakan 44 kapal untuk menghadang tumpahan minyak ke bibir pantai.

"Kalau di pantai sudah dibersihkan langsung, minyaknya dikarungin langsung dibawa ke pusat limbah B3," ujarnya.

Meski begitu KLHK, kata dia, masih menghitung luasan wilayah perairan yang terkena pencemaran minyak. Begitu pula jumlah kerugian lingkungan dan yang diderita masyarakat.

"Belum (bisa dipastikan luasannya), karena berubah terus tergantung pasang gelombang laut," tukasnya.

Ia pun sangat berharap akhir Agustus ini proses penutupan sumur yang bocor itu rampung dilakukan Pertamina. Sebab, jika proses perbaikan makin lama, sebaran minyak akan meluas.

"Kalau minyak itu sampai tenggelam di laut, ada biota yang terpengaruh seperti terumbu karang bisa terpengaruh," jelasnya.

Proses perbaikan, kata dia, membutuhkan waktu lama karena pengerjaannya yang sulit, di mana mereka harus mengebor satu sumur bantuan hingga kedalaman 2.700 meter atau mendekat sumur yang bocor. Nantinya, sumur yang bocor itu akan dimasukkan lumpur berat supaya tekanan gasnya hilang. Setelah itu, ditutup dengan semen.

"Sekarang prosesnya mencapai kedalaman 1.400 meter. Kita estimasikan sekitar delapan minggu sejak dilakukan pengeboran," ujar Fajriyah Usman kepada BBC Indonesia.

Hingga saat ini, sumur YYA-1 masih mengeluarkan semburan minyak. Kendati seberapa banyak, belum bisa dipastikan. Dari analisa pandangan mata, menurut Fajriyah, minyak yang keluar dari sumur mulai berkurang.

"Dari akhir Juli, likuid yang keluar dari sumur berkurang drastis. Tidak sekuat awal-awal," ujarnya.

Kendati ia memastikan, ketika peristiwa itu terjadi, Pertamina belum sampai pada tahap eksplorasi. Tapi baru pada tahap "membuka sumur".

"Investigasi masih dilakukan. Karena di sana masih diisolir. Kita belum bisa ada yang masuk. Peralatan untuk memonitor ada di sana, ditinggalkan."

"Jadi belum dipasang peralatan pompa supaya produksi minyak sesuai target," tukasnya.

Pasca insiden 12 Juli itu, Pertamina telah "menangkap" setidaknya 4000 barrel tumpahan minyak dengan menggunakan jala dan oil boom sepanjang 500 meter yang dipasang dari anjungan.

"Di laut pakai oil boom yang bentuknya melingkar dan statis. Kita langsung hadang di 500 meter dari anjungan dengan oil spill yang melingkar. Ada juga yang moveable, artinya disangkutkan di dua vessel nanti dibawa oil boom," jelasnya.

Setelah peristiwa itu pula, Pertamina telah mendirikan pos pengaduan dan kesehatan untuk masyarakat yang terkena dampak. Total ada enam posko yang dioperasikan di Jembar Jaya, Sungai Buntu, Sedari, Tambak Sari, dan Kepulauan Seribu.

Sedangkan proses ganti rugi kepada masyarakat dan kerugian yang diderita Pertamina, akan ditangani oleh Komite yang berisi Pertamina Hulu Energi ONWJ dan pemerintah daerah.

"Masih on-process," katanya.

"Karena tidak pernah ada yang mempublikasikan peristiwa di anjungan. Pertamina hanya publikasikan peristiwa oil spill, penanganan tumpahan minyaknya, baik di perairan dan pesisir," kata Merah Johansyah kepada BBC Indonesia.

Keterbukaan informasi itu, menurut Merah, dimulai dari membuka kamera pengawas di anjungan, data pengeboran saat beberapa hari sebelum kejadian, beberapa jam sebelum kejadian, dan setelah. Dari situ, kata dia, bisa diketahui apakah ada kelalaian atau pelanggaran prosedur operasi standar (SOP) yang dilakukan Pertamina.

"Jadi kalau di pengeboran itu ada image log atau data rekaman. Bisa diketahui pengambilan keputusannya seperti apa?"

Semua informasi itu, kata Merah, telah diajukan ke Pertamina agar dibuka.

"Kita minta data dan informasi itu diungkap ke publik. Karena Pertamina itu BUMN, dia tunduk pada UU KIP. Bahkan kami sudah kirim surat membuat poin-poin yang intinya menanyakan hal-hal yang berkaitan peristiwa di anjungan."

Kalaupun kini Pertamina tengah melakukan investigasi internal, Jatam berharap ada tim independen yang melakukannya.

"Ini kan kegagalan pengeboran, ada indikasi kelalaian. Kita heran, penegak hukum kok diam saja. Tidak melakukan penyelidikan. Polisi kemana? Harusnya ada penyelidikan, kita minta ada tim independen."

Namun demikian, VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, mengatakan tidak bisa membuka semua informasi itu. Selain karena masih diselidiki, juga tak bisa diakses lantaran area itu terisolir.

"Kita belum bisa sampaikan karena masih di bawah investigasi. Belum tentu juga terjadi pelanggaran SOP. Yang bisa saya sampaikan bahwa Pertamina punya banyak working area dan baru kali ini terjadi begini. Kita tidak tahu ini adalah reaksi natural atau ada sesuatu di situ," jelasnya.

Di sisi lain, pengamat perminyakan, Kurtubi, menilai kebocoran sumur minyak dan gas di sumur tua seperti yang terjadi di lepas pantai Karawang, memiliki risiko lebih tinggi dibanding sumur baru. Itu sebabnya, Pertamina, harus memperhatikan dan memperhitungkan betul SOP yang ada. Apalagi jika sumur minyak itu berada di bawah laut.

"Di hulu tinggi sekali risikonya. Itu sebab sejauh ini kita undang investor untuk mau eksplorasi di sektor hulu mencari cadangan baru. Karena (sumur tua) risikonya tinggi sekali," ujar Kurtubi kepada BBC Indonesia.

Dari pengamatannya, sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) sudah berusia sekitar 30 sampai 40 tahun yang mula-mula dikerjakan oleh pihak swasta. Sumur tua itu lantas diambil Pertamina dengan harapan, bisa meningkatkan produksi minyak --yang dalam catatan Kurtubi, terus turun setiap tahun.

"Jadi membutuhkan pengeboran baru dan butuh waktu untuk tingkatkan produksi. Karena sudah belasan tahun produksinya terus turun dan hampir tidak ada cadangan baru. Jadi yang sudah ada diupayakan untuk tingkatkan produksi dengan pengeboran baru di lapangan," jelasnya.

Kurtubi juga mengatakan, cadangan minyak di sumur tersebut masih terbilang besar. Kendati diperlukan "pengeboran tambahan" agar minyak "bisa naik ke atas atau berproduksi".

https://regional.kompas.com/read/2019/08/12/11092211/akhir-september-pertamina-janji-selesaikan-tumpahan-minyak-di-laut-karawang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Regional
Mantan Anggota Khilafatul Muslimin Lampung Ucap Ikrar Setia ke NKRI, Begini Respons Gubernur Arinal

Mantan Anggota Khilafatul Muslimin Lampung Ucap Ikrar Setia ke NKRI, Begini Respons Gubernur Arinal

Regional
Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Regional
Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Regional
Bupati Arief Rohman Beri Sinyal Jalan Blora-Randublatung Selesai Tahun 2022

Bupati Arief Rohman Beri Sinyal Jalan Blora-Randublatung Selesai Tahun 2022

Regional
Gelar IYCC, LPI Dompet Dhuafa Wisuda 256 Penerima Manfaat Etos ID

Gelar IYCC, LPI Dompet Dhuafa Wisuda 256 Penerima Manfaat Etos ID

Regional
Dukung Sektor Ekowisata Metro, Wali Kota Mahdi Resmikan Destinasi Wisata Amor

Dukung Sektor Ekowisata Metro, Wali Kota Mahdi Resmikan Destinasi Wisata Amor

Regional
Hutan Kota di Trenggalek Mulai Dipasang QR Code Berisi Informasi Jenis-jenis Tanaman

Hutan Kota di Trenggalek Mulai Dipasang QR Code Berisi Informasi Jenis-jenis Tanaman

Regional
Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka 77 Bawa Wonogiri ke Kenormalan Baru

Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka 77 Bawa Wonogiri ke Kenormalan Baru

Regional
Di Negaroa Bahagia Wisata Rally 2022, Pereli sekaligus Wabup Jembrana Masuk 10 Besar Seeded B

Di Negaroa Bahagia Wisata Rally 2022, Pereli sekaligus Wabup Jembrana Masuk 10 Besar Seeded B

Regional
Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Regional
Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Regional
Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Regional
Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Regional
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.