Jika Tak Dipilih Jadi Ibu Kota Baru, Kalsel Tetap Dapat Imbas Ekonomi

Kompas.com - 30/07/2019, 17:01 WIB
Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWARKepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), tidak masalah jika tak dipillih sebagai ibu kota negara (IKN) Baru.

Provinsi Kalsel tetap dianggap mendapat imbas langsung secara ekonomi, jika salah satu antara Kaltim atau Kalteng yang terpilih menjadi IKN baru.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemprov Kalsel Nurul Fajar mengatakan, Kalsel akan menjadi wilayah penyangga yang dapat diandalkan dari sektor pertanian, dan ketenagakerjaan dan sektor-sektor lainnya.

"Dari sektor pertanian, besar peluang hasil pertanian kita dijual ke lokasi baru, Kalsel saat ini surplus beras sehingga tak perlu lagi mendatangkan dari Jawa, belum lagi hasil pertanian lain," ujarnya saat dihubungi Selasa (30/7/2019).

Baca juga: Siap Jadi Ibu Kota Baru, 70.000 Hektare Lahan di Kalsel Akan Dijadikan Forest City

Kalsel saat ini juga disebutnya telah memiliki lahan rawa yang surplus beras, sehingga Kalsel bisa dikatakan sebagai lumbung padi nasional. 

"Misalnya bukan di Kalsel, tetap akan ada 1,5 juta orang yang pindah kelokasi baru, mereka butuh makan kan? jangankan Ibu Kota Baru, secara nasional pun Kalsel bisa menopang kebutuhan beras," tambahnya.

Selain dari sektor pertanian, Nurul Fajar juga menyebut sektor ketenagakerjaan akan berdampak langsung terhadap roda ekonomi Kalsel.

Kalsel saat ini telah memiliki tenaga-tenaga terampil yang siap memasuki dunia kerja di Ibu Kota Baru, dari pada mendatangkan dari luar Kalimantan.

"Yang datang kelokasi baru itu ASN kan? Nah, ini ada peluang dari tenaga kerja lain. Kita dorong tenaga-tenaga terampil kita ke lokasi baru untuk bersaing. Inilah dampak langsung yang bisa dirasakan oleh Kalsel dimana pun ibu kota itu nantinya, karena kita diapit oleh mereka," ucapnya.

Terlepas dari hal tersebut, Pemprov Kalsel tetap optimis dipilih menjadi IKN baru.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Regional
120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

Regional
Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X