Tak Hanya Jatuhkan Vonis 3 Tahun Penjara, Hakim Juga Tolak Pleidoi Bahar bin Smith

Kompas.com - 09/07/2019, 21:56 WIB
Bahar bin Smith berjalan usai mencium bendera merah putih setelah vonis tiga tahun yang dijatuhkan kepadanya, Selasa (9/7/2019). KOMPAS.com/AGIE PERMADIBahar bin Smith berjalan usai mencium bendera merah putih setelah vonis tiga tahun yang dijatuhkan kepadanya, Selasa (9/7/2019).
BANDUNG, KOMPAS.com - Vonis tiga tahun telah dijatuhkan majelis hakim kepada Bahar Bin Smith atas tindakan penganiayaan terhadap dua pemuda berinisial MKU (17) dan CAJ (18).

Dalam persidangan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa (9/7/2019), majelis hakim tak hanya memvonis penjara, tapi juga menolak pleidoi Bahar.

Beberapa poin pleidoi Bahar sempat dibacakan majelis hakim Muhammad Edison. Pleidoi ini pernah dibacakan Bahar dalam sidang beragendakan pleidoi beberapa waktu lalu.  

Baca juga: Dua Murid Bahar bin Smith Divonis 1,5 dan 2 Tahun Penjara

Dalam pembelaan berkaitan perbuatannya itu, Bahar sempat membacakan hadis tentang mencegah kemungkaran.

"Mengenai pembelaan terdakwa pada pokoknya dalam Alquran menyebutkan patut menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dalam hadis disebutkan jika melihat kemungkaran maka cegahlah dengan tangan, jika tidak mampu dengan tangan maka dengan mulut. Jika mulut tidak mampu maka cegahlah dengan nasihat. Jika nasihat tidak mampu maka dengan doa," ucap Edison membacakan pleidoi Bahar, Selasa (9/7/2019).


 Majelis hakim, katanya, mengambil pertimbangan bahwa pembelaan Bahar tidak sesuai dengan hukum positif yang berlaku di Indonesia.

"Tentunya tidak boleh dan bertentangan dengan hukum di Indonesia. Sedangkan penjarakan merupakan pilihan terbaik dalam menyelesaikan permasalahan. Namun dengan melakukan saluran hukum yang berlaku di Indonesia," katanya. 

Baca juga: Bahar bin Smith Divonis 3 Tahun Penjara, Ini Tanggapan Pengacara

Dalam pleidoinya, Bahar juga sempat menyebut tak ada niatan untuk melakukan pemukulan, namun lantaran korban tak mengaku saat di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, akhirnya pemukulan itu pun terjadi. 

Akan tetapi, majelis hakim menilai bahwa alasan terdakwa ini tidak dapat dibenarkan.

Seharusnya, kata Edison, terdakwa melaporkannya ke pihak berwajib.

"Menimbang karena uraian di atas, maka pembelaan terdakwa beralasan untuk ditolak," tegasnya.

Seperti diketahui, majelis hakim Muhammad Eddison menilai Bahar secara sah dan meyakinkan bersalah atas perbuatannya.

Halaman:


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi 2 WNA Tewas Akibat Speed Boat Terbalik di Devil''s Tear Lembongan

Kronologi 2 WNA Tewas Akibat Speed Boat Terbalik di Devil''s Tear Lembongan

Regional
Identitas 2 WNA Korban Speed Boat Terbalik di Devil's Tear Nusa Lembongan

Identitas 2 WNA Korban Speed Boat Terbalik di Devil's Tear Nusa Lembongan

Regional
Fakta Ribuan Ikan Mati di Pantai Ambon, Bau Amis Menyengat hingga LIPI Ambil Sampel Bangkai

Fakta Ribuan Ikan Mati di Pantai Ambon, Bau Amis Menyengat hingga LIPI Ambil Sampel Bangkai

Regional
Kisah Afuk, Kayuh Sepeda Onthel Sejauh 276 Kilometer untuk Kembalikan Dompet

Kisah Afuk, Kayuh Sepeda Onthel Sejauh 276 Kilometer untuk Kembalikan Dompet

Regional
Siswa Iseng Bakar Sampah di Sekolah, 2 Laboratorium Ludes Terbakar

Siswa Iseng Bakar Sampah di Sekolah, 2 Laboratorium Ludes Terbakar

Regional
TPAS Makassar yang Terbakar Timbulkan Bau Menyengat, Sekolah Diliburkan

TPAS Makassar yang Terbakar Timbulkan Bau Menyengat, Sekolah Diliburkan

Regional
Fraksi Demokrat DPRD Bandung Benarkan Anggotanya Ditahan di Polresta Padang

Fraksi Demokrat DPRD Bandung Benarkan Anggotanya Ditahan di Polresta Padang

Regional
Akibat Kabut Asap,  Kualitas Udara Palangkaraya Masuk Kategori Berbahaya

Akibat Kabut Asap, Kualitas Udara Palangkaraya Masuk Kategori Berbahaya

Regional
Kronologi Pelanggar Lalu Lintas Bakar Motornya karena Ditilang

Kronologi Pelanggar Lalu Lintas Bakar Motornya karena Ditilang

Regional
Diduga Akibat Gunakan Steker Rusak, Rumah di Ngawi Ludes Dilalap Api

Diduga Akibat Gunakan Steker Rusak, Rumah di Ngawi Ludes Dilalap Api

Regional
Kasus Pidato Rasis Ketua Nasdem Tanjungpinang Dihentikan

Kasus Pidato Rasis Ketua Nasdem Tanjungpinang Dihentikan

Regional
 BNPB Kewalahan Padamkan Api, Kebakaran Meluas Kabut Asap Semakin Parah

BNPB Kewalahan Padamkan Api, Kebakaran Meluas Kabut Asap Semakin Parah

Regional
Pria Ini Tewas Dibacok Temannya karena Tertawa Sambil Merokok Saat Utang Ditagih

Pria Ini Tewas Dibacok Temannya karena Tertawa Sambil Merokok Saat Utang Ditagih

Regional
Kabut Asap di Palangkaraya Semakin Pekat, Sekolah Diliburkan

Kabut Asap di Palangkaraya Semakin Pekat, Sekolah Diliburkan

Regional
Kisah Relawan Lewati Bukit di Pedalaman NTT Demi Tolong Penderita Gangguan Jiwa yang Dipasung

Kisah Relawan Lewati Bukit di Pedalaman NTT Demi Tolong Penderita Gangguan Jiwa yang Dipasung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X