Kompas.com - 27/06/2019, 10:17 WIB

JOMBANG, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang Jawa Timur, mewaspadai terjadinya krisis air bersih yang berpotensi melanda sejumlah desa di 6 Kecamatan.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Jombang, Gunadi mengatakan, sepanjang 2 bulan kedepan wilayah Kabupaten Jombang diprediksi tidak akan turun hujan.

Suhu dan cuaca pada musim kemarau tahun ini, disebutnya juga sedikit berbeda daripada musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi itu diprediksi bisa memicu dampak kekeringan.

"Info dari BMKG I Juanda, 60 hari kedepan (wilayah Jombang) tanpa hujan. Ini menandakan sudah benar-benar (musim) kemarau," kata Gunadi, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/6/2019) malam.

Baca juga: 10 Desa di Banyumas Krisis Air Bersih

Menghadapi datangnya musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan, BPBD Jombang menaruh perhatian khusus ke sejumlah titik rawan krisis air bersih. Titik rawan tersebut, tersebar di 11 Desa di 6 Kecamatan.

"Kami besok (Kamis) akan menurunkan tim pemantau ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan. Salah satunya ke wilayah Kecamatan Kabuh," ujar Gunadi.

Selain memantau ke wilayah Kecamatan Kabuh, BPBD Jombang juga memantau kondisi wilayah lain yang memiliki kerawanan krisis air bersih saat musim kemarau.

Titik lokasi rawan krisis air bersih tersebut berada di Kecamatan Bareng, Wonosalam, Mojoagung, Plandaan, serta Bandar Kedungmulyo.

Hingga Rabu malam, beber Gunadi, pihaknya belum menerima laporan adanya krisis air bersih ataupun permintaan dropping air bersih dari desa-desa yang berpotensi rawan dilanda krisis air bersih.

Baca juga: Kemarau Datang, Air Bersih di Desa Marmoyo Jombang Mulai Terbatas

Sebelumnya diberitakan, dampak dari datangnya musim kemarau mulai dirasakan oleh warga di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sejak beberapa minggu lalu.

Ketersediaan air bersih di Desa Marmoyo mulai terbatas akibat turunnya volume air dari sumber mata air induk.

Akibat volume air dari sumber mata air berkurang, suplai air ke pemukiman warga melalui pipa ke 3 penampungan air, menjadi tidak lancar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.