Kemarau Datang, Air Bersih di Desa Marmoyo Jombang Mulai Terbatas

Kompas.com - 26/06/2019, 23:14 WIB
Warni (50), warga Dusun Marmoyo, Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, saat mengambil air di salah satu penampungan air di kampungnya, Rabu (26/6/2019). KOMPAS.com/MOH. SYAFIIWarni (50), warga Dusun Marmoyo, Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, saat mengambil air di salah satu penampungan air di kampungnya, Rabu (26/6/2019).

JOMBANG, KOMPAS.com - Terbatasnya ketersediaan air bersih mulai dirasakan warga Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sejak beberapa minggu lalu.

Mulai terbatasnya ketersediaan air bersih di Desa Marmoyo, disebabkan oleh turunnya volume air dari sumber mata air induk. Akibat volume air dari sumber mata air berkurang, suplai air ke pemukiman warga melalui pipa menjadi tidak lancar.

Warni (50), warga Dusun Marmoyo mengungkapkan, ketersediaan air bersih di kampungnya belum sampai pada tahap krisis. Namun, turunnya volume air bersih dari sumber induk, tak jarang membuat suplai air macet.

Baca juga: Siap-siap, Musim Kemarau Tahun Ini Akan Lebih Lama

Dikatakannya, sejak volume air turun, air dari sumber yang disalurkan melalui pipa ke 3 tempat penampungan air di perkampungan penduduk tersebut, debitnya sangat kecil. Untuk mendapatkan air ukuran 1 timba, diperlukan waktu sekitar 15 menit.

"(Air) sangat lama keluarnya. Untuk satu tong (timba) butuh waktu hampir 15 menit. Kalau butuh air sekarang harus antri," ujar Warni, saat mengambil air di salah satu tempat penampungan air di Desa Marmoyo, Rabu (26/6/2019) petang.

Akibat volume air yang terus berkurang, pengiriman air dari sumber air induk ke 3 penampungan air, harus dijadwal. Air disalurkan dalam tiga sesi, sesuai jumlah penampungan air bersih yang ada di Desa Marmoyo.

Baca juga: 10 Desa di Banyumas Krisis Air Bersih

Pada sesi pertama dilakukan pada pukul 05.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Sesi pertama, air bersih disalurkan ke penampung air yang ada di permukiman warga sebelah utara.

Untuk sesi ke dua, air bersih disalurkan ke penampung air yang ada di tengah permukiman warga, pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

Sedangkan, pada pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, distribusi air melalui kran penampung air untuk permukiman warga yang ada sebelah barat.

"Kalau untuk masak masih cukup. Tapi kalau untuk keperluan yang lain seperti mencuci, enggak cukup," ujarnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aksi Babinsa Gendong Nenek dan Penderita Stroke untuk Mengambil BLT

Aksi Babinsa Gendong Nenek dan Penderita Stroke untuk Mengambil BLT

Regional
Dentuman di Kawah Gunung Ijen, Ada Gelombang Mirip Tsunami Setinggi 3 Meter, Satu Penambang Tewas

Dentuman di Kawah Gunung Ijen, Ada Gelombang Mirip Tsunami Setinggi 3 Meter, Satu Penambang Tewas

Regional
Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Regional
Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Regional
Bayi Berusia 6 Hari Positif Terjangkit Virus Corona di NTB

Bayi Berusia 6 Hari Positif Terjangkit Virus Corona di NTB

Regional
Mobilnya Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Dicopot dan Ditahan

Mobilnya Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Dicopot dan Ditahan

Regional
Hari Terakhir PSBB, Penambahan 1 Kasus Covid-19 di Kota Malang

Hari Terakhir PSBB, Penambahan 1 Kasus Covid-19 di Kota Malang

Regional
Lelah Periksa Swab Ratusan PDP di Jatim, Tim Mobil PCR Minta Libur

Lelah Periksa Swab Ratusan PDP di Jatim, Tim Mobil PCR Minta Libur

Regional
Detik-detik Keluarga Pasien Corona yang Kabur Adang dan Peluk Polisi hingga Ketakutan Tertular Saat Penjemputan

Detik-detik Keluarga Pasien Corona yang Kabur Adang dan Peluk Polisi hingga Ketakutan Tertular Saat Penjemputan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Soal Mobil PCR dan Kemarahan Risma | Video Pria Bugil Lari di Depan Hotel

[POPULER NUSANTARA] Soal Mobil PCR dan Kemarahan Risma | Video Pria Bugil Lari di Depan Hotel

Regional
Fakta Dua Anggota KKB Papua Reaktif Rapid Test dan Ditangkap Usai Jalani Isolasi

Fakta Dua Anggota KKB Papua Reaktif Rapid Test dan Ditangkap Usai Jalani Isolasi

Regional
Fakta 3 Tahanan di Luwu Timur Kabur dari Rutan, Bengkokkan Terali, Satu Orang Ditembak

Fakta 3 Tahanan di Luwu Timur Kabur dari Rutan, Bengkokkan Terali, Satu Orang Ditembak

Regional
Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X