Bandara NYIA Segera Beroperasi, Produk Khas Kulon Progo Disiapkan Jadi Suvenir

Kompas.com - 08/04/2019, 09:47 WIB
Aktivitas membatik di Sinar Abadi Batik (SAB) di Kecamatan Lendah, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Hasil karya dari dapur SAB ini turut memenuhi galeri yang berisi produk khas Yogyakarta di terminal Bandara NYIA. KOMPAS.com/DANI JAktivitas membatik di Sinar Abadi Batik (SAB) di Kecamatan Lendah, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Hasil karya dari dapur SAB ini turut memenuhi galeri yang berisi produk khas Yogyakarta di terminal Bandara NYIA.

KULON PROGO, KOMPAS.com - Belasan pria maupun wanita bekerja penuh ketelitian pada sebuah pabrik kecil yang memiliki bilik-bilik teratur. Pabrik ini berada di belakang Rumah Batik Sinar Abadi (SAB) yang berada di Desa Ngentakrejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mereka bekerja dalam ketenangan, jauh dari hiruk pikuk. Lima perempuan yang hampir setengah baya lebih memilih khusyuk mencanting atau menoreh malam di lembaran katun. Di bilik sebelah, dua pria sibuk mencap lilin membentuk motif batik pada kain katun putih polos.

Pada kamar lainnya lagi tampak dua orang sibuk mengulas warna pada sebuah motif burung merak. Sementara di sudut lain, seorang pria sedang mencelup kain di kolam warna sambil menunggu memasak kain.

Dari aktivitas dapur pabrik inilah diproduksi 800 kain batik cap dan 50-100 batik tulis setiap bulan. Motif beragam ads Gringsing, Kawung, Sidomukti, Dipanegara ataulah Geblek Renteng khas Kulon Progo itu sendiri. SAB memproduksi kain batik sejak 2008.

Baca juga: Truk Material untuk Bandara NYIA Merusak Jalan-jalan di Kulon Progo

Pemilik SAB, Agus Faturohman mengungkapkan bahwa belakangan ini pabriknya tengah melebarkan ragam jenis produk. Tidak hanya kain dan baju batik, tetapi juga pasmina, syal, jilbab, hingga sapu tangan.

Kita sudah mulai produksi seperti syal dan pasmina, tanpa mengurangi kapasitas produksi (kain batik). Malah kapasitas produksi ditingkatkan," kata Agus di Rumah SAB di Lendah, Minggu (7/4/2019).

Langkah ini terkait dengan rencana beroperasinya Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo sebentar lagi.

Bandara ini sejatinya tengah memasuki tahap penyempurnaan dan persiapan untuk melayani penumpang pesawat terbang pada April 2019 ini.

Baca juga: Akhir April, NYIA Sudah Beroperasi untuk Penerbangan Internasional

Salah satu kesiapan berupa membuka gerai yang menjajakan suvenir maupun jajanan yang bakal membuat penumpang pesawat semakin puas pada layanan bandara. Gerai menyajikan produk-produk lokal Yogyakarta yang bakal dicari nanti, termasuk batik.

Agus mengungkapkan ada 20 produk khas dari berbagai daerah di Yogya, baik makanan dan non makanan, yang masuk outlet di Bandara NYIA nanti.

Sebanyak 8 di antaranya adalah produk khas Kulon Progo, termasuk SAB. Semua produk terpilih lewat seleksi kurasi ketat karena pertimbangan kualitas yang sangat baik dan kesan prestisius.

"Kalau selama ini kami main di kain denga nturunan baju pria dan wanita saja. Ke depan kami harus banyak turunan untuk kebutuhan bandara, misal pasmina, juga bisa jilbab. Perlu suvenir lain yang kecil-kecil. Maka kami mulai memproduksi hal-hal seperti ini," kata Agus.

Baca juga: Kemenhub Mulai Periksa Kelayakan Operasi Bandara NYIA Kulon Progo

Khusus produk SAB bermotif kekayaan budaya Yogyakarta dan tetap menonjolkan identitas dan karakter Kulon Progo.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

Regional
16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

Regional
Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

Regional
Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

Regional
Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

Regional
Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

Regional
Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

Regional
Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

Regional
Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

Regional
Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

Regional
Jerinx Jadi Tersangka Kasus 'Kacung WHO', Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

Jerinx Jadi Tersangka Kasus "Kacung WHO", Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

Regional
Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

Regional
Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

Regional
Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Regional
65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X