Taufik Kurniawan Bantah Minta Jatah "Fee" 5 Persen dari DAK

Kompas.com - 28/03/2019, 05:52 WIB
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan (51) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/3/2019) siang. KOMPAS.com/NAZAR NURDINWakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan (51) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/3/2019) siang.

SEMARANG, KOMPAS.com – Terdakwa kasus suap kepengurusan dana alokasi khusus ( DAK) Taufik Kurniawan membantah meminta fee sebesar 5 persen dari Kebumen dan Purbalingga. Wakil ketua DPR RI itu merasa tidak pernah sekalipun meminta jatah dari kepengurusan DAK.

Hal itu disampaikan Taufik saat menyampaikan keberatan atas kesaksian mantan Bupati Kebumen M Yahya Fuad dan Bupati Purbalingga non-aktif Tasdi.

Taufik menjelaskan, dalam kasus Kebumen, ia merasa tidak pernah menerima proposal pengajuan DAK dari pemerintah Kabupaten Kebumen, baik di DPR maupun saat berkunjung ke Semarang.

“Saat berkunjung ke saya, bahwa itu inisiatif (Yahya) sendiri. Saya tidak pernah meminta, atau meminta pendekatan ke (anggota DPR) dapil 7. Saat itu, saya sedang pimpin tax amnesty, dan pengesahan APBN Perubahan 2016,” kata Taufik, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (27/3/2019).


Baca juga: Eks Bupati Yahya Fuad Merasa Tak Diteror dalam Kasus Taufik Kurniawan

Taufik mengatakan, dirinya tidak punya wewenang dan intervensi menggolkan DAK, meski dia sebagai pimpinan DPR. Apalagi, ia mengaku tidak pernah menerima proposal pengajuan.

“Saya tidak pernah terima proposal di tempat kerja saya. Di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) diserahkan ke tempat kerja saya. Sama sekali, saya tidak pernah proposal, termasuk pertemuan di KFC Semarang,” tambahnya.

Selain itu, Taufik juga keberatan telah meminta fee sebesar 5 persen. Dia merasa tidak pernah menjanjikan apapun dan tidak pernah meminta fee atas pekerjaannya.

“Janji 5 persen kami keberatan. Proposal dari pengajuan DAK Kebumen diterima pada 29 Juli 2016, dan itu setelah APBN-P diketok. Tanpa saya atau ada saya itu otomatis pembahasan itu tidak berpengaruh. Saya tidak pernah menjanjikan dan meminta fee,” katanya.

Baca juga: Bupati Purbalingga Non-aktif Ungkap Peran Taufik Kurniawan Loloskan Anggaran DAK

“Tapi kenyataannya meminta lebih 5 persen itu menjual nama saya,” tandasnya.

Dikomplain Taufik, Yahya tetap pada pendiriannya bahwa politisi PAN itu menawarkan dan membantu menguruskan DAK hingga cair Rp 94 miliar pada anggaran perubahan 2016.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X