Eks Bupati Yahya Fuad Merasa Tak Diteror dalam Kasus Taufik Kurniawan

Kompas.com - 27/03/2019, 18:55 WIB
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan didakwa telah menerima yang suap hingga Rp 4,8 miliar dalam kasus suap di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (20/3/2019). KOMPAS.com/NAZAR NURDINWakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan didakwa telah menerima yang suap hingga Rp 4,8 miliar dalam kasus suap di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (20/3/2019).

SEMARANG, KOMPAS.com – Sidang dugaan korupsi kasus kepengurusan dana alokasi khusus (DAK) dengan terdakwa Taufik Kurniawan, memunculkan hal baru.

Jaksa pada Komisi Pemberatasan Korupsi ( KPK) Eva Yustiana sebelumnya menyebut salah satu saksi di Lapas Kedungpane Semarang diteror oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mengubah berita acara pemeriksaan (BAP).

Alasan itulah yang membuat Taufik Kurniawan tidak diizinkan pindah tahanan.

Pada sidang di pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (27/3/2019), diketahui kemudian jika saksi yang disebut diteror adalah mantan Bupati Kebumen M Yahya Fuad. Jaksa pun bertanya hal itu ke Yahya.

“Ada yang temui saudara?” kata jaksa Eva.

“Iya, Reza Kurniawan,” jawab Yahya.

Baca juga: Bupati Purbalingga Non-aktif Ungkap Peran Taufik Kurniawan Loloskan Anggaran DAK

Menurut Yahya, Reza memang menemui dirinya saat berada di Lapas Kedungpane Semarang. Dalam pertemuan itu, Reza menyampaikan pesan teman-temannya apakah kasus Kebumen berlanjut atau tidak.

“Dia bicara kasus Pak Taufik. Sudah, itu saja,” ujar Yahya.

“Secara tersiratnya begitu, saya sampaikan apa adanya,” tambahnya.

Yahya sendiri tidak mengetahui maksud Reza menemui dirinya. Namun yang pasti, ia menjawab pertanyaan Reza hanya apa yang diketahuinya saja.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X