Kasus Suap, Eks Bupati Kebumen Ungkap Kebiasaan Taufik Kurniawan

Kompas.com - 27/03/2019, 17:19 WIB
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan (51) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/3/2019) siang. KOMPAS.com/NAZAR NURDINWakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan (51) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/3/2019) siang.


SEMARANG, KOMPAS.com - Mantan Bupati Kebumen Yahya Fuad dihadirkan menjadi saksi untuk terdakwa kasus kepengurusan DAK Taufik Kurniawan.

Yahya menjadi salah satu saksi yang diperiksa dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Semarang, Rabu (27/3/2019).

Saksi lain yang diperiksa yaitu Bupati Purbalingga Tasdi, mantan Sekda Kebumen Adi Pandoyo, dan dua pengusaha Khayup M Lutfi dan Hojin Anshori.

Yahya mengungkap kebiasaan terdakwa dalam berkomunikasi dengannya.

Dalam setiap komunikasi, Taufik selalu menggunakan bantuan WhatsApp (WA).

"Pembicaraan melalui WA, voice call, dan telegram," kata Yahya, ketika ditanya Jaksa Eva Yustiana, penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Ini Cara Taufik Kurniawan Berterima Kasih Pasca-terima Uang Suap

Yahya sendiri beberapa kali bertemu dengan Taufik. Salah satunya, di KFC di Semarang.

Sebelum bertemu, komunikasi juga dilakukan dengan cara yang sama.

Komunikasi via WA berlanjut saat proses penyerahan uang.

Selama dua kali penyerahan dengan nilai total Rp 1,65 miliar, komunikasi yang terjalin juga melalui WA.

"Taufik beritahu, sudah gitu. Beri tahunya sama dengan, WA. Kalau enggak salah, voice call," tambahnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X