Kompas.com - 03/01/2019, 06:21 WIB
Hamparan kebun teh di Bah Butong, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Rabu (2/1/2019). KOMPAS.com/TIGOR MUNTHEHamparan kebun teh di Bah Butong, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Rabu (2/1/2019).

 

Dua pilihan pemandian alam

Bagi pengunjung yang sudah puas berwisata di kebun teh, bisa melanjutkan acara liburan dan wisata ke pemandian alam tak jauh dari ibukota kecamatan.

Ada dua pilihan pemandian alam dengan sumber mata air segar, yakni di Bah Simatahuting dan Bah Sidamanik. Dua pemandian alam ini hanya berjarak kurang lebih 100 meter. Keduanya dipisahkan kawasan hutan dan perbukitan.

Baca juga: Situs Pemandian yang Ditemukan di Malang Sudah Ada Sejak Abad ke-10

Kawasan Bah Simatahuting, berjarak 150 meter dari ibukota kecamatan. Bisa ditempuh dengan naik roda dua dan roda empat. Hanya memang kondisi jalan ke lokasi masih berbatu dan bergelombang.

Di pintu masuk, pengunjung akan disambut sejumlah petugas, orang kampung di sana. Kepada setiap pengunjung dikutip biaya masuk Rp 5.000 untuk orang dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak. Untuk kendaraan roda dua dikenakan tarif parkir Rp 5.000 dan roda empat Rp 10.000.

Sebelum tiba di lokasi pemandian, pengunjung harus berjalan menuruni tangga batu sejauh kurang lebih 50 meter.

Bah Simatahuting tampak belum begitu tertata dengan baik. Hanya ada satu kolam mandi dengan diameter tak lebih lima meter. Di kolam ini ada mata air yang terus mengucurkan airnya yang dingin dan segar.

Baca juga: Pemandian Daun Paris di Karo Longsor, 7 Mahasiswa Tewas, 9 Luka-luka

Letak kolam ini di ketinggian dan di bawahnya ada aliran air sungai, yang juga dijadikan tempat bermain dan mandi oleh anak-anak karena kedalaman hanya setinggi mata kaki orang dewasa.

Dari kolam di atas, dialirkan juga air melalui sebuah pancuran batu. Banyak warga sengaja mandi di pancuran ini.

"Dulunya ini hanya irigasi buat lahan persawahan di bawah sana," ungkap Bayu, pelajar SMK Negeri Pematangsiantar, yang kebetulan bermukim tak jauh dari lokasi pemandian tersebut.

Menurut Bayu, air dari umbul kolam pemandian Bah Simatahuting memang sangat segar. Dia dan rekannya sengaja datang ke lokasi itu untuk mandi. Namun melihat pengunjung begitu banyak, terpaksa mengurungkan niat.

Baca juga: Air Terjung Wai Marang Sumba, Bagai Kolam Pemandian Bidadari

"Tadinya mau mandi di kolam itu. Tapi batal, banyak orang sudah di dalam," katanya, Rabu (2/1/2019).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.