Januari-Oktober, Terdapat 29 Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api di Medan

Kompas.com - 28/11/2018, 08:23 WIB
Ilustrasi kereta api. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi kereta api.

MEDAN, KOMPAS.com - Sepanjang November, PT KAI mencatat terdapat lima korban tewas tertabrak kereta api di Medan, Sumatera Utara. Sementara sepanjang Januari hingga Oktober 2018 sudah terjadi 29 kecelakaan di pintu perlintasan resmi dan perlintasan tidak resmi maupun di ruang manfaat jalur kereta api.

Kasus terakhir yakni kasus kereta api jurusan Kualanamu-Medan yang menabrak Jani Indrianto Sitanggang (36), warga Kecamatan Medan Amplas.

Kejadian tersebut di perlintasan kereta api di Jalan Elang, Tegal Sari Mandala II, Medan Area, pada Selasa (27/11/2018) pagi.

Marno (59), saksi mata yang sedang mengerjakan bangunan di sekitar lokasi, mengaku melihat korban datang dari arah Jalan Rajawali.

Korban kemudian melewati pagar menuju rel. Menurut Marno, ekspresi korban seperti sedang mengalami masalah berat. Korban duduk di atas rel lalu melamun dan tak lama kereta datang. 

Baca juga: Pemprov Jatim Santuni Ahli Waris Korban Meninggal Tertabrak Kereta saat Surabaya Membara

"Pas kereta datang, dia sempat keluar rel. Tapi begitu kereta dekat, dia balik lagi terus tidur di atas rel. Habislah dilindas, gak tega aku nengoknya," kata Marno, Selasa sore.

"Kayaknya dia stres, sadar dia apa yang dibuatnya. Posisinya terlentang, kepala sama kaki diletakkannya di atas rel," sambung dia.

Tak lama kemudian, petugas dari Polsek Percut Seituan datang dan mengevakuasi korban ke RSU dr Pirngadi Medan.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri yang dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Kata Faidil, tubuh korban terbawa sejauh 200 meter-an. Saat ini jenazahnya sudah diambil pihak keluarga. 

Selain kasus Jani, terdapat sejumlah kasus kereta api menabrak korban di Medan. Misal pada Rabu (21/11/2018) lalu, seorang pejalan kaki terpental dan tewas di tempat usai disambar kereta api di perlintasan KM 9, Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Seituan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Pesepeda di Sleman Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes

3 Pesepeda di Sleman Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes

Regional
Ada 1,9 Juta Pemilih Milenial dan 3.989 Difabel di Pilkada Banten

Ada 1,9 Juta Pemilih Milenial dan 3.989 Difabel di Pilkada Banten

Regional
Polisi Tangkap Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya di Depan Panti Asuhan

Polisi Tangkap Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya di Depan Panti Asuhan

Regional
Cerita 11 Tahun Susuri Setapak di Hutan Belantara Kalimantan demi Mengajar...

Cerita 11 Tahun Susuri Setapak di Hutan Belantara Kalimantan demi Mengajar...

Regional
Proses Hukum Pelaku Perusakan Mesin ATM BRI Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

Proses Hukum Pelaku Perusakan Mesin ATM BRI Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

Regional
Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Regional
Jejak Perjalanan Warga Rohingnya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Jejak Perjalanan Warga Rohingnya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Regional
Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Regional
Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Regional
Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan 'Drive-Thru'

Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan "Drive-Thru"

Regional
Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Regional
Penjelasan Bank di Salatiga yang Dilaporkan karena Uang Nasabah Rp 1 Miliar Raib

Penjelasan Bank di Salatiga yang Dilaporkan karena Uang Nasabah Rp 1 Miliar Raib

Regional
Siswi SMA Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya, Terbongkar dari Ditemukannya Sebuah Buku Catatan

Siswi SMA Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya, Terbongkar dari Ditemukannya Sebuah Buku Catatan

Regional
Berburu Tenun Cual Kuno, Mengunci Sejarah, Merawat Tradisi

Berburu Tenun Cual Kuno, Mengunci Sejarah, Merawat Tradisi

Regional
Temukan Alamat dan Puisi, Polisi Amankan Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya

Temukan Alamat dan Puisi, Polisi Amankan Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X