"Bingung, Garam Kok Bisa Langka..."

Kompas.com - 03/08/2017, 15:01 WIB
Sejumlah pedagang di Pasar Nou mengeluh kelangkaan garam yang sejak sebulan terakhir hilang di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWASejumlah pedagang di Pasar Nou mengeluh kelangkaan garam yang sejak sebulan terakhir hilang di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.
|
EditorCaroline Damanik

GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com – Kelangkaan garam melanda Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Stok di sejumlah pasar di Kota Gunungsitoli makin langka.

Seorang pedagang di Pasar Nou, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, L Boru Hutauruk, mengatakan, kelangkaan garam terjadi sudah hampir lebih sebulan lalu, yang ada paling garam kemasan dari pabrik saja, dan itu pun tinggal sedikit lagi, di sejumlah pedagang di sini.

"Ini langkanya sudah hampir lebih sebulan, tidak tahu penyebabnya apa," katanya, Rabu (2/8/2017).

Hutauruk mengaku, selain langka, harganya di tingkat grosir maupun eceran naik hingga tiga kali lipat. Satu kemasan kecil garam yang biasa dijual Rp 1.000 per bungkus kini naik menjadi Rp 3.000 per bungkus.

"Bahkan ada yang menjual sampai dengan Rp 5.000 tergantung pedagangnya masing-masing. Yang jelas saat ini sulit cari garam," ucapnya.

(Baca juga: Harga Garam Tinggi, Satam dan Suparti Pun Tersenyum...)

Hal yang sama juga dikeluhkan seorang pembeli, Feberia Telaumbanua. Dia mengaku bingung saat stok garam di rumahnya. Dia sudah mencari ke warung langganan hingga ke pasar, semua stok habis.

"Tak biasanya garam cepat habis, bingung juga kok bisa langka, selama ini tidak pernah terjadi," ujar Feberia.

Dia mengaku kesulitan untuk mengurangi kadar garam dalam masakan di rumah.

"Meskipun mahal tetap harus beli. Sangat butuh dirumah, makanya cari ke pasar," katanya.

Di tempat berbeda, Wali Kota Gunungsitoli, Lakhomizaro Zebua, mengatakan bahwa kelangkaan ini terjadi di tingkat nasional.

”Kejadian ini sudah se-Nusantara, kami harap warga tetap bersabar dan saat ini sedang dicari solusi,” ungkap Lakhomizaro.

"Kita tidak boleh menyalahkan para produsen pengemasan yang ada di Kota Gunungsitoli, mereka juga sedang berusaha. Dengan kejadian ini akan dikoordinasikan dengan Kementerian terkait oleh dinas terkait nantinya, dan barulah kami dapat mengambil langkah-langkah kebijakan yang terbaik nantinya," tambahnya.

 

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X