Harga Garam Tinggi, Satam dan Suparti Pun Tersenyum...

Kompas.com - 02/08/2017, 19:09 WIB
Bambu berisi air tanah dijemur untuk membuat garam di Grobogan, Rabu (2/8/2017) Kompascom/Nazar NurdinBambu berisi air tanah dijemur untuk membuat garam di Grobogan, Rabu (2/8/2017)
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com -Satam (65) dan Suparti (60) akhirnya dapat tersenyum lepas Rabu (2/8/2017) siang itu. Kerja kerasnya saban hari membuat garam dari air tanah menuai hasil yang baik.

Harga garam yang tinggi membuat kerja kerasnya terbayarkan. Mereka pun dapat menyisihkan uang lebih dari jerih payahnya itu.

"Ini baru satu kali dalam beberapa tahun ini. Lumayan harga tinggi, jadi ada sisa sedikit, biasanya untuk beli lauk habis," kata Suparti, petani pembuat garam air tanah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (2/8/2017).

Suparti bersama suaminya, bersama puluhan petani lainnya di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan membuat garam dari air tanah.

Sudah sejak lama masyarakat setempat membuat garam dari air itu. Uniknya, hanya di kawasan Desa Jono yang mempunyai air tanah dengan rasa asin.

Di tengah terik matahari itu, air tanah yang asin itu diolah menjadi garam. Kandungan kadar garam pun lebih tinggi dibanding garam laut. Proses pembuatan garam air tanah itu pun sangat sederhana.

Baca juga: Harga Melonjak, Petani Garam Akhirnya Menikmati Manisnya Si Asin

Dari air Sumur kemudian ditimba dialirkan di tampungan, lalu disalurkan ke bambu sebagai alat penjemput.

"Proses normal biasanya 10 hari. Satu pack (empat bambu) dapat 1 kilogram," sebutnya.

Para petani pun menikmati sesaat harga garam yang tinggi. Untuk garam air tanah buatan warga Desa Jono saya ini bernilai Rp 10.000. Ketika garam basah dihargai Rp 8.000.

"Kalau garam dari bambu baru hasilnya (warna) merah, kalau bambu agak lama jadi garamnya agak hitam," timpal petani lainnya.

Garam buatan warga ini telah merambah daerah lain seperti Blora, Kudus, dan Klaten.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Ikan di Cianjur Mati Mendadak Diduga Akibat Aeromonas

Ratusan Ikan di Cianjur Mati Mendadak Diduga Akibat Aeromonas

Regional
Gubernur Edy: Januari 2020 Lelang Dibuka, Tender yang Benar, Jangan Ada Istilah Aneh-aneh

Gubernur Edy: Januari 2020 Lelang Dibuka, Tender yang Benar, Jangan Ada Istilah Aneh-aneh

Regional
Detik-detik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa

Detik-detik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa

Regional
Pakai Knalpot Racing, Pengendara Motor di Cianjur Ditilang

Pakai Knalpot Racing, Pengendara Motor di Cianjur Ditilang

Regional
Subuh-subuh, Seorang Pria di Bandung Pamer Kemaluan di Depan Wanita

Subuh-subuh, Seorang Pria di Bandung Pamer Kemaluan di Depan Wanita

Regional
Seorang Ibu di Ciamis Jual Ganja 1 Kilogram Per Bulan

Seorang Ibu di Ciamis Jual Ganja 1 Kilogram Per Bulan

Regional
Awal 2020, Proyek Jalan Metropolitan Medan-Karo Segera Dimulai

Awal 2020, Proyek Jalan Metropolitan Medan-Karo Segera Dimulai

Regional
Hujan Lebat di Pangkal Pinang, Lalu Lintas Tersendat karena Jalan Banjir

Hujan Lebat di Pangkal Pinang, Lalu Lintas Tersendat karena Jalan Banjir

Regional
Mari Bantu Siswa SD Filial yang Berseragam Lusuh dan Gedung Sekolah Rusak

Mari Bantu Siswa SD Filial yang Berseragam Lusuh dan Gedung Sekolah Rusak

Regional
Penjelasan Pemda soal Orangtua dari Bayi yang Jenazahnya Dibawa Paksa Ojol Tak Miliki JKN

Penjelasan Pemda soal Orangtua dari Bayi yang Jenazahnya Dibawa Paksa Ojol Tak Miliki JKN

Regional
Inovasi Sulsel Buka Direct Call Export Sukses Tingkatkan Nilai Ekspor

Inovasi Sulsel Buka Direct Call Export Sukses Tingkatkan Nilai Ekspor

Regional
Kajari Parepare: di Atas Lubang Pemusnahan Detonator Kerap Ditempati untuk Pembakaran Sampah

Kajari Parepare: di Atas Lubang Pemusnahan Detonator Kerap Ditempati untuk Pembakaran Sampah

Regional
Ini Alasan Pria Bunuh Kekasih yang Jenazahnya Terbungkus Seprai

Ini Alasan Pria Bunuh Kekasih yang Jenazahnya Terbungkus Seprai

Regional
Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Sebagian Patah Tulang

Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Sebagian Patah Tulang

Regional
Benci Mantan Suami, Ibu Siksa Anak Balitanya hingga Patah Kaki

Benci Mantan Suami, Ibu Siksa Anak Balitanya hingga Patah Kaki

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X