Gubernur Aceh Desak Polisi Usut Pembakar Lahan Gambut di Aceh Barat

Kompas.com - 30/07/2017, 18:58 WIB
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mendarat di Bandar Udara Cut Nyak Dhien Meulaboh, Nagan Raya, Minggu (30/07/17) setelah memantau kebakaran lahan yang tersebar di Kabupaten Aceh Barat. KOMPAS.COM/ RAJA UMARGubernur Aceh Irwandi Yusuf mendarat di Bandar Udara Cut Nyak Dhien Meulaboh, Nagan Raya, Minggu (30/07/17) setelah memantau kebakaran lahan yang tersebar di Kabupaten Aceh Barat.
|
EditorFarid Assifa

MEULABOH, KOMPAS.com - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku pemabakar lahan gambut yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Barat.

Sebab, lahan gambut tidak boleh digarap untuk pembukaan kebun sawit sepertu yang terjadi selama ini di Kabupaten Aceh Barat.

“Saya mendesak kepolisian harus bekerja serius untuk mengungkap pelaku pembakar lahan gambut itu, karena tidak mungkin lahan terbakar sendiri kalau tidak ada yang bakar,” kata Irwan Yusuf kepada wartawan, Minggu (30/07/17).

Baca juga: Gunakan Pesawat Pribadi, Gubernur Aceh Pantau Kebakaran Lahan Gambut

Irwandi berharap, dengan adanya penindakan tegas terhadap pelaku oleh pihak kepolisian, kebakaran lahan gambut tak akan terulang kembali di Kabupaten Aceh Barat. Sebab, beberapa tahun terakhir ini, hampir setiap tahun terjadi pembakaran lahan gambut untuk pembukaan kebun sawit baru saat dilanda musim kemarau.

“Terhadap pelaku harus diberi tindakan tegas, karena sudah hampir setiap tahun terjadi kebakaran lahan. Jangan jadikan Aceh seperti Riau dan Jambi, langkah konkretnya polisi harus usut dan proses hukum," tegasnya.

Akibat ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab karena dengan sengaja membakar lahan gambut untuk pembukaan kebun sawit itu jelas merugikan semua orang. Setidaknya, dampak kabut asap yang ditimbulkan dari lokasi kebakaran lahan tercatat 241 warga Aceh Barat terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) karena menghirup kabut asap.

“Belum lagi biaya pemadaman yang sangat besar, pemadaman melalui udara itu satu jam berapa," ujarnya.

Irwandi menegaskan bahwa seluruh hutan gambut di Kabupaten Aceh Barat tidak boleh digarap untuk pembukaan lahan sawit, apalagi proses pembukaan lahan dilakukan dengan cara dibakar.

Baca juga: Kebakaran Lahan Gambut, Kabut Asap Sampai di Lhokseumawe

Pelarangan penebangan pohon dan alih fungsi hutan sudah pernah ditegaskan Irwandi Yusuf saat menjabat gubernur Aceh Priode 2007-2012 lalu.

“Dari dulu saya sudah imbau jangan tebang pohon, jangan alih fungsi hutan gambut, tapi sekarang yang terjadi penebangan marak dilakukan sehingga kekeringan di mana-mana,” ujarnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Regional
Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Regional
Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Regional
Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Regional
Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Regional
Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Regional
UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

Regional
40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X