Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lakukan Politik Uang, Ketua RT di Nunukan Divonis 2 Tahun Penjara dan Denda Rp 20 Juta

Kompas.com - 01/04/2024, 18:22 WIB
Ahmad Dzulviqor,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

NUNUKAN, KOMPAS.com – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Nunukan, Kalimantan Utara, menjatuhkan vonis 2 tahun penjara dan denda pidana Rp 20 juta subsidair 3 bulan kurungan kepada Syahran bin Rajak, Ketua RT di Nunukan yang melakukan politik uang di masa tenang pada Pemilu 2024.

Ketua PN Nunukan Raden Narendra Mohni Iswoyokusumo menyatakan, terdakwa Syahran bin Rajak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘peserta kampanye pemilu yang dengan sengaja pada masa tenang memberikan imbalan uang secara langsung untuk memilih calon anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota tertentu’.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun dan pidana denda sejumlah Rp 20 juta, dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," ujar Hakim Mohni saat membacakan amar putusan, Senin (1/4/2024).

Baca juga: Dinyatakan Lengkap, Berkas Perkara Politik Uang Caleg Demokrat Dilimpahkan ke Kejari Makassar

Hakim juga memerintahkan barang bukti perkara, berupa uang pecahan Rp 100.000 sebanyak 6 lembar dirampas untuk negara.

Begitu juga dengan 1 lembar print out contoh surat suara pemilihan umum anggota DPRD Kabupaten Nunukan, 1 flashdisk merek Kingston 64 Gb yang berisikan 2 video kegiatan politik uang.

"Membebankan kepada terdakwa, membayar biaya perkara sejumlah Rp 5.000. Memerintahkan Penuntut Umum untuk mengumumkan putusan ini, pada papan pengumuman Kantor Pengadilan, Kantor Pemerintah Daerah,  dan Media Massa,’’ katanya lagi.

Baca juga: Kronologi ASN Cianjur Terjaring OTT Politik Uang di Pemilu 2024


Baca juga: Miliki 72,5 Butir Pil Ekstasi, Oknum ASN Samsat Nunukan Rian Ariandi Dituntut Rp 8 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Terdakwa bukanlah pelaku utama

Ada poin menarik dari putusan yang dibacakan hakim ini, yaitu salah satu pertimbangan putusan yang menyatakan bahwa terdakwa Syahran bukanlah pelaku utama, melainkan hanya orang suruhan.

Dalam salah satu pertimbangan yang dibacakan Majelis Hakim PN Nunukan, bukti video yang diambil oleh keponakan terdakwa atas suruhan terdakwa, digunakan untuk laporan pertanggung jawaban kepada orang yang menyuruhnya.

"Hal tersebut, menunjukkan Syahran yang merupakan petani dan tidak memiliki bisnis apa pun, bukan pelaku utama/tokoh sentral," kata Hakim.

Putusan ini, sama persis dengan tuntutan JPU dalam sidang dengan agenda tuntutan yang digelar Rabu (27/3/2024) lalu.

Jaksa menilai terdakwa Syahran bin Rajak, selaku Ketua RT 014 Desa Binusan tidak memberikan contoh pendidikan politik yang baik.

Baca juga: Keanggotaan Partai Politik, Siapa yang Boleh Mendaftar?

Terdakwa Syahran bin Rajak, juga tidak berlaku kooperatif dari tingkat penyidikan hingga persidangan.

"Menjatuhkan pidana terhadap Syahran bin Rajak, berupa pidana penjara selama dua tahun, ditambah dengan pidana denda sebesar Rp 20 juta, subsidair 3 bulan kurungan," ujar JPU Kejari Nunukan, Adi Setya Desta Landya, saat itu.

Sebelumnya, pada sidang perdana, Senin (25/3/2024), dua caleg terpilih, Muhammad Mansur dan La Dulah, dihadirkan sebagai saksi, dalam perkara dugaan politik uang di masa tenang.

Muhammad Mansur, merupakan caleg terpilih DPRD Nunukan dari partai Nasdem. Sementara La Dulah, merupakan caleg terpilih DPRD Provinsi Kaltara, dari PKS.

Halaman:


Terkini Lainnya

Di Balik Temuan 70 Paku di Perut Pria Asal Indramayu, Dokter Sebut Yang Bersangkutan Diduga ODGJ

Di Balik Temuan 70 Paku di Perut Pria Asal Indramayu, Dokter Sebut Yang Bersangkutan Diduga ODGJ

Regional
Melihat Situs Batu Tulis, Jejak Purbakala di Desa Tepal Sumbawa

Melihat Situs Batu Tulis, Jejak Purbakala di Desa Tepal Sumbawa

Regional
Mengenal Purple Lovers Community di Kota Semarang, Hias Rumah dan Perabotan dengan Warna Serba Ungu

Mengenal Purple Lovers Community di Kota Semarang, Hias Rumah dan Perabotan dengan Warna Serba Ungu

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Selasa 25 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Selasa 25 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Cerah Berawan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Selasa 25 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Selasa 25 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Selasa 25 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Selasa 25 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Bawaslu Sebut Kepala dan Perangkat Desa Rawan Langgar Netralitas Saat Pilkada, Ini Alasannya

Bawaslu Sebut Kepala dan Perangkat Desa Rawan Langgar Netralitas Saat Pilkada, Ini Alasannya

Regional
Hasil Otopsi Kasus Wanita Terapis di Grobogan yang Tewas dengan Mulut Dilakban

Hasil Otopsi Kasus Wanita Terapis di Grobogan yang Tewas dengan Mulut Dilakban

Regional
Lahan Kritis di Kawasan Bandara Depati Amir Ditanami Pohon Kayu Putih

Lahan Kritis di Kawasan Bandara Depati Amir Ditanami Pohon Kayu Putih

Regional
[POPULER REGIONAL] Siswa SMP di Padang Diduga Tewas Dianiaya Polisi | Kakek Pemeran Video Mesum Jadi Tersangka

[POPULER REGIONAL] Siswa SMP di Padang Diduga Tewas Dianiaya Polisi | Kakek Pemeran Video Mesum Jadi Tersangka

Regional
Mengenal Andi Pradinata, Seniman Disabilitas yang Multitalenta

Mengenal Andi Pradinata, Seniman Disabilitas yang Multitalenta

Regional
Jokowi Dijadwalkan Hadiri Harganas ke-31 di Semarang Minggu Ini

Jokowi Dijadwalkan Hadiri Harganas ke-31 di Semarang Minggu Ini

Regional
Bupati Purworejo Yuli Hastuti Dapat Surat Tugas DPP Golkar Maju sebagai Calon Bupati pada Pilkada 2024

Bupati Purworejo Yuli Hastuti Dapat Surat Tugas DPP Golkar Maju sebagai Calon Bupati pada Pilkada 2024

Regional
UMKM Kopi Wolowio asal NTT Ikut Event Kopi Dunia 2024 di Denmark

UMKM Kopi Wolowio asal NTT Ikut Event Kopi Dunia 2024 di Denmark

Regional
KPU Sikka Mulai Verifikasi Faktual Calon Perseorangan

KPU Sikka Mulai Verifikasi Faktual Calon Perseorangan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com