Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Organisasi Guru di Demak Tolak Larangan Study Tour, Ini Kata Mereka

Kompas.com - 21/05/2024, 20:14 WIB
Nur Zaidi,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

DEMAK, KOMPAS.com - Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Demak, menolak larangan study tour oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah.

Ketua PGSI Demak, Noor Salim mendorong agar pariwisata di Demak tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Menurutnya, study tour adalah implementasi dari kurikulum merdeka, sehingga tidak boleh dilarang.

"Kalau itu dilarang, kalau itu ditolak berarti sama dengan menolak proyek profil pelajar Pancasila yang ada di dalam kurikulum merdeka," kata Salim di Dinas Wisata Demak, Selasa (21/5/2024) sore.

Baca juga: Disdikpora Kota Yogyakarta Keluarkan SOP Study Tour, Apa Saja Isinya?

Dia menegaskan, bahwa PGSI menolak adanya larangan study tour bagi para siswa utamanya tingkat SLTA.

"Siapapun yang melarang bagi kami itu adalah menolak itu, maka PGSI tidak setuju atas pelarangan study tour itu," katanya lagi.

Kendati demikian, study tour ini hendaknya menggunakan kendaraan bus yang layak lolos uji KIR dan biro wisata sudah terdaftar di Dinas Pariwisata.

Baca juga: Soal Study Tour, Bupati Kebumen: Tetap Dibolehkan, tapi...


Baca juga: Beberapa Daerah Larang Study Tour, PHRI DIY: Apa Bedanya dengan Kunker?

Kendaraan yang tidak layak

Salim mencontohkan, insiden kecelakaan SMK Lingga Kencana di Subang berawal dari kendaraan yang tidak layak.

"Kejadian di Subang ini kan berawal dari bus yang jelek, kalau diminta murah ya nanti fasilitasnya akan kurang baik," beber dia.

"Tadi kita juga ke Dinas Perhubungan minta agar bus-bus itu yang betul-betul lolos uji KIR dan kami bisa mengakses itu," sambung dia.

Salim sepakat apabila study tour lokal dilakukan oleh pelajar tingkat TK.

Akan tetapi untuk tingkat SLTA lebih baik keluar daerah.

"Masak mereka disuruh Demak terus, ya kalau tingkatan SLTA harus keluar, dengan catatan tadi kami bisa akses bus dan biro," pungkasnya.

Baca juga: Coba Bermain Saham, Mahasiswi di Pulau Sebatik Gelapkan Uang J&T hingga Lebih Rp 300 Juta

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Regional
Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Regional
Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Regional
Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Regional
Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Regional
Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Regional
Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Regional
Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Regional
Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Regional
Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Regional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Regional
Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Regional
International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

Regional
Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com