Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

16 Pekerja Migran Nonprosedural di Batam Berenang dari Tengah Laut

Kompas.com - 21/05/2024, 19:47 WIB
Partahi Fernando Wilbert Sirait ,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

BATAM, KOMPAS.com - Sebanyak 16 pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural yang ditemukan terdampar di sebuah pulau kosong Tanjung Acang, Batam, membayar belasan juta rupiah, sebagai ongkos transportasi.

Mereka membayar biaya untuk pulang dari Malaysia menuju Indonesia melalui Perairan Batam, Kepulauan Riau.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 15 orang PMI diketahui berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan satu orang lainnya merupakan warga Sumatera Utara.

"Untuk biaya transportasi ini beragam, ada yang bayar sekitar Rp 11 juta hanya sampai Kepri."

"Serta ada yang bayar hingga Rp 15 juta untuk transportasi sampai ke kampung halaman."

Demikian kata Dansatrol Lantamal IV, Letkol Laut (P) Tony Priyo Utomo M.tr.Opsla yang ditemui di Pangkalan Satrol Lantamal IV Batam, Telaga Punggur, Selasa (21/5/2024) sore.

Baca juga: 16 Pekerja Migran Nonprosedural Terdampar di Pulau Kosong Nongsa

Berdasarkan keterangan dari belasan PMI itu, diketahui keberangkatan mereka terjadi sekitar Pukul 21.00 waktu setempat, Senin (20/5/2024).

Namun dalam perjalanannya, tekong yang membawa rombongan ini menghentikan laju speedboat yang dibawanya.

Kemudian dia meminta agar para PMI tersebut berenang menuju pulau kosong, lokasi di mana mereka ditemukan.

Kepada para PMI, tekong menyebut akan ada unit lain yang akan menjemput mereka tidak lama setelah tiba di pulau yang dimaksud.

"Mereka ingatnya sekitar pukul 01.00 WIB Senin dinihari, saat tengah melaju tiba-tiba speedboat berhenti."

"Mereka diminta turun di tengah laut, kemudian diminta berenang menuju pulau lokasi ditemukannya mereka. Mereka sendiri mengaku tidak tahu sudah sampai di mana," lanjut dia.

Salah satu PMI, Dendi Hardiansyah (37), mengaku membayar 3.500 Ringgit (Rp 12 juta), sesaat sebelum berangkat dari sebuah kawasan bibir pantai yang tidak diketahui Dendi.

Dendi menyebut, dia tidak bisa mengenali lokasi keberangkatan karena agen perjalanan pulang mengeluarkan larangan penggunaan perangkat seluler, saat dalam perjalanan menuju lokasi keberangkatan.

"Saya gak tahu berangkatnya dari mana. Kami ini semua sudah kumpul di titik berangkat. Berbeda-beda lokasi kerja semuanya," sebut dia.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pegawai Pengisi ATM Simpan Kunci Cadangan untuk Gasak Uang Rp 1 M

Pegawai Pengisi ATM Simpan Kunci Cadangan untuk Gasak Uang Rp 1 M

Regional
Kakek Pencari Udang Ditemukan Tewas di Pohon Bakau

Kakek Pencari Udang Ditemukan Tewas di Pohon Bakau

Regional
Mau Hilangkan Balap Liar, Polisi di Lampung Gelar 'Drag Race'

Mau Hilangkan Balap Liar, Polisi di Lampung Gelar "Drag Race"

Regional
ASDP Bakauheni Fasilitasi Pengurus Penyeberangan yang Protes Sterilisasi Pelabuhan

ASDP Bakauheni Fasilitasi Pengurus Penyeberangan yang Protes Sterilisasi Pelabuhan

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Regional
Demi Judi Online dan Foya-foya, Petugas Pengisi ATM di Batam Curi Uang Rp 1,1 Miliar

Demi Judi Online dan Foya-foya, Petugas Pengisi ATM di Batam Curi Uang Rp 1,1 Miliar

Regional
Polisi Ralat Identitas Wanita yang Tewas Tak Wajar di Grobogan

Polisi Ralat Identitas Wanita yang Tewas Tak Wajar di Grobogan

Regional
Sempat Cekcok dengan 2 Pria, Perempuan di Grobogan Ditemukan Tewas Mulut Terlakban

Sempat Cekcok dengan 2 Pria, Perempuan di Grobogan Ditemukan Tewas Mulut Terlakban

Regional
Pemotor Korban Tanah Ambles di Jembatan Monano Belum Ditemukan

Pemotor Korban Tanah Ambles di Jembatan Monano Belum Ditemukan

Regional
Bayi yang Baru Lahir Dibuang di Dalam Ember, Pelakunya Remaja 17 Tahun

Bayi yang Baru Lahir Dibuang di Dalam Ember, Pelakunya Remaja 17 Tahun

Regional
Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Sujud Syukur

Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Sujud Syukur

Regional
Ditemukan Botol Obat, Mahasiswa Asal Papua Meninggal di Kamar Kos Bantul Sempat Depresi

Ditemukan Botol Obat, Mahasiswa Asal Papua Meninggal di Kamar Kos Bantul Sempat Depresi

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com